Amerika Dilanda Bencana Besar, Ratusan Orang Tewas
**Amerika Dilanda Bencana Besar, Ratusan Orang Tewas** **Membuka** Amerika Serikat (AS) terkena dampak serangan siber bertubi-tubi yang menghantam puluhan lembaga keuangan ternama dan sejumlah perusahaan lain dalam sebulan terakhir. Serangan ini dilakukan oleh kelompok peretas yang memburu uang tebusan (ransomware) dan membuat situs palsu untuk mencuri kata sandi karyawan perusahaan ekuitas swasta dan perusahaan keuangan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut data Google dan intelijen internet yang ditinjau oleh Reuters, para peretas membuat situs palsu untuk masing-masing perusahaan, termasuk Blackstone, Bridgewater Associates, Apollo Global Management, Bain Capital, KKR, TPG, CME Group, Clearlake Capital, dan Moody’s. Google menyatakan bahwa para peretas beroperasi dengan berbagai nama, termasuk Redact, Pink, Falcon, dan Helix. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Data tersebut menunjukkan bahwa para peretas membuat jebakan digital khusus untuk masing-masing perusahaan dengan menganalisis 72 situs berbahaya yang tercantum dalam laporan Google melalui platform intelijen web seperti DomainTools dan urlscan. Platform tersebut mengidentifikasi subdomain berbahaya yang dirancang khusus untuk setiap perusahaan. Google juga menyebutkan bahwa para peretas menggunakan taktik rekayasa sosial yang sangat teliti untuk menipu karyawan perusahaan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Para ahli menyebut bahwa para peretas menggunakan taktik sederhana seperti panggilan telepon untuk menargetkan industri keuangan. Mereka menilai metode lama ini tetap menjadi salah satu cara paling efektif meskipun perusahaan telah memiliki sistem keamanan canggih dan ancaman berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Jika berhasil, serangan tersebut dapat membahayakan data milik sejumlah perusahaan ekuitas swasta terbesar di AS yang menyediakan modal bagi berbagai perusahaan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Google tidak mengungkapkan nama-nama target para peretas secara mendetail. Namun, laporan Reuters membongkar banyak jebakan digital yang dibuat khusus untuk masing-masing perusahaan. Para ahli menegaskan bahwa metode serangan ini bukanlah teknik yang sangat canggih, tetapi masih efektif karena faktor manusia yang konsisten menjadi alasan mengapa serangan ini meledak seperti sekarang. **Kesimpulan** Dalam kesimpulan, serangan siber bertubi-tubi yang menghantam Amerika Serikat telah menunjukkan betapa pentingnya kesadaran keamanan di industri keuangan. Para peretas telah menargetkan perusahaan ekuitas swasta dan perusahaan keuangan dengan menggunakan taktik rekayasa sosial yang sangat teliti. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan harus meningkatkan kesadaran keamanan dan sistem keamanan mereka untuk melindungi data milik mereka dari serangan-serangan seperti ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260807132653-37-757416/malapetaka-menghantam-amerika-ratusan-sudah-jadi-korban, without altering the facts of the original article.