Trump Menghadapi Petaka Baru, Dunia Tunggu Reaksi Politiknya
**Pembuka** Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, siap menetapkan harga minimum impor dan mengenakan tarif terhadap polysilicon dan produk turunannya. Kebijakan ini berpotensi mengubah rantai pasok global untuk panel surya dan semikonduktor, dua sektor penting bagi industri energi dan kecerdasan buatan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pemerintahan Trump bersiap menetapkan harga minimum impor sekaligus mengenakan tarif terhadap polysilicon dan produk turunannya. Kebijakan ini berpotensi mengubah rantai pasok global untuk panel surya dan semikonduktor, dua sektor penting bagi industri energi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Mengutip Reuters, rencana tersebut sedang difinalisasi dan diperkirakan diumumkan pada akhir bulan ini. Empat sumber yang mengetahui pembahasan itu menyebut kebijakan tersebut bertujuan melindungi pabrik polysilicon di AS yang dimiliki Hemlock Semiconductor dan Wacker Chemie dari ekspansi ambisi China di rantai pasok industri chip. Polysilicon merupakan silikon dengan tingkat kemurnian sangat tinggi yang menjadi bahan baku utama dalam produksi wafer semikonduktor dan panel surya. Produsen mengolah wafer silikon menjadi sel surya, kemudian merakitnya menjadi panel yang digunakan dalam proyek pembangkit listrik tenaga surya. Reuters melaporkan, kebijakan ini merupakan bagian dari hasil penyelidikan keamanan nasional yang dilakukan Departemen Perdagangan AS selama setahun terakhir berdasarkan Section 232 Trade Expansion Act of 1962. Untuk pertama kalinya, terungkap bahwa pemerintahan Trump akan menerapkan sistem hibrida yang menggabungkan harga minimum impor dengan tarif atas polysilicon dan produk turunannya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pemerintah AS menilai langkah tersebut penting untuk membendung dominasi China di sektor polysilicon. Saat ini, China menguasai sekitar 80% kapasitas manufaktur panel surya global. Craig Singleton, peneliti senior Foundation for Defense of Democracies, mengatakan dominasi China terbentuk melalui subsidi besar-besaran dan kelebihan kapasitas produksi. “Harga minimum yang dipadukan dengan tarif dapat memberi ruang bagi produsen AS untuk bertahan hidup, tetapi kebijakan itu harus dikalibrasi secara hati-hati agar pasokan dari sumber terpercaya tetap tersedia sementara kapasitas produksi wafer dan sel surya domestik mengejar ketertinggalan,” imbuhnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kebijakan Trump juga dapat berdampak besar terhadap industri chip AS. Meski permintaan polysilicon untuk semikonduktor hanya sekitar 2,4% dari permintaan global, industri chip sangat bergantung pada kapasitas produksi polysilicon yang selama ini didukung oleh besarnya permintaan dari sektor energi surya. Dalam laporan Reuters, disebutkan bahwa pemerintahan AS harus berhati-hati dalam menjaga keseimbangan antara mendukung produsen domestik dan menaikkan biaya chip serta panel surya-produk-produk yang kini permintaannya sangat melonjak di tengah maraknya pembangunan data center. Asosiasi industri yang mewakili pengembang energi surya dan pembeli semikonduktor telah memperingatkan pemerintah bahwa penerapan tarif dapat mendongkrak biaya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, sekaligus menaikkan harga berbagai produk, mulai dari barang elektronik konsumen hingga kendaraan bermotor. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Gedung Putih menolak memberikan komentar sebelum Trump mengambil keputusan resmi. Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington mengecam penyelidikan perdagangan tersebut. Juru bicara Kedutaan Besar China mengatakan, China mendesak AS untuk segera menghentikan kebijakan tarif berdasarkan Section 232 dan menyelesaikan kekhawatiran semua pihak melalui dialog yang setara. Laporan Reuters langsung memicu lonjakan saham sejumlah produsen panel surya yang tercatat di bursa AS. Saham Corning ditutup naik 9,4%, First Solar menguat 4,7%, T1 Energy melonjak 9,9%, Canadian Solar naik 5,6%, dan Toyo menguat 1,7%. Dengan demikian, kebijakan Trump akan menjadi momen penentu bagi industri energi dan kecerdasan buatan di Amerika Serikat dan dunia. Kita harus menunggu reaksi politiknya untuk memahami apa yang akan terjadi selanjutnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260805145947-37-756795/petaka-baru-trump-satu-dunia-bisa-rasakan-dampaknya, without altering the facts of the original article.