BI Desak RI untuk Jadi Produsen Halal Dunia, Mengubah Paradigma dari Sekedar Pasar

BI Desak RI untuk Jadi Produsen Halal Dunia, Mengubah Paradigma dari Sekedar Pasar

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan Indonesia memiliki potensi sektor halal yang masih sangat besar, namun saat ini dinilai belum maksimal. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan mengatakan potensi pangsa halal Indonesia di global masih sangat menjanjikan. Berdasarkan data dari BI, rantai nilai sektor halal unggulan (Halal Value Chain/HVC) Indonesia tumbuh 6,8% di kuartal pertama 2026, dari sebelumnya yang tumbuh 6,21% pada kuartal IV-2025.

“Pangsa sektor unggulan HVC terhadap perekonomian mencapai sekitar 26,07% di triwulan pertama 2026, menunjukkan bahwa sektor ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional,” kata Dadang dalam paparannya di agenda seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Senin (3/8/2026).

Kita harus menyadari bahwa potensi sektor halal Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dengan potensi yang besar tersebut, Indonesia dapat menjadi produsen halal dunia. Hal ini perlu diubah dengan mengubah paradigma dari sekedar pasar menjadi produsen.

Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam sektor halal, seperti produk makanan, minuman, dan pariwisata. Namun, masih banyak perusahaan yang belum memahami pentingnya sertifikasi halal dalam meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dadang menyebutkan bahwa sektor halal unggulan di Indonesia antara lain adalah produk makanan dan minuman, serta pariwisata. “Sektor halal unggulan di Indonesia antara lain adalah produsen makanan dan minuman halal, serta pariwisata halal,” kata Dadang.

Dalam rangka meningkatkan potensi sektor halal, BI telah melakukan langkah-langkah untuk mengembangkan sektor halal di Indonesia. Diantaranya adalah dengan mengembangkan sistem sertifikasi halal yang lebih efektif dan efisien, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikasi halal.

Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan potensi sektor halal di Indonesia. Diantaranya adalah permasalahan terkait dengan standar dan proses sertifikasi halal yang masih belum konsisten dan efektif.

Dengan demikian, perlu adanya perubahan paradigma dalam mengembangkan sektor halal di Indonesia. Indonesia harus meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas produk halal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sertifikasi halal.

Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260803133514-29-756076/bi-ri-jangan-cuma-jadi-pasar-harus-jadi-produsen-halal-dunia, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *