Terungkap: Buah Asli RI yang Dijual Lebih Mahal dari Barang Mewah di Eropa

Siapa sangka, buah durian yang kini sering dijual di pinggir jalan dan asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ini pernah dihargai lebih mahal dibanding salah satu barang mewah di Eropa. Buah beraroma tajam ini memiliki sejarah yang menarik, terutama pada awal abad ke-19. Durian, yang kini dianggap sebagai buah musiman, ternyata memiliki nilai yang sangat tinggi pada masa lalu.

Momen Penentu di Abad ke-19

Penjelajah asal Skotlandia, John Crawfurd, dalam memoar berjudul History of the Indian Archipelago (1820), mengungkapkan bahwa harga satu durian bisa melampaui harga selusin nanas. Nanas merupakan buah yang sangat mahal dan identik dengan status sosial serta kemewahan di Eropa pada saat itu. Hanya orang-orang kaya saja yang bisa membeli nanas karena sangat sulit memperolehnya. Crawfurd sendiri menjadi salah satu orang Eropa yang sangat menyukai durian. Awalnya, dia terganggu oleh ukuran buah yang besar dan aromanya yang menyengat. Namun, semua kesan tersebut berubah setelah dia mulai mencicipi isi buahnya.

“Daging buah putih ini bagian yang saya suka! Durian lebih enak dibanding buah lain. Makan ini tidak membosankan atau mengurangi selera makan. Malah, nafsu makan makin bertambah. Biji durian pun bisa dimakan. Saat dipanggang rasanya mirip kastanye,” ungkap John Crawfurd.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kecintaan orang Eropa terhadap buah durian sebenarnya sudah muncul jauh sebelum Crawfurd menuliskan pengalamannya. Pada 1599, penjelajah bernama Linschott menyebut durian memiliki rasa yang sangat enak, bahkan menurutnya lebih nikmat dibanding buah lain di dunia. Popularitas durian di kalangan orang Eropa kemudian semakin meningkat setelah peneliti Rumphius menerbitkan Herbarium Amboinense pada 1741. Dalam catatannya, dia menggambarkan durian sebagai buah berukuran besar dengan duri tajam dan aroma menyengat, tetapi memiliki rasa yang sangat lezat ketika dicicipi.

Cerita lain diungkap pula oleh Alfred Russel Wallace yang semakin membuka mata orang Eropa terhadap buah eksotis ini. Dalam The Malay Archipelago (1869), naturalis terkemuka dunia itu menyebut durian sebagai salah satu buah terbaik dengan rasa yang tak tertandingi. Atas dasar itulah, Wallace kemudian menjuluki durian sebagai raja buah-buahan, sebutan yang bertahan hingga sekarang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Durian mungkin hanya dianggap sebagai buah musiman yang dijual di pinggir jalan. Namun, ratusan tahun lalu, buah asal Indonesia ini pernah menjadi barang mewah yang dihargai lebih mahal dibanding salah satu simbol kemewahan masyarakat Eropa. Hal ini menunjukkan bahwa durian memiliki nilai yang sangat tinggi dan dapat menjadi salah satu komoditas yang berpotensi meningkatkan perekonomian Indonesia.

Kini, durian telah menjadi salah satu buah yang sangat populer di Indonesia dan telah menjadi bagian dari budaya lokal. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah durian dan meningkatkan kesejahteraan petani durian. Dengan demikian, durian dapat menjadi salah satu komoditas yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam beberapa tahun terakhir, durian telah menjadi salah satu buah yang sangat populer di Indonesia. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk meningkatkan nilai tambah durian. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah meningkatkan kualitas durian dan meningkatkan efisiensi produksi. Dengan demikian, durian dapat menjadi salah satu komoditas yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian, durian dapat menjadi salah satu buah yang sangat berpotensi meningkatkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan nilai tambah durian dan meningkatkan kesejahteraan petani durian.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260624112746-25-745306/buah-asli-ri-ini-dijual-lebih-mahal-dari-barang-mewah-di-eropa, without altering the facts of the original article.

KAI Resmi Rombak Direksi, Eks Dirut Pelita Air Dendy Kurniawan Diangkat sebagai Pengganti

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi melakukan perombakan jajaran direksi dan dewan komisaris dalam Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada 30 Juni 2026. Salah satu keputusan penting dalam RUPS tersebut adalah pengangkatan Dendy Kurniawan, eks Direktur Utama Pelita Air, sebagai Direktur Komersial KAI. Perubahan ini merupakan bagian dari penyesuaian struktur organisasi perseroan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan.

Fokus pada Perubahan Struktur Direksi

KAI melakukan perubahan nomenklatur sejumlah jabatan direksi. Jabatan Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha diubah menjadi Direktur Komersial, Direktur Operasi menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 1, serta Direktur Keselamatan dan Keamanan menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 2. Perubahan lainnya mencakup Direktur Pengelolaan Sarana Prasarana yang menjadi Direktur Pengelolaan Sarana serta Direktur SDM dan Kelembagaan yang berubah menjadi Direktur Sumber Daya Manusia.

Dalam restrukturisasi ini, beberapa direksi juga mengalami perubahan penugasan. Awan Hermawan Purwadinata yang sebelumnya menjabat Direktur Operasi kini menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 1. Sementara itu, Dadan Rudiansyah yang sebelumnya menjabat Direktur Keselamatan dan Keamanan menjadi Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 2. Atih Nurhayati yang sebelumnya menjabat Direktur SDM dan Kelembagaan juga mendapat penugasan baru sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.

Pengangkatan Dendy Kurniawan sebagai Direktur Komersial

Pemegang saham menyetujui pengangkatan Dendy Kurniawan sebagai Direktur Komersial KAI. Dendy sebelumnya dikenal sebagai Direktur Utama Pelita Air dan pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Air Asia Indonesia. Selain itu, Heru Kuswanto juga diangkat sebagai Direktur Pengelolaan Sarana.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Perubahan susunan pengurus ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi KAI dalam meningkatkan kualitas layanan dan kinerja operasional. Dengan pengalaman Dendy Kurniawan di sektor penerbangan, diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam pengembangan bisnis dan komersialisasi layanan KAI. Manajemen KAI menegaskan bahwa perubahan ini tidak akan menimbulkan dampak material terhadap perseroan dan kegiatan usaha akan tetap berjalan normal dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Dengan demikian, susunan pengurus PT KAI yang baru adalah sebagai berikut: Direktur Utama Bobby Rasyidin, Wakil Direktur Utama Dody Budiawan, Direktur Komersial Dendy Kurniawan, Direktur Operasi, Prasarana dan Keselamatan Area 1 Awan Hermawan Purwadinata, Direktur Pengelolaan Sarana Heru Kuswanto, dan beberapa direktur lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

KAI masih memiliki tantangan besar dalam meningkatkan kualitas layanan dan kinerja operasional. Dengan perubahan struktur direksi dan pengangkatan direksi baru, diharapkan dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. KAI harus terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260702192815-17-747665/kai-rombak-direksi-angkat-eks-dirut-pelita-air-dendy-kurniawan, without altering the facts of the original article.

RUU PFII Bakal Jadi Senjata Pamungkas Prabowo di Pidato Kenegaraan?

Rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) berpotensi menjadi senjata pamungkas Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan Agustus mendatang. Pasalnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan proses RUU PFII akan dikebut agar bisa dibawakan dalam rapat paripurna DPR 21 Juli mendatang.

Kebut Pembahasan RUU PFII

Purbaya berharap RUU PFII bisa diundang-undangkan secepatnya pada bulan ini dan Presiden Prabowo Subianto bisa membawakan UU ini dalam Pidato Kenegaraan Agustus mendatang. “Kita berharap RUU PFII ini bisa selesai bulan ini (Juli 2026), dan berharap sudah bisa jadi UU bulan ini. Agustus harapannya Presiden bisa membacakan soal PFII di Pidato Kenegaraan,” kata Purbaya saat ditemui wartawan di gedung DPR RI, Kamis (2/7/2026).

Dengan harapan disahkannya UU terkait PFII ini pada Juli 2026 dan harapan bisa dibacakan dalam Pidato Kenegaraan pada Agustus mendatang, Purbaya juga berharap PFII ini bisa dijalankan mulai akhir 2026. “Saya berharap akhir 2026 sudah bisa berjalan terkait PFII ini,” ujar Purbaya.

Latar Belakang Pembentukan PFII

Adapun kehadiran RUU tersebut merupakan pelaksanaan amanah Pasal 248A Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026, tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Purbaya menyampaikan bahwa pembentukan PFII merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan perekonomian nasional yang lebih kuat, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global sebagaimana diamanatkan dalam program Asta Cita.

Kebijakan ini sekaligus menjadi implementasi tujuan pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. “Pembentukan PFII dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan internasional. PFII diharapkan menjadi katalis bagi pendalaman sektor keuangan nasional, pengembangan inovasi jasa keuangan, peningkatan investasi, fasilitasi pembiayaan sektor-sektor prioritas dan proyek strategis nasional, pembiayaan berkelanjutan, serta memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Menkeu.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Jika RUU PFII disahkan dan dijalankan, maka Indonesia berpotensi menjadi pusat keuangan internasional yang berdaya saing global. Hal ini dapat meningkatkan investasi, memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam implementasi PFII. Oleh karena itu, pemerintah dan DPR RI harus bekerja sama untuk memastikan bahwa RUU PFII dapat dijalankan dengan efektif dan efisien.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski demikian, pengesahan RUU PFII merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan perekonomian nasional yang lebih kuat dan berdaya saing global. Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan Indonesia sebagai pusat keuangan internasional yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260702173913-17-747629/kebut-pembahasan-ruu-pfii-bakal-jadi-bahan-pidato-kenegaraan-prabowo, without altering the facts of the original article.

Crazy Rich Masuk PFII, Siap Gelontorkan Dana untuk Danantara dan Surat Utang RI

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim bahwa banyak pemilik dana besar atau crazy rich yang tertarik untuk berinvestasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Mereka disebut siap untuk menggontorkan dana mereka ke dalam proyek-proyek yang menguntungkan di dalam negeri, termasuk untuk membiayai Danantara dan membeli surat utang negara.

Rencana Pemerintah untuk Menarik Dana Asing

Purbaya mengungkapkan bahwa rencana pemerintah untuk membentuk PFII sebenarnya berasal dari usulan para pemilik dana besar di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara yang tidak memiliki stabilitas politik dan keamanan. “Para orang yang punya uang justru dari mereka masukkannya pertama-pertama. Kenapa Indonesia enggak bikin seperti itu untuk menampung uang-uang yang ingin keluar dari negara-negara yang sedang tidak stabil,” kata Purbaya di kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pemerintah telah mengakomodir kepentingan para pemilik dana besar itu supaya menempatkan dananya di PFII dan dimanfaatkan nantinya untuk membiayai proyek-proyek yang menguntungkan di dalam negeri. Purbaya menekankan bahwa pemerintah tidak bisa mengarahkan secara paksa dana yang masuk untuk proyek tertentu seperti proyek strategis nasional (PSN) ataupun program prioritas pemerintah, sebab penempatan dana dari PFII murni berdasarkan pertimbangan pasar.

Kerja Sama dengan Danantara dan Pembelian Surat Utang Negara

Namun, menurut Purbaya, investor global bisa saja menggandeng BPI Danantara untuk menggarap proyek bersama, termasuk untuk memberikan pembiayaan langsung kepada pemerintah dalam bentuk pembelian surat utang negara. “Jadi bisa saja masuk ke proyek-proyek Danantara, bisa juga untuk membiayai utang pemerintah kan. Bisa masuk ke bond, jadi sumber pendanaan saya akan lebih banyak,” tegasnya.

Mengapa Ini Penting?

Ini adalah langkah penting bagi pemerintah Indonesia untuk menarik dana asing dan meningkatkan investasi di dalam negeri. Dengan adanya PFII, pemerintah berharap dapat menampung uang-uang yang ingin keluar dari negara-negara yang sedang tidak stabil dan memanfaatkan dana tersebut untuk membiayai proyek-proyek yang menguntungkan di dalam negeri.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehadiran crazy rich di PFII diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia ke depan. Dengan adanya investasi yang lebih besar, pemerintah dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus meningkatkan upaya untuk menarik investasi asing dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan investasi asing dan meningkatkan kepercayaan investor. Namun, dengan adanya PFII dan minat crazy rich untuk berinvestasi di Indonesia, pemerintah memiliki harapan besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260702174027-17-747632/crazy-rich-mau-masuk-pfii-biayai-danantara-beli-surat-utang-ri, without altering the facts of the original article.

Purbaya Ungkap Strategi Jitu di Balik Konsep Besar PFII

Fokus pada Pengembangan Ekonomi

Pemerintah dan DPR sepakat untuk menyelesaikan RUU PFII dalam 20 hari, yaitu hingga 20 Juli 2026, sehingga dapat disahkan sebagai UU dalam rapat paripurna DPR pada 21 Juli 2026. Kesepakatan ini diperoleh setelah Rapat Paripurna DPR RI ke-23 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 menyepakati usulan pemerintah RUU PFII masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026.

Momen Penentu di Menit Akhir

Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat pendahuluan di Komisi XI DPR kemarin mengungkapkan alasan rencana pembentukan International Financial Center (IFC) itu. Dia bilang pembentukan PFII harus dilakukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan internasional, karena beberapa negara yang sudah memiliki pusat finansial jauh meningkat daya saingnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembentukan PFII diharapkan dapat meningkatkan investasi, penciptaan lapangan kerja, transfer pengetahuan dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan daya saing Indonesia di tingkat global. Purbaya meyakini bahwa manfaat pembentukan PFII akan dirasakan secara luas, tidak hanya oleh pelaku usaha di kawasan tersebut, tetapi juga oleh perekonomian nasional.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah telah memiliki rencana lokasi pembangunan PFII, seperti di Bali yang akan ada tiga titik. Namun, Purbaya belum bisa mengungkapkan detail lokasi pembangunannya, karena RUU PFII sendiri masih dibahas oleh pemerintah dan DPR. Purbaya berharap pembahasan RUU tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia dapat menghasilkan pengaturan yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan dengan tetap memperhatikan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Purbaya menambahkan bahwa pusat-pusat keuangan internasional telah menjadi instrumen penting bagi berbagai negara dalam menarik investasi, memperluas akses pembiayaan, mempercepat inovasi sektor jasa keuangan, serta memperkuat posisi dalam rantai nilai ekonomi dunia. Dengan demikian, pembentukan PFII diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global. Dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia, Purbaya mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini belum memiliki kawasan keuangan internasional yang dirancang secara khusus dengan standar tata kelola, kelembagaan, kepastian hukum, serta daya saing yang setara dengan berbagai pusat keuangan internasional di dunia. Oleh karena itu, RUU PFII dianggap menjadi penting sebagai landasan regulasi. Pembentukan PFII juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi mobilisasi modal global dan menciptakan lapangan kerja dengan nilai tambah yang tinggi. Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260703061620-17-747679/diungkap-purbaya-begini-konsep-besar-pfii, without altering the facts of the original article.

Emas Tembus US$4.000, Saham Antam Masih Layak Diunggulkan?

Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mulai mencatat tanda-tanda pembalikan arah, usai melemah hingga ke Rp2.590 pada 30 Juni 2026 lalu. Terakhir, saham ANTM berhasil ditutup menguat 5,75% ke Rp2.760 pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Penguatan ini sejalan dengan kondisi harga emas dunia yang berhasil bangkit setelah sempat merosot di bawah level US$4.000 per ons. Lalu, bagaimanakah prospek saham ANTAM ke depan?

Momen Penentu di Menit Akhir

Seperti diketahui, harga emas dunia sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$5.000. Dengan potensi penguatan harga emas dunia, saham ANTM diproyeksi juga ikut menguat. Terlebih kontribusi pendapatan ANTM saat ini masih ditopang oleh penjualan emas. Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie mengungkapkan saham ANTM sendiri memiliki prospek cerah. Hal ini didukung oleh target manajemen dalam mendorong penjualan emas untuk menyamai atau melampaui rekor tahun 2024.

Menurut Adrian, segmen emas merupakan kontribusi pendapatan terbesar ANTM namun menurut kami, partisipasi retail tidak sepenuhnya akan meningkatkan kinerja ANTM secara signifikan meskipun tentunya akan memberikan dorongan. Penjualan emas ANTAM tercatat mencapai Rp66,47 triliun sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Peningkatan penjualan ini mendongkrak pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan sejalan dengan pertumbuhan laba perusahaan. Hasil positif tersebut berlanjut di 2026. Di mana hingga Triwulan I-2026, ANTM tercatat berhasil membukukan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun. Jumlah ini meningkat 58% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,32 triliun.

Kondisi itu membuktikan bahwa ANTM menjadi emiten yang kinerjanya sangat bergantung pada perkembangan harga komoditas seperti emas, nikel, dan bauksit, serta perkembangan kebijakan regulasi di sektor minerba. Adrian pun merekomendasikan Buy untuk ANTM dengan target jangka panjang sebesar 4.800.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan demikian, prospek saham ANTM masih terlihat cerah ke depan. Emiten ini memiliki potensi untuk tumbuh seiring dengan peningkatan harga emas dunia dan kinerja perusahaan yang terus membaik. Namun, investor perlu memperhatikan perkembangan harga komoditas dan kebijakan regulasi di sektor minerba yang dapat mempengaruhi kinerja ANTM ke depan.

Dalam beberapa bulan ke depan, ANTM diharapkan dapat mempertahankan kinerja positifnya dan mencapai target yang telah ditetapkan. Dengan demikian, saham ANTM masih layak diunggulkan sebagai pilihan investasi bagi investor yang ingin memperoleh keuntungan dari peningkatan harga emas dunia dan kinerja perusahaan yang terus membaik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260702161430-17-747595/harga-emas-bertengger-di-atas-us-4000-bagaimana-prospek-saham-antam, without altering the facts of the original article.

Transaksi Bursa Sepi, Asing Malah Koleksi 10 Saham Ini Saat IHSG Hijau

Transaksi bursa sepi pada akhir perdagangan Kamis (2/7/2026), namun investor asing tetap bullish dan melakukan pembelian bersih pada 10 saham tertentu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil lanjut menguat, naik 0,87% atau 49,44 poin ke level 5.744,56. Nilai transaksi yang terjadi hanya Rp11,14 triliun dengan melibatkan 20,50 miliar saham yang berputar 1,51 juta kali.

Momen Kenaikan IHSG yang Terjadi di Tengah Transaksi Sepi

IHSG berhasil menguat pada akhir perdagangan Kamis (2/7/2026), setelah sempat naik lebih dari 1%. Sebanyak 395 saham menguat, 219 turun, dan 169 stagnan. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp237,87 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp322,69 miliar di pasar reguler. Namun, di negosiasi dan tunai, investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp84,82 miliar.

10 Saham yang Dibeli Asing Saat IHSG Menguat

Menurut data dari Stockbit, berikut 10 saham yang mengalami net foreign buy pada perdagangan Kamis. Sebanyak 10 saham ini menjadi pilihan investor asing saat IHSG menguat. Daftar saham tersebut antara lain:

Saham-saham yang dibeli asing pada perdagangan Kamis adalah:

1. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

2. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

3. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

4. Saham PT Indusial Tbk (INDU)

5. Saham PT Astra International Tbk (ASII)

6. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNLI)

7. Saham PT Indofood International Finance Tbk (IIFC)

8. Saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

9. Saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACID)

10. Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA)

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kenaikan IHSG dan pembelian bersih oleh investor asing pada 10 saham tertentu menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Namun, transaksi bursa yang sepi menunjukkan bahwa investor masih wait and see terhadap perkembangan ekonomi ke depan. Oleh karena itu, perusahaan dan pemerintah harus terus berupaya meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, IHSG berpotensi terus menguat jika perekonomian Indonesia dapat dipertahankan stabilitasnya. Selain itu, perusahaan harus terus meningkatkan kinerja dan transparansi untuk meningkatkan kepercayaan investor. Pemerintah juga harus terus berupaya meningkatkan iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan posisinya sebagai negara tujuan investasi yang menarik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260703081258-17-747700/asing-koleksi-10-saham-ini-saat-ihsg-hijau-transaksi-bursa-sepi, without altering the facts of the original article.

Isu Tarik Dana dari RI Menghembus, Bank Asing Buka Suara Soal Nasibnya

Isu penarikan dana besar-besaran oleh bank-bank asing dari Indonesia menghembuskan kekhawatiran tentang stabilitas ekonomi negara. Bank-bank asing seperti Citigroup Inc., Standard Chartered Plc., dan HSBC Holdings Plc. dikabarkan menarik total Rp11,5 triliun dalam dua tahun terakhir, melebihi akumulasi laba mereka pada periode yang sama. Penarikan dana ini diduga karena kekhawatiran atas arah kebijakan negara.

Apa yang Terjadi?

Menurut laporan keuangan tahunan, PT Bank HSBC Indonesia mendistribusikan laba kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Sepanjang 2025, HSBC membagikan dividen tunai senilai sekitar Rp2,95 triliun, terdiri atas dividen tunai tahunan Rp1,32 triliun dan dividen tunai khusus Rp1,64 triliun. Laporan tahunan perseroan menunjukkan dividen khusus tersebut berasal dari laba ditahan, sementara dividen tahunan merupakan penggunaan saldo laba tahun 2024 yang telah disetujui pemegang saham.

Standard Chartered Indonesia dan Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) juga mencatat adanya distribusi laba kepada kantor pusat sepanjang 2025. Standard Chartered Indonesia mencatatkan pemindahan laba ke kantor pusat sebesar Rp388 miliar, dengan saldo laba yang belum diremitansikan sebesar Rp967,6 miliar, naik dari Rp442,4 miliar pada tahun sebelumnya. Citi Indonesia mencatatkan remitansi laba sebesar Rp2,44 triliun dan unremitted profit sebesar Rp10,17 triliun.

Mengapa dan Dampak

Penarikan dana oleh bank-bank asing ini diduga karena kekhawatiran atas arah kebijakan negara. Hal ini dapat berdampak pada stabilitas ekonomi Indonesia, terutama jika penarikan dana ini berlanjut. Penarikan dana besar-besaran dapat menyebabkan penurunan nilai tukar rupiah, peningkatan suku bunga, dan penurunan investasi asing.

Namun, beberapa bank asing telah membantah tuduhan tersebut. HSBC Indonesia menyatakan bahwa penarikan dana tersebut seiring dengan kawasan Asia yang sedang menyesuaikan kembali peta perdagangan dan rantai pasoknya. Indonesia disebut memiliki peluang yang tepat untuk pertumbuhan kawasan. Standard Chartered Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap Indonesia dan tidak ada perubahan atas komitmen tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kepercayaan investor asing. Pemerintah perlu memastikan bahwa kebijakan ekonomi dan politiknya stabil dan dapat meningkatkan kepercayaan investor. Selain itu, bank-bank asing juga perlu meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menghindari kesalahpahaman.

Dalam jangka panjang, kejadian ini dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas ekonominya dan meningkatkan kepercayaan investor asing. Namun, perlu kerja sama dan komitmen dari semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut.

Saat ini, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatkan kualitas ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor asing, Indonesia dapat menjadi destinasi investasi yang menarik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260703082324-17-747704/ramai-isu-tarik-dana-dari-ri-ini-penjelasan-bank-bank-asing, without altering the facts of the original article.

IHSG Menguat Lagi, Asing Kompak Buang 10 Saham Ini Secara Agresif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada perdagangan kedua bulan Juli, dengan berakhir naik 0,87% atau 49,44 poin ke level 5.744,56 pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Di sisi perdagangan saham, investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp237,87 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp322,69 miliar di pasar reguler. Mereka tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp84,82 miliar di negosiasi dan tunai.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada perdagangan Kamis, nilai transaksi tercatat sebesar Rp11,14 triliun dengan melibatkan saham 20,50 miliar yang berputar 1,51 juta kali. Tercatat sebanyak 395 saham menguat, 219 turun, dan 169 stagnan. Adapun, investor asing melakukan penjualan bersih pada 10 saham yang menjadi fokus mereka.

Apa yang Terjadi pada Saham-saham Asing

Berikut adalah 10 saham yang mengalami net foreign sell terbanyak pada perdagangan Kamis, mengutip dari Stockbit:

Saham-saham tersebut adalah hasil dari analisis Stockbit yang memuat data perdagangan saham pada Kamis. 10 saham yang dijual secara agresif oleh investor asing ini menunjukkan pergerakan signifikan dalam pasar saham.

Mengapa Investor Asing Menjual Saham?

Penjualan bersih oleh investor asing sebesar Rp237,87 miliar di seluruh pasar menunjukkan adanya pergeseran strategi investasi mereka. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan kondisi ekonomi, perkiraan kinerja keuangan perusahaan, atau sentimen pasar. Penjualan saham ini juga dapat mempengaruhi harga saham di pasar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini dapat berdampak pada pergerakan IHSG di masa depan. Penjualan bersih oleh investor asing dapat mempengaruhi sentimen pasar dan harga saham. Oleh karena itu, investor perlu memantau pergerakan pasar dan strategi investasi mereka untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

IHSG masih memiliki potensi untuk menguat, namun perlu diwaspadai adanya tekanan jual dari investor asing. Investor perlu memperhatikan kinerja keuangan perusahaan, kondisi ekonomi, dan sentimen pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Dengan demikian, investor dapat mengantisipasi perubahan pasar dan membuat strategi investasi yang efektif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260703083029-17-747706/ihsg-lanjut-menguat-asing-kompak-buang-10-saham-ini, without altering the facts of the original article.

Volatilitas IHSG Tinggi, Ini 5 Saham yang Layak Dilirik Investor

Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tinggi, namun ada beberapa saham yang layak dilirik investor. IHSG menutup perdagangan Kamis (2/7) di zona hijau dengan kenaikan 0,87% ke level 5.744,56. Penguatan indeks terutama ditopang oleh lonjakan saham BBCA, BMRI, dan BRPT yang menjadi pendorong utama pergerakan IHSG.

Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG

Dalam perdagangan hari Kamis (2/7), investor asing masih membukukan aksi jual bersih sebesar Rp322,69 miliar di pasar reguler dan Rp237,87 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor berakhir di zona positif, dipimpin sektor industri yang naik 2,97%, sedangkan sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,47%.

Apa yang Terjadi di Pasar Global?

Dari pasar global, pergerakan indeks utama Amerika Serikat berlangsung bervariasi. Dow Jones menguat 1,14%, S&P 500 bergerak relatif datar, sementara Nasdaq terkoreksi 0,80%. Sepanjang tahun berjalan (YTD), investor asing masih mencatatkan jual bersih sekitar Rp88,57 triliun di pasar saham Indonesia, meski ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing menguat 1,51% dan 1,98%.

Mengapa Volatilitas IHSG Tinggi?

Volatilitas IHSG yang masih tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi jual bersih investor asing dan pergerakan indeks utama Amerika Serikat yang bervariasi. Namun, ada beberapa saham yang layak dilirik investor, seperti saham MAPA, COCO, dan MTEL.

Saham yang Layak Dilirik Investor

PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) berpotensi bergerak menuju area Rp605, seiring pelaksanaan ex-date dividen pada hari ini. Selain itu, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) berencana melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD III) dengan menerbitkan maksimal 10,68 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp120 per saham. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) juga menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp25,65 per saham dengan total nilai sekitar Rp2,08 triliun.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kedepannya, investor perlu memantau pergerakan IHSG dan saham-saham yang layak dilirik. Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor perlu berhati-hati dalam membuat keputusan investasi. Namun, dengan adanya beberapa saham yang berpotensi menguat, investor dapat mempertimbangkan untuk menambah portofolio mereka.

IHSG masih memiliki potensi untuk menguat, namun investor perlu memantau perkembangan pasar global dan domestik. Dengan adanya beberapa saham yang layak dilirik, investor dapat mempertimbangkan untuk investasi jangka panjang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260703083558-17-747709/ihsg-masih-volatil-deretan-saham-ini-menarik-buat-dilirik, without altering the facts of the original article.