Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Sukuk Rp24,12 Miliar, Kasusnya Dipertimbangkan

PT Pos Indonesia (Persero) mengungkapkan belum dapat memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C senilai Rp24,12 miliar.

Momen Penentu di Menit Akhir

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 10 Juli 2026, perseroan menyebut keterbatasan kondisi kas menjadi penyebab tertundanya pembayaran tersebut.

Pembayaran imbal jasa sukuk periode ke-6 dijadwalkan pada 7 Juli 2026, namun perseroan belum dapat melaksanakan kewajiban pembayaran tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Jumlah kewajiban yang harus dibayarkan oleh PT Pos Indonesia (Persero) adalah sebesar Rp24.118.750.000.

Dana pembayaran seharusnya telah efektif masuk ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 7 Juli 2026 sebelum pukul 14.00 WIB.

Pos Indonesia secara terbuka menyatakan kondisi kas perusahaan saat ini belum memungkinkan untuk memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi kas perusahaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pembayaran akan menjadi penyebab utama penundaan pembayaran imbal jasa sukuk.

Penundaan pembayaran ini akan berdampak pada reputasi dan kepercayaan investor terhadap Pos Indonesia.

Penundaan pembayaran ini juga dapat mempengaruhi kemampuan Pos Indonesia untuk memenuhi kewajiban keuangan lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pos Indonesia telah mengirimkan surat kepada KSEI untuk mengajukan permohonan penundaan pembayaran bunga atau imbal jasa sukuk periode ke-6.

KSEI telah menyampaikan surat penundaan pembayaran kepada Pos Indonesia.

Pembayaran bagi hasil ke-6 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C yang semula dijadwalkan dilaksanakan pada 8 Juli 2026 resmi ditunda.

Pos Indonesia harus memastikan bahwa kondisi kas perusahaan dapat memungkinkan untuk dilakukan pembayaran imbal jasa sukuk pada periode ke-7.

Pos Indonesia harus juga memastikan bahwa keterbatasan kondisi kas perusahaan tidak akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan lainnya.

Pos Indonesia harus bekerja sama dengan OJK untuk menemukan solusi yang dapat memungkinkan perusahaan untuk memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714114604-25-750660/kas-tak-cukup-pos-indonesia-tunda-bayar-imbal-sukuk-rp2412-miliar, without altering the facts of the original article.

Dukun Jakarta yang Ngaku Kenal Orang Istana Tergolong Misterius

**Dukun Jakarta yang Ngaku Kenal Orang Istana Tergolong Misterius** **Pembuka** Dalam sejarah Jakarta, ada banyak cerita tentang penipuan yang terjadi, namun ada satu cerita yang cukup menarik dan misterius. Cerita tentang Raden Ajoe, seorang wanita yang mengaku sebagai seorang dukun dan peramal, dan berhasil menipu banyak orang dengan mengaku mengenal orang kaya raya yang bolak-balik di Istana Negara. **Mengapa & Dampak** Raden Ajoe memulai modus penipuan pada tahun 1949, dengan mengaku memiliki kemampuan melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun yang terpendam di bawah lantai rumah seseorang. Ia meminta uang dari para korban sebagai modal pelaksanaan ritual, namun sebenarnya itu hanya kebohongan. Raden Ajoe berhasil menipu banyak orang di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, dan mengumpulkan uang yang sangat fantastis. Nilai uang yang berhasil dikumpulkannya sebesar 175.570 gulden, yang setara dengan sekitar Rp4 miliar pada tahun 2024. Dengan demikian, total kerugian para korban diperkirakan setara sekitar Rp19 miliar dalam nilai sekarang. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada bulan Oktober 1949, seorang pengusaha China mulai curiga ketika melihat Raden Ajoe berpura-pura menelepon orang kaya di Istana Negara. Pengusaha itu sadar bahwa sang dukun tidak benar-benar melakukan panggilan telepon. Dari situlah dia melaporkan Raden Ajoe kepada polisi. Penyelidikan kemudian dilakukan dan hasilnya, seluruh tipu muslihat Raden Ajoe terbongkar. Polisi menemukan bahwa wanita tersebut bukanlah seorang dukun, melainkan pengangguran yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda dari penipuan lainnya: * Raden Ajoe berhasil menipu banyak orang di berbagai kota, termasuk Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. * Ia mengumpulkan uang yang sangat fantastis, sebesar 175.570 gulden, yang setara dengan sekitar Rp4 miliar pada tahun 2024. * Raden Ajoe menggunakan modus penipuan yang cukup kompleks, dengan mengaku memiliki kemampuan melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun yang terpendam di bawah lantai rumah seseorang. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini menunjukkan bahwa penipuan masih menjadi masalah serius di masyarakat kita. Dengan menggunakan modus yang cukup kompleks, Raden Ajoe berhasil menipu banyak orang dan mengumpulkan uang yang sangat fantastis. Ini menunjukkan bahwa kita harus lebih waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama jika mereka mengaku memiliki kemampuan atau pengetahuan yang tidak biasa. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kesimpulan, kejadian ini menunjukkan bahwa penipuan masih menjadi masalah serius di masyarakat kita. Kita harus lebih waspada dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama jika mereka mengaku memiliki kemampuan atau pengetahuan yang tidak biasa. Dengan demikian, kita dapat menghindari penipuan dan menjaga keamanan kita sendiri.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260715160936-25-751065/heboh-dukun-di-jakarta-ngaku-kenal-orang-istana-sukses-raup-miliaran, without altering the facts of the original article.

Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi, Warga Tidak Perlu Panik

**Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi, Warga Tidak Perlu Panik** **Momen Penentu di Menit Akhir** Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Kenaikan nilai tukar dolar AS dan beberapa mata uang asing lainnya terhadap rupiah membuat aktivitas di beberapa money changer Jakarta tampak sepi. **APA YANG TERJADI** Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di beberapa money changer di Kwitang Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), tampak sepi. Di VIP Money Changer, tampak ada beberapa pengunjung yang datang. Namun kondisinya tidak terlalu padat. Salah satu petugas VIP Money Changer yakni Surya mengungkapkan kondisinya saat ini sedang sepi, di mana saat ramai biasanya pengunjung bisa mencapai 200-an orang. Namun hingga siang hari ini, pengunjung belum ada yang mencapai 100-an orang. Selain VIP Money Changer, CNBC Indonesia juga mengunjungi money changer lainnya yakni Ayu Masagung. Kondisinya pun lebih sepi. Salah satu petugas keamanan di money changer Ayu Masagung mengungkapkan kondisinya makin sepi sejak libur sekolah berakhir. Tingginya kurs beberapa mata uang asing turut mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang. “Mungkin karena dolar AS dan dolar Singapura yang lagi mahal, jadi makin sedikit yang mau nukar,” ujarnya. **MENGAPA & DAMPAK** Kurs beberapa mata uang asing meningkat seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi global dan politis yang mempengaruhi nilai tukar mata uang. Menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dalam 7 hari kerja terakhir, kurs rupiah memang di atas US$ 18.000/US$. Pada 8 Juli 2026 misalnya, berada di kisaran Rp 18.005/US$, dan sampai dengan 16 Juli 2026 masih di level Rp18.041/US$. Level tertinggi dalam bulan ini ialah di kisaran sebesar Rp18.131/US$. Nilai tukar rupiah yang makin tinggi membuat pengunjung money changer semakin sedikit. Hal ini juga mempengaruhi pendapatan money changer yang menghasilkan keuntungan dari perbedaan nilai tukar mata uang. Oleh karena itu, warga tidak perlu panik karena nilai tukar rupiah masih dalam kisaran yang stabil. **APA ARTINYA INI KE DEPAN?** Nilai tukar rupiah yang makin tinggi juga dapat mempengaruhi ekspor dan impor negara. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatur nilai tukar mata uang dan memastikan bahwa ekonomi negara tetap stabil. Selain itu, warga juga perlu waspada dan tidak terpengaruh oleh perubahan nilai tukar mata uang yang cepat. **JALAN PANJANG YANG MASIH HARUS DITEMPUH** Dalam jangka panjang, nilai tukar rupiah masih memainkan peran penting dalam ekonomi negara. Oleh karena itu, pemerintah dan bank sentral perlu terus mengawasi dan mengatur nilai tukar mata uang untuk memastikan bahwa ekonomi negara tetap stabil. Selain itu, warga juga perlu terus memantau perubahan nilai tukar mata uang dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi perubahan tersebut. Dengan demikian, warga tidak perlu panik karena nilai tukar rupiah masih dalam kisaran yang stabil. Namun, perlu diingat bahwa nilai tukar mata uang masih memainkan peran penting dalam ekonomi negara dan perlu diawasi dan diatur dengan baik untuk memastikan bahwa ekonomi negara tetap stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717152409-17-751669/efek-dolar-sempat-betah-rp18000-money-changer-sepi, without altering the facts of the original article.

IHSG Naik 1,1%, Emiten Bank Diserbu, Volume Pasar Melonjak

**IHSG Naik 1,1%, Emiten Bank Diserbu, Volume Pasar Melonjak** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat kencang hari ini, Jumat (17/7/2026), dengan naik 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53. Pergerakan IHSG hari ini didorong oleh emiten bank jumbo. Pada hari ini, total nilai transaksi mencapai Rp 16,32 triliun, melibatkan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari ini, IHSG ditutup naik 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53 dengan lebih banyak emiten yang berada di zona hijau. Tercatat ada 363 emiten naik, 274 turun, dan 328 tidak bergerak. Kapitalisasi pasar pun merangkak naik menjadi Rp 10.749 triliun. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. **Sektor Finansial Menjadi Penopang Utama IHSG**: Mengutip Refinitiv, sektor finansial menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 3,2%. Hal ini seiring dengan Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 54,7 poin terhadap penguatan IHSG hari ini. 2. **Volume Pasar Melonjak**: Pasar juga kembali ramai hari ini dengan saham perbankan menjadi perhatian utama investor. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,32 triliun, melibatkan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. 3. **Emiten Bank Diserbu**: Saah perbankan menjadi perhatian utama investor hari ini. Emiten bank seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang penguatan IHSG hari ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analisis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan penguatan saham-saham perbankan belakangan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor. Menurutnya, sektor perbankan sedang mengalami technical rebound setelah sebelumnya mendapat tekanan cukup signifikan sehingga investor mulai kembali melakukan akumulasi, terutama pada saham bank besar yang memiliki fundamental dan likuiditas tinggi. Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai penguatan saham perbankan juga dipengaruhi respons positif investor terhadap pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam CNBC Indonesia Investment Forum 2026. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski demikian, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti arah suku bunga global, pergerakan rupiah, dan keberlanjutan capital flow asing untuk melihat apakah penguatan sektor perbankan dapat berlanjut. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke saham-saham big caps perbankan dan memperbaiki sentimen pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717161237-17-751706/ihsg-naik-11-volume-pasar-naik-dan-emiten-bank-diserbu, without altering the facts of the original article.

BI: Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Ini Bukti yang Menyokong Klaim

**BI: Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Ini Bukti yang Menyokong Klaim** **Pembuka** Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa likuiditas perbankan tetap terjaga untuk mendukung target intermediasi. Hal ini terlihat dari penurunan suku bunga antar bank (INDONIA) yang mencapai 6,17% pada 16 Juli 2026, setelah sempat mencapai 6,62% pada 18 Juni 2026. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso, penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank. “Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai,” ujar Denny dalam pernyataan resmi, Jumat (17/7/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut adalah tiga fakta yang mencerminkan likuiditas perbankan yang tetap terjaga: 1. Ekspansi likuiditas BI melalui operasi moneter tercatat sebesar Rp837,11 triliun pada 16 Juli 2026. 2. Strategi ekspansi likuiditas BI juga mendukung pertumbuhan uang primer (M0) yang terjaga double digit, yaitu 12,8% (yoy) pada akhir Juni 2026. 3. BI terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan likuiditas perbankan yang tetap terjaga, BI memastikan bahwa kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini juga mendukung proses pembentukan suku bunga secara efisien dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam rangka memastikan bahwa likuiditas perbankan tetap terjaga, BI terus melakukan surveilans dan pengawasan yang kuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, likuiditas perbankan tetap menjadi prioritas utama BI dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717170545-17-751732/bi-klaim-likuiditas-perbankan-masih-longgar-beri-bukti-ini, without altering the facts of the original article.

Dolar US$10.000, Batasan BI Bikin Money Changer Sepi, Warga Harus Tunggu Lagi

**Dolar US$10.000, Batasan BI Bikin Money Changer Sepi, Warga Harus Tunggu Lagi** **Momen Penentu di Menit Akhir** Bank Indonesia (BI) sejak 1 Juli 2026 telah membatasi pembelian dolar secara tunai tanpa agunan atau underlying sebesar US$10.000 per orang atau per pelaku tiap bulannya. Kebijakan ini telah berdampak pada aktivitas di pusat penukaran uang alias money changer. Banyak pengunjung yang tidak bisa menukar uang karena aturan tersebut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pembatasan pembelian dolar AS di money changer membuat pengunjung berkurang. Surya, petugas umum di VIP Money Changer, mengatakan bahwa kebijakan ini membuat banyak penukar harus sesuai dengan prosedur dari Bank Indonesia. “Sejak ada pembatasan pembelian dolar AS maksimal US$10.000, itu ngaruh sih, karena kan kita harus sesuai prosedur dari Bank Indonesia (BI),” kata Surya. Selain itu, ada juga pengunjung yang sengaja menyiasati dengan menggunakan 2 KTP dan juga 2 orang berbeda. “Ada juga yang siasati, jadi ada 2 orang yang melakukan penukaran, untuk menyiasati aturan itu, kecuali yang sudah punya dokumen underlying ya,” terang Surya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penyebab utama sepinya penukar menurut petugas money changer itu tentu tak terlepas dari nilai tukar yang juga sudah meninggi beberapa hari terakhir, terutama dolar AS dan dolar Singapura. “Tapi memang sepinya ya karena kursnya sudah ketinggian, kemahalan lah, mungkin orang-orang jadi mikir,” ucap Surya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, beberapa hari terakhir memang tengah tinggi hingga betah di kisaran atas Rp 18.000/US$ dalam beberapa hari. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dalam 7 hari kerja terakhir, kurs rupiah memang di atas US$ 18.000/US$. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bank Indonesia menerangkan bahwa kebijakan pembatasan pembelian dolar AS ini merupakan salah satu upaya memperkuat kebijakan pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas (PUVA) agar semakin maju, efisien, dan pruden untuk daya tarik investasi asing dan efektivitas kebijakan moneter, termasuk stabilisasi nilai tukar Rupiah. Namun, pihak money changer masih harus menunggu waktu untuk bisa kembali normal. Meski begitu, pihak money changer harus tetap beradaptasi dengan kebijakan baru dari Bank Indonesia. “Saya harap pihak Bank Indonesia dapat berkomunikasi lebih baik dengan pihak money changer, agar kita dapat lebih mudah dalam menghadapi kebijakan baru ini,” kata Surya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717160954-17-751705/usai-bi-batasi-beli-dolar-us-10000-begini-kondisi-di-money-changer, without altering the facts of the original article.

DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor

**DJP Mulai Bidik Wajib Pajak Baru, Sisir Data Rekening-Plat Nomor** **Pembuka** Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mulai membidik wajib pajak baru atau para wajib pajak yang belum terdaftar di sistem perpajakan. Langkah ini bertujuan meningkatkan pengawasan kepatuhan. DJP telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak. **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam Surat Edaran tersebut, pengawasan wajib pajak yang belum terdaftar ini akan digolongkan ke dalam Daftar Prioritas Ekstensifikasi (DPE). DPE adalah daftar sasaran ekstensifikasi yang diusulkan oleh komite kepatuhan tingkat KPP dan Kantor Wilayah DJP serta ditetapkan oleh komite kepatuhan tingkat Kantor Pusat DJP. DJP akan meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak yang belum terdaftar untuk meningkatkan pengawasan kepatuhan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda: 1. Pengawasan Wajib Pajak belum terdaftar didahului dengan perencanaan Pengawasan melalui penyusunan strategi Pengawasan dan penyusunan DPE sesuai dengan ketentuan yang mengatur mengenai Komite Kepatuhan. 2. Tim Pengawasan Perpajakan akan melakukan persiapan dalam rangka pemahaman atas Data dan/atau Keterangan atas profil, posisi risiko, dan data mengenai income, cost, asset, liability, dan/atau equity Wajib Pajak pada Sistem Administrasi Pengawasan DJP. 3. Saat proses pengumpulan data, petugas bahkan diharuskan untuk mengumpulkan informasi data objek pajak, yang termasuk di dalamnya nomor identitas data seperti nomor plat kendaraan, nomor sertifikat tanah, nomor rekening, nomor akta jual beli dalam hal tersedia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengawasan wajib pajak yang belum terdaftar oleh DJP akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Dengan demikian, DJP dapat meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Selain itu, pengawasan wajib pajak yang belum terdaftar juga dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak akan kewajiban perpajakannya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** DJP akan terus meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Dalam jangka panjang, DJP akan terus meningkatkan pengawasan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara. Dengan demikian, DJP dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan meningkatkan pendapatan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717173459-17-751745/djp-mulai-bidik-wajib-pajak-baru-sisir-data-rekening-plat-nomor, without altering the facts of the original article.

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar **Momen Penentu di Menit Akhir**: Saham-saham perbankan menjadi incaran investor asing pada perdagangan Jumat (17/7/2026), menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 1,10% ke level 6.175,53. Investor asing membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp638,6 miliar di seluruh pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda**: Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp638,6 miliar di seluruh pasar. Aliran dana asing tersebut terkonsentrasi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat net buy sebesar Rp375,4 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp267,7 miliar. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga masih mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp691,9 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?**: Aliran dana asing ke sektor perbankan mampu mengimbangi tekanan jual di sektor lain sehingga IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau. Penguatan indeks juga didukung oleh kenaikan 363 saham, sementara 274 saham melemah dan 328 saham ditutup stagnan. Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp16,32 triliun dengan volume perdagangan 24,04 miliar saham. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh**: Meskipun investor asing masih melakukan aksi jual pada sejumlah saham berbasis komoditas dan sektor siklikal, aliran dana asing ke sektor perbankan tetap menjadi faktor penentu dalam penguatan IHSG. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih percaya pada potensi pertumbuhan sektor perbankan di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa situasi pasar dapat berubah-ubah dalam waktu singkat, sehingga investor perlu tetap waspada dan mengikuti perkembangan pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717180241-17-751761/asing-kalap-borong-saham-bank-catat-net-buy-rp-6386-miliar, without altering the facts of the original article.

DPR, BI dan OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

**DPR, BI dan OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kumpul bersama investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas peluang dan tantangan implementasi Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Acara Investment Forum 2026 ini dihadiri oleh pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk membahas implementasi P2SK. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa pasar modal Tanah Air saat ini telah memiliki modal kuat dengan porsi investor domestik yang semakin membesar. Pada saat ini, jumlah investor domestik telah mencapai 30 juta, sehingga tidak lagi terlalu bergantung pada investor asing. Friderica menyatakan bahwa keberadaan investor domestik yang semakin banyak dapat meningkatkan keseimbangan pasar modal. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengutip Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI, Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) merupakan instrumen yang dilahirkan oleh lembaga eksekutif dan legislatif untuk hilirisasi sektor keuangan Indonesia. Dengan demikian, P2SK dapat membuka jalan untuk mengintegrasikan kekuatan Sumber Daya Alam (SDA) kita dengan kecanggihan sektor keuangan ini, sehingga dapat meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI, menilai bahwa pelemahan pasar saham Indonesia lebih dipengaruhi oleh sentimen dan persepsi investor daripada memburuknya fundamental emiten maupun kondisi ekonomi domestik. Misbakhun menyatakan bahwa walaupun saham mereka turun karena persepsi, hal ini dapat berdampak pada kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar saham Indonesia. **Mengapa & Dampak** Mengapa P2SK sangat penting bagi Indonesia? P2SK dapat membantu meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian Indonesia dengan cara mengintegrasikan kekuatan SDA kita dengan kecanggihan sektor keuangan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. **Penutup** Pada akhirnya, Investment Forum 2026 ini menunjukkan bahwa P2SK merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian. Dengan dukungan dari DPR, BI, dan OJK, diharapkan P2SK dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar saham Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717173243-18-751750/dpr-bi-ojk-kumpul-sama-investor-di-bei-saham-hijau-sepanjang-hari, without altering the facts of the original article.

Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

**Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari Jumat, 17 Juli 2026, dengan pergerakan positif, meningkat 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53. Perdagangan saham-saham perbankan menjadi pusat perhatian investor, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,32 triliun dan volume perdagangan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada hari yang sama, bursa lain di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan meliput dengan pelemahan signifikan. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup anjlok 4%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, sementara indeks CSI 300 China merosot 3,6%. Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan bahwa pelemahan pasar di Jepang dan Korea Selatan lebih banyak dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi global. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai bahwa perpindahan dana ke Indonesia tetap memungkinkan terjadi. Ekspektasi kenaikan suku bunga di Korea Selatan berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham negara tersebut, yang telah mencatatkan kinerja kuat sepanjang tahun ini. Dengan demikian, pergerakan IHSG hari Jumat 17 Juli 2026 dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan perpindahan dana asing ke Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kapasitasi pasar meningkat menjadi Rp10.749 triliun, dan aliran dana asing turut menopang penguatan pasar domestik. Di seluruh pasar asing, net buy mencapai Rp 638,6 miliar, dengan saham perbankan menjadi incaran utama investor. Namun, perlu diingat bahwa pelemahan pasar di Asia bukan hanya disebabkan oleh pergerakan IHSG, melainkan juga oleh faktor-faktor lain seperti tekanan pada sektor teknologi global. Oleh karena itu, perlu dipantau pergerakan pasar di masa depan untuk mengetahui apakah perpindahan dana asing ke Indonesia akan terus berlanjut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717174757-17-751749/bursa-asia-kebakaran-ihsg-dapat-untung, without altering the facts of the original article.