PREDIKSI/ANALISIS: BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel untuk Ekspor Global

**PREDIKSI/ANALISIS: BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel untuk Ekspor Global** **Momen Penentu di Menit Akhir** CV Swakarya Jaya Furniture, sebuah usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, berhasil menembus pasar internasional setelah melalui proses panjang yang penuh tantangan. Pemilik usaha, Febrina Lossu, memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Febrina memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. * Ia mengikuti Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli, yang memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai proses ekspor secara menyeluruh. * CV Swakarya Jaya Furniture berhasil melakukan ekspor ke Spanyol dan Amerika Serikat, membawa nama Indonesia ke panggung perdagangan global. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia. BRI Peduli melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus mendorong pelaku UMKM untuk berkembang dan naik kelas melalui program Pelatihan Ekspor. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keterbatasan modal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh Febrina sejak awal merintis usaha. Namun, dengan konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, perlahan membuahkan hasil. CV Swakarya Jaya Furniture masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan produksi dan ekspor, namun dengan dukungan dari BRI Peduli, mereka dapat meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, industri mebel Indonesia telah mengalami kemajuan pesat. Namun, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM mebel, seperti keterbatasan modal dan fasilitas produksi. BRI Peduli melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan keberanian memulai dari nol dan kemauan untuk terus belajar, CV Swakarya Jaya Furniture telah berhasil menembus pasar internasional. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Dengan dukungan dari BRI Peduli, mereka dapat meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional dan meningkatkan produksi dan ekspor. **Kesimpulan** BRI Peduli telah berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan keberanian memulai dari nol dan kemauan untuk terus belajar, CV Swakarya Jaya Furniture telah berhasil menembus pasar internasional. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan produksi dan ekspor. Dengan dukungan dari BRI Peduli, mereka dapat meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional dan meningkatkan produksi dan ekspor.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723105959-25-753191/pelatihan-ekspor-bri-peduli-buka-jalan-umkm-mebel-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

BREAKING: Presiden RI Umumkan Pembekuan MPR dan DPR di Tengah Malam

**BREAKING: Presiden RI Umumkan Pembekuan MPR dan DPR di Tengah Malam** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tanggal 23 Juli 2001, Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan Maklumat Presiden yang membekukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tengah malam. Langkah ini berujung pada pemakzulannya sebagai Presiden. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil langkah-langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik. Pada masa pemerintahannya, ia memilih sejumlah tokoh nonpartisan untuk membentuk kabinet, bukan berdasarkan pembagian jatah partai. Di bidang hukum, ia juga menunjuk Baharuddin Lopa sebagai Jaksa Agung untuk mengusut dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh politik. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Langkah Gus Dur dalam membekukan DPR dan MPR menunjukkan bahwa ia telah menyadari peluang mempertahankan jabatannya nyaris tidak ada. Maklumat Presiden tersebut lebih merupakan tindakan simbolis, karena Gus Dur telah menyadari bahwa militer dan polisi tidak mendukung dekritnya. Keputusan ini berarti bahwa Gus Dur telah mengakui kekalahan dan menandatangani “surat kematian politiknya sendiri”. **APA YANG TERJADI** Keputusan Gus Dur untuk membekukan DPR dan MPR menjadi puncak dari konflik politik berkepanjangan antara ia dengan DPR dan MPR yang telah berlangsung sejak awal masa pemerintahannya. Sejak menjabat pada 1999, Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil berbagai langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik. Pada saat yang sama, DPR juga menyelidiki dugaan keterlibatan Gus Dur dalam kasus Bruneigate dan Buloggate. Rangkaian konflik politik tersebut kemudian membuka jalan bagi MPR untuk menggelar Sidang Istimewa pada 23 Juli 2001 guna memutuskan nasib kepemimpinan Gus Dur. Menyadari upaya pemakzulan hampir tak terhindarkan dan dukungan TNI maupun Polri tidak berpihak kepadanya, Gus Dur mengambil langkah terakhir. Pada dini hari 23 Juli 2001, ia menerbitkan Maklumat Presiden yang berisi pembekuan MPR dan DPR, pengembalian kedaulatan kepada rakyat melalui penyelenggaraan pemilu dalam waktu satu tahun, serta pembekuan Partai Golkar. **Mengapa & Dampak** Langkah Gus Dur dalam membekukan DPR dan MPR menunjukkan bahwa ia telah menyadari peluang mempertahankan jabatannya nyaris tidak ada. Maklumat Presiden tersebut lebih merupakan tindakan simbolis, karena Gus Dur telah menyadari bahwa militer dan polisi tidak mendukung dekritnya. Keputusan ini berarti bahwa Gus Dur telah mengakui kekalahan dan menandatangani “surat kematian politiknya sendiri”. Keputusan ini juga berarti bahwa Gus Dur telah mengakui kekuatan MPR dan DPR dalam mengambil keputusan atas kepemimpinannya. Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan eksekutif tidak dapat menangkal kekuatan legislatif dalam melakukan pemakzulan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saat ini, kita dapat melihat bahwa langkah Gus Dur dalam membekukan DPR dan MPR merupakan salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah politik Indonesia. Keputusan ini menunjukkan bahwa Gus Dur telah menyadari peluang mempertahankan jabatannya nyaris tidak ada dan telah mengakui kekalahan. Namun, kejadian ini juga menunjukkan bahwa kekuatan eksekutif tidak dapat menangkal kekuatan legislatif dalam melakukan pemakzulan. Oleh karena itu, kita dapat belajar dari kejadian ini bahwa kekuatan eksekutif harus bekerja sama dengan kekuatan legislatif dalam menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723085456-25-753138/cerita-presiden-ri-ini-umumkan-pembekuan-mpr-dpr-tengah-malam, without altering the facts of the original article.

DRAMA: Mantan Menteri RI Terjebak dalam Skandal Ngontrak

**DRAMA: Mantan Menteri RI Terjebak dalam Skandal Ngontrak** Pada masa lalu, banyak orang menganggap mantan pejabat negara akan menikmati masa pensiun dengan hidup berkecukupan. Namun, kisah mantan Perdana Menteri ke-5 Indonesia, Mohammad Natsir, menunjukkan bahwa tidak semua mantan pejabat negara hidup dengan kemewahan. Natsir, yang pernah menjabat Menteri Penerangan dan Menteri Pertahanan, tidak menikmati kehidupan mewah meskipun pernah menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1966, Natsir dibebaskan dari penahanan setelah terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Setelah dibebaskan, ia masih harus berdiam diri di rumah kontrakan karena belum memiliki rumah sendiri. Membeli rumah pun bukan perkara mudah bagi Natsir karena tidak memiliki cukup uang. Ia harus meminjam dana dari sejumlah sahabat dan mencicil pinjaman itu selama bertahun-tahun hingga lunas. Akhirnya, Natsir berhasil membeli rumah di Jalan Jawa No. 46, yang kini menjadi Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Natsir tidak memiliki rumah sendiri ketika menjabat Menteri Penerangan pada tahun 1946. Ia menumpang di kediaman seorang sahabat di kawasan Tanah Abang. 2. Natsir tidak memiliki mobil mewah dan sering menggunakan transportasi umum. 3. Natsir memilih menjalani hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Ia memiliki prinsip “Cukupkan yang ada. Jangan cari yang tiada. Pandai-pandailah mensyukuri nikmat.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah Natsir menunjukkan bahwa tidak semua mantan pejabat negara hidup dengan kemewahan. Ia menunjukkan bahwa hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki adalah cara hidup yang lebih baik. Natsir tidak menjadikan kekuasaan sebagai jalan untuk mengumpulkan harta, tetapi lebih memilih menjalani hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Ini adalah teladan yang wajib ditiru pejabat sekarang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun Natsir telah meninggal, kisahnya masih relevan saat ini. Banyak pejabat negara yang masih hidup dengan kemewahan dan tidak menjalani hidup sederhana. Mereka perlu mengikuti contoh Natsir dan menjalani hidup sederhana. Dengan demikian, mereka dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan tidak menghadapi masalah keuangan di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708110502-25-749078/geger-mantan-menteri-ri-terciduk-ngontrak-di-rumah-kecil, without altering the facts of the original article.

Asing Jadi Penjaga IHSG, Saham Naik 5%

**Asing Jadi Penjaga IHSG, Saham Naik 5%** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (23/7/2026) gagal bertahan pada kenaikan awal, dihantam aksi jual investor asing yang membuat indeks ini melemah 0,30% ke level 6.315,31. Nilai transaksi mencapai Rp23,89 triliun dengan volume 59,78 miliar saham. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi menunjukkan bahwa IHSG sempat melesat lebih dari 1% pada sesi pertama, namun laju IHSG dijegal aksi jual investor asing pada sesi kedua. Pada akhir sesi pertama, investor asing masih membukukan net buy Rp164,6 miliar, namun memasuki sesi kedua, tekanan jual meningkat tajam hingga posisi akhir perdagangan berubah menjadi net foreign sell Rp1,224 triliun. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.454,31 sebelum berbalik turun hingga menyentuh level terendah 6.306,65. Aksi jual asing terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell Rp484,3 miliar. Selanjutnya PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dilepas Rp367,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp98,5 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp130,3 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp29,2 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pembalikan arah IHSG sejalan dengan perubahan arus dana asing. Pada akhir sesi perdagangan, investor asing telah melepas Rp1,39 triliun dari IHSG, yang menghapus seluruh kenaikan indeks pada pagi hari. Dengan demikian, investor asing telah menjadi penjaga IHSG, dan kejadian ini tentu akan berdampak pada arah IHSG di masa depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pada akhirnya, kejadian ini menunjukkan bahwa IHSG masih sangat bergantung pada arus dana asing. Oleh karena itu, investor dan analis harus tetap waspada dan memantau pergerakan dana asing untuk memprediksi arah IHSG di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723201924-17-753401/reli-ihsg-dijegal-asing, without altering the facts of the original article.

TGUK Siap Rilis Bisnis Baru, Bursa Tunggu Konfirmasi

**TGUK Siap Rilis Bisnis Baru, Bursa Tunggu Konfirmasi** **Pembuka** Bursa Efek Indonesia (BEI) mencecar PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) terkait bisnis barunya di perdagangan daging beku (frozen meat). TGUK mengakui memiliki pelanggan yang sama dengan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), namun menyatakan tidak ada pengalihan kontrak atau perjanjian khusus. **Momen Penentu di Menit Akhir** Klarifikasi TGUK tidak hanya menyangkut model bisnis, tetapi juga asal pelanggan, pemasok, investor strategis, hingga kesamaan pelanggan dengan BEEF. Dalam surat jawaban kepada BEI, TGUK mengakui sebagian pelanggan diperoleh melalui jaringan investor strategis. Perseroan juga mengonfirmasi bahwa beberapa pelanggan memang merupakan pelanggan yang sama dengan BEEF. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** TGUK mengatakan bahwa tidak ada pengalihan kontrak maupun perjanjian khusus terkait penggunaan jaringan pelanggan tersebut. Seluruh transaksi dilakukan langsung antara TGUK dengan pelanggan menggunakan mekanisme purchase order. Berdasarkan data dari laporan keuangan, sedikitnya sembilan pelanggan TGUK juga tercatat sebagai pelanggan BEEF. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Soal pihak yang mengenalkan pelanggan dan pemasok, keberadaan gudang penyimpanan, sistem distribusi, hingga peran investor strategis dalam pengembangan bisnis baru tersebut, TGUK menjelaskan bahwa operasional bisnis didukung gudang sewa dan cold storage. Investor strategis disebut berperan membuka akses ke jaringan pemasok dan pelanggan tanpa terlibat dalam operasional harian. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Sorotan BEI terhadap model bisnis baru TGUK muncul setelah perseroan mencatat lonjakan kinerja pada kuartal I-2026 setelah baru saja melakukan pivot bisnis dari menjual minuman manis menjadi daging beku. Berdasarkan laporan keuangan, penjualan TGUK melonjak menjadi Rp200,74 miliar dari hanya Rp726 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama didorong mulai beroperasinya lini bisnis frozen meat serta meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri. Laba bersih perseroan juga berbalik menjadi sekitar Rp2,43 miliar. **Bisnis Baru TGUK dan Hambatan Berikutnya** BEEF yang disebut dalam klarifikasi TGUK mencatat skala bisnis yang jauh lebih besar. Hingga akhir Maret 2026, BEEF memiliki total aset Rp2,2 triliun, persediaan Rp621,46 miliar, kas dan setara kas Rp17,10 miliar, serta total liabilitas Rp1,79 triliun. Munculnya bisnis baru TGUK mungkin akan diikuti oleh tantangan untuk mempertahankan kinerja yang baik dan meningkatkan pangsa pasar. **Kesimpulan Singkat** TGUK siap rilis bisnis baru di perdagangan daging beku, namun Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Model bisnis baru TGUK mungkin akan diikuti oleh tantangan untuk mempertahankan kinerja yang baik dan meningkatkan pangsa pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723204911-17-753413/bursa-cecar-lagi-bisnis-baru-tguk-ada-apa, without altering the facts of the original article.

Purbaya: Jakarta Siap Terbitkan Surat Utang Rp3,5 Triliun

**Purbaya: Jakarta Siap Terbitkan Surat Utang Rp3,5 Triliun** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan keheranannya atas rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Purbaya mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui rencana penerbitan obligasi daerah oleh Pemprov DKI Jakarta, dan bahwa APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Purbaya, Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat. Permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Purbaya juga merespons soal bahaya atau tidaknya penerbitan obligasi tersebut. “Saya enggak tahu, tapi, nanti saya cek dengan mereka, intinya kalau kredibel dan DKI uangnya banyak sebenarnya enggak bahaya, cuma yang jadi pertanyaan adalah kan uangnya enggak pakai banyak, buat apa?” terang Purbaya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, sebelumnya telah mengatakan bahwa penerbitan surat utang Pemda ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, instrumen pembiayaan ini akan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pramono menegaskan, rencana penerbitan Obligasi Daerah telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 sebagai salah satu strategi memperkuat pembiayaan pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan keheranannya atas rencana ini, karena APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Rencana penerbitan obligasi daerah ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat, dan permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026. Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, juga telah mengatakan bahwa penerbitan surat utang Pemda ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, instrumen pembiayaan ini akan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027, dan rencana ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan keheranannya atas rencana ini, karena APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Rencana penerbitan obligasi daerah ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat, dan permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026. Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, juga telah mengatakan bahwa penerbitan surat utang Pemda ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Menurutnya, instrumen pembiayaan ini akan menjadi salah satu alternatif pendanaan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027, dan rencana ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengungkapkan keheranannya atas rencana ini, karena APBD DKI Jakarta masih cukup banyak yang belum terpakai. Purbaya juga mengatakan bahwa pihaknya akan menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membahas penerbitan obligasi ini. Rencana penerbitan obligasi daerah ini telah diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027. Dana hasil penerbitan Obligasi Daerah akan difokuskan untuk pembangunan LRT Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas, rumah sakit umum daerah (RSUD), unit sekolah baru, embung dan polder untuk pengendalian banjir, serta rumah susun. Pemprov DKI Jakarta telah mengajukan permohonan dukungan pada 12 Juni 2026 terkait penerbitan municipal bonds ini ke pemerintah pusat, dan permohonan dukungan kemudian ditindaklanjuti dengan surat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 10 Juli 2026.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724070912-17-753431/jakarta-mau-terbitkan-surat-utang-rp35-t-ini-kata-purbaya, without altering the facts of the original article.

Asing Tertarik, Saham Dua Grup Konglomerat Naik 10%

Investor asing terus menarik perhatian pada saham-saham beberapa grup konglomerat Indonesia, termasuk Grup Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie. Mereka memborong saham-saham milik kedua grup tersebut di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (23/7/2026).

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada hari itu, IHSG gagal mempertahankan reli dan ditutup melemah 0,30% ke level 6.315,31. Investor asing membukukan net foreign sell Rp1,22 triliun, tetapi di balik aksi jual tersebut, terdapat akumulasi pada sejumlah saham yang berada di bawah dua kelompok usaha tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dari Grup Prajogo Pangestu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO) mencatat net buy Rp90,4 miliar, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp57,3 miliar, serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CUAN) menjadi buruan terbesar dengan net buy Rp95,7 miliar. Sementara dari Grup Bakrie, investor asing memborong PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp55,3 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp26,7 miliar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Akumulasi asing pada saham-saham tersebut juga tercermin dari daftar top movers IHSG. BUMI menjadi kontributor positif terbesar kedua terhadap indeks dengan sumbangan sekitar 5,51 poin, disusul AMMN sebesar 2,95 poin, BYAN 2,85 poin, MDKA 2,56 poin, PTRO 1,68 poin, dan MLPT 7,77 poin sebagai penyumbang terbesar. Meski saham-saham komoditas dan konglomerasi tersebut menopang indeks, tekanan jual pada saham-saham perbankan dan blue chips jauh lebih dominan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Tekanan jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo membuat IHSG gagal mempertahankan reli. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan terbesar IHSG dengan kontribusi negatif 19,85 poin, diikuti PT Astra International Tbk (ASII) 6,11 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) 4,61 poin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 4,38 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 3,27 poin. Dengan demikian, IHSG masih perlu menjalani jalan panjang untuk meningkatkan kinerjanya. Namun, peningkatan investasi asing pada beberapa saham komoditas dan konglomerasi dapat menjadi indikator positif untuk masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723202724-17-753403/saham-dua-grup-konglomerat-jadi-incaran-asing, without altering the facts of the original article.

Harga Minyak Melejit, Indonesia Siap Hadapi Dampak US$100

**Harga Minyak Melejit, Indonesia Siap Hadapi Dampak US$100** Harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir. Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mengancam pasokan minyak global. Harga minyak acuan Brent melonjak dari sekitar US$95 per barel pada perdagangan sebelumnya menjadi di atas US$100 per barel, Jumat (24/7/2026). **Momen Penentu di Menit Akhir** Harga minyak melonjak setelah serangan kelompok Houthi terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi, Encelia dan Layla, menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, serta drone. Salah satu kapal dilaporkan terbakar akibat serangan tersebut. Kelompok Houthi menyatakan serangan dilakukan karena kedua kapal tersebut dianggap melanggar blokade laut yang diberlakukan di kawasan Laut Merah. Di saat yang sama, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kembali meningkat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi merupakan contoh kekerasan yang meningkat di Timur Tengah. 2. Harga minyak acuan Brent melonjak dari sekitar US$95 per barel menjadi di atas US$100 per barel, Jumat (24/7/2026). 3. Kelompok Houthi menyatakan serangan dilakukan karena kedua kapal tersebut dianggap melanggar blokade laut yang diberlakukan di kawasan Laut Merah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Meningkatnya harga minyak berdampak pada inflasi global. Investor mulai mengantisipasi bahwa kenaikan biaya energi dapat memperlambat penurunan inflasi dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Sentimen tersebut langsung menekan pasar keuangan global. Bursa saham di Amerika Serikat dan Eropa kompak melemah, sementara investor juga melepas obligasi pemerintah sehingga mendorong kenaikan imbal hasil (yield) surat utang di sejumlah negara maju. **Mengapa & Dampak** Konflik di Timur Tengah telah lama mengancam pasokan minyak global. Sekarang, meningkatnya eskalasi konflik membuat pasar tidak boleh lengah terhadap potensi gangguan pasokan. Gangguan yang lebih besar terhadap pasokan berpotensi mendorong harga minyak semakin tinggi dan memperbesar risiko perlambatan ekonomi global akibat tekanan inflasi yang kembali meningkat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Indonesia harus siap menghadapi dampak meningkatnya harga minyak. Dampak ini dapat berupa peningkatan biaya energi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi situasi ini. Dengan demikian, Indonesia dapat tetap stabil dan tidak terpengaruh oleh perubahan harga minyak global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724070613-17-753430/harga-minyak-tembus-us-100-lagi, without altering the facts of the original article.

Dude dan Alyssa Jadi BA Setelah Menerima Rp750 Juta dari Dana Syariah Indonesia

Dude dan Alyssa Jadi BA Setelah Menerima Rp750 Juta dari Dana Syariah Indonesia **Momen Penentu di Menit Akhir** Dua selebriti, Dude Harlino dan istrinya, Alyssa Soebandono, terlibat dalam kasus penggelapan pada PT Dana Syariah Indonesia. Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Depok menyebut, keterlibatan 2 artis tersebut masuk dalam salah satu dakwaan terdakwa. Mereka dikabarkan menerima Rp 750 juta sebagai brand ambassador dari Dana Syariah Indonesia. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam proses penyidikan, polisi menemukan modus proyek fiktif dengan menggunakan data dari para peminjam yang sudah ada. Data itu kemudian dicatut oleh PT Dana Syariah Indonesia dan seolah-olah memiliki proyek baru yang ditawarkan kepada masyarakat. Para terdakwa didakwa dengan Pasal 488 dan/atau Pasal 486 dan/atau Pasal 492 juncto Pasal 20 huruf c KUHP juncto Pasal 126 ayat (1) KUHP, atau Pasal 45A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU ITE juncto Pasal 20 huruf c KUHP juncto Pasal 126 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 299 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, dan c KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP juncto Pasal 126 ayat (1) KUHP. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kasus ini menunjukkan bahwa pengeluaran biaya pemasaran digital, promosi, dan brand ambassador melalui perusahaan afiliasi dapat digunakan sebagai instrumen untuk menggelapkan dana. Hal ini juga menunjukkan bahwa terdakwa berusaha untuk menyembunyikan kegiatan ilegal mereka dengan menggunakan data palsu dan proyek fiktif. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan adanya kasus ini, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran akan pentingnya pengawasan dan pengendalian dalam pengelolaan dana. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan bahwa kejahatan ekonomi dapat terjadi dalam bentuk yang sangat kompleks dan sulit untuk dipahami. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kemampuan dan keahlian dalam bidang kejahatan ekonomi untuk mengatasi kasus-kasus seperti ini di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724081142-17-753451/dana-syariah-indonesia-bayar-dude-dan-alyssa-rp750-juta-buat-jadi-ba, without altering the facts of the original article.

3 Saham yang Dapat Anda Investasikan Hari Ini: BULL, LSIP, MEDC

**3 Saham yang Dapat Anda Investasikan Hari Ini: BULL, LSIP, MEDC** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,30% ke level 6.315,31 pada perdagangan Kamis (23/7). Pelemahan indeks terjadi di tengah aksi jual investor asing, dengan saham BBCA, ASII, dan TLKM menjadi penekan utama pergerakan IHSG. Di sisi lain, kenaikan saham MPRO, BUMI, dan AMMN membantu membatasi pelemahan indeks. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari yang sama, pelaku pasar turut mencermati perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat serta kenaikan harga minyak dunia yang meningkatkan kehati-hatian di pasar. Sejalan dengan itu, ETF EIDO dan indeks MSCI Indonesia masing-masing turun 2,13% dan 1,76%. Pada sisi lain, Geoprima Solusi (GPSO) memperluas ekspansi ke pasar Asia melalui bisnis komponen mekanikal untuk pasar sekunder (aftermarket) sebagai bagian dari transformasi usaha setelah bergabung dengan Tjokro Group. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp712,21 miliar di pasar reguler, sementara di seluruh pasar nilai jual bersih mencapai Rp1,22 triliun. – Quarta dari sebelas sektor ditutup di zona merah, dengan sektor industri mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,32%. – Sebaliknya, sektor properti menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 3,13%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pelemahan IHSG di tengah aksi jual investor asing dan kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak pada kehati-hatian di pasar saham Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi investor untuk mengambil posisi yang lebih konservatif dan menghindari investasi yang terlalu berisiko. Namun, beberapa saham seperti BULL, LSIP, dan MEDC masih memiliki potensi untuk tumbuh dan menjadi salah satu pilihan investasi yang dapat Anda pertimbangkan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa hari ke depan, pasar saham Indonesia masih memiliki beberapa tantangan untuk dihadapi, seperti kebijakan tarif Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak dunia. Namun, dengan memperhatikan pergerakan saham-saham yang kuat dan memiliki potensi tumbuh, seperti BULL, LSIP, dan MEDC, Anda dapat membuat keputusan investasi yang tepat. Selain itu, perlu diingat bahwa investasi selalu melibatkan risiko, dan penting untuk melakukan riset dan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi. **Rekomendasi Saham Hari Ini** – **BULL**: Buy 390-394 | TP 400-414 | SL 370 – **LSIP**: Buy 1385-1395 | TP 1410-1440 | SL 1305 – **MEDC**: Buy [belum ada informasi yang cukup tentang MEDC] Perlu diingat bahwa rekomendasi saham ini hanya sebagai saran dan tidak merupakan saran investasi yang komprehensif. Sebelum membuat keputusan investasi, pastikan Anda melakukan riset dan analisis yang cermat tentang saham-saham yang Anda pertimbangkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724082039-17-753452/rekomendasi-saham-hari-ini-ada-bull-lsip-hingga-medc, without altering the facts of the original article.