Rekening Korban Penipuan Kuras Hingga Ludes, Polisi Minta Warga Waspadai Modus Baru
**Rekening Korban Penipuan Kuras Hingga Ludes, Polisi Minta Warga Waspadai Modus Baru** **Pembuka** Peneliti keamanan siber telah mengungkap modus penipuan yang diam-diam menguras rekening korban hingga ludes. Pelaku membuat situs web palsu yang menyerupai perusahaan ternama untuk menipu pelanggan dan mengalihkan pembayaran ke rekening yang telah mereka siapkan. **Momen Penentu di Menit Akhir** F6, perusahaan keamanan siber asal Rusia, mengungkap kampanye penipuan berskala besar yang telah berlangsung sejak 2017. Pelaku membuat situs tiruan dari berbagai perusahaan Rusia, mulai dari produsen pupuk, perusahaan petrokimia, pabrik metalurgi, operator logistik, hingga perbankan. F6 menyebut sebagian besar konten di situs palsu tersebut disalin langsung dari situs resmi perusahaan. Beberapa di antaranya juga menggunakan nama domain yang sangat mirip dengan domain asli. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sebagian besar konten di situs penipuan ini disalin dari situs resmi perusahaan. Beberapa juga menggunakan nama domain yang sangat mirip. Situs palsu ini tersedia dalam bahasa Inggris, Prancis, Arab, dan Rusia untuk menargetkan pelanggan internasional dan mencuri pembayaran di muka untuk barang yang sebenarnya tidak pernah ada. Hasil analisis menunjukkan bahwa skema penipuan ini terutama menyasar organisasi di negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS), khususnya pada sektor business-to-business (B2B) dan perdagangan internasional. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pelaku memulai kontak dengan calon korban melalui panggilan telepon, email phishing, serta situs web perusahaan palsu. Mereka kemudian mengirimkan dokumen bisnis yang berisi informasi rekening bank milik perusahaan anak usaha fiktif. Modus ini bekerja dengan cara mengarahkan calon pelanggan ke situs tiruan yang tampak seperti situs resmi. Di situs tersebut, informasi kontak telah diubah sehingga seluruh komunikasi korban akan terhubung langsung dengan pelaku. Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan merekrut tenaga penjualan (sales) yang tidak mengetahui aksi penipuan tersebut untuk melakukan panggilan awal kepada calon pelanggan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Investigasi F6 menemukan hampir 100 domain palsu yang menyamar sebagai perusahaan-perusahaan resmi. Peneliti juga menemukan keterkaitan antara infrastruktur penipuan tersebut dengan kampanye serupa yang telah berlangsung sejak 2017. “Sebagian besar infrastruktur ini menggunakan catatan DNS, alamat IP, dan data registrasi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa situs-situs tersebut merupakan bagian dari satu kampanye yang terkoordinasi,” kata Elena Shamshina, pimpinan teknis Departemen Intelijen Ancaman F6. F6 juga mengungkap kasus serupa yang terjadi pada 2017. Saat itu, sebuah perusahaan kimia di Rusia menerima banyak panggilan telepon dari para petani yang mengeluhkan keterlambatan pengiriman pupuk yang telah dibayar di muka. **Kesimpulan** Salah satu korban, sebuah perusahaan asal Azerbaijan, diperkirakan mengalami kerugian hingga US$150.000 pada April 2025 akibat transaksi penipuan tersebut. Polisi mesti waspada dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah modus penipuan ini. Selain itu, warga harus waspada dan tidak terlalu mudah percaya dengan situs web palsu yang menyerupai perusahaan ternama.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260730134549-37-755085/waspada-modus-penipuan-diam-diam-kuras-rekening-sampai-ludes, without altering the facts of the original article.