Dolar AS Menguatkan Kekuatan, Rupiah Naik ke Rp18.040

**Dolar AS Menguatkan Kekuatan, Rupiah Naik ke Rp18.040** **Dolar AS Menguat, Membuat Rupiah Naik ke Rp18.040** Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (31/7/2026), menjelang berakhirnya perdagangan pekan ini sekaligus perdagangan terakhir Juli. Rupiah dibuka terapresiasi sebesar 0,19% ke posisi Rp18.040/US$. Penguatan ini terjadi setelah diperdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah. **Momen Penentu di Menit Akhir** Rupiah ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah Kamis (30/7/2026), mata uang Garuda terkoreksi 0,17% ke level Rp18.075/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,26% ke posisi 100,130. Meski menguat pagi ini, DXY masih berada jauh di bawah posisi perdagangan sebelumnya setelah pada Kamis terpuruk 1,01% ke level 99,864. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Data Refinitiv menunjukkan bahwa pada Kamis (30/7/2026), mata uang Garuda terpuruk 0,17% ke level Rp18.075/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,26% ke posisi 100,130. Penguatan dolar AS ini terjadi setelah pasar merespons data inflasi Juni dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal terakhir. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari eksternal, mata uang Garuda kembali mendapatkan angin segar dari pelemahan tajam dolar AS di pasar global pada perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap greenback muncul setelah pasar merespons data inflasi Juni dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal terakhir. Data tersebut kembali memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), setelah bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada rentang 3,50%-3,75% dalam pertemuan pekan ini. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pasar saat ini juga terus memantau pada proses pencarian pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Perry mengundurkan diri dari jabatannya efektif sejak 25 Juli 2026 karena alasan pribadi. Nama Destry Damayanti kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat menghadiri acara akad massal KPR subsidi dan penyaluran KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Prabowo mulanya meluruskan pernyataan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait yang menyebut Destry masih menjabat Deputi Gubernur Senior BI. “Menteri Perumahan salah tadi. Ini Ibu Destry adalah pejabat gubernur sementara. Jadi pejabat,” ujar Prabowo. Prabowo kemudian melontarkan candaan mengenai posisi Destry. “Kayaknya gimana? Oke ya?” katanya disambut tawa tamu undangan. Namun, Prabowo menegaskan penetapan Gubernur BI definitif tetap melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Tapi nanti terserah DPR,” ujarnya. Selain Destry, sejumlah nama lain mulai disebut sebagai kandidat Gubernur BI. Kepastian mengenai sosok gubernur definitif masih menjadi perhatian pasar, terutama terkait kesinambungan kebijakan dan independensi bank sentral. **KESIMPULAN** Rupiah naik ke Rp18.040 setelah dolar AS menguat 0,26% ke posisi 100,130. Penguatan dolar AS ini terjadi setelah pasar merespons data inflasi Juni dan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal terakhir. Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri, dan pasar saat ini juga terus memantau pada proses pencarian pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260731083248-17-755293/rupiah-menguat-dolar-as-turun-ke-rp18040, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *