Kerajaan Yogyakarta Terancam, Uang Tunai dan Emas Hilang dalam Rampokan
**Kerajaan Yogyakarta Terancam, Uang Tunai dan Emas Hilang dalam Rampokan** Pada subuh 20 Juni 1812, pasukan Inggris melancarkan serangan ke Keraton Yogyakarta, mengancam keberadaan Kerajaan Yogyakarta. Penyerbuan itu bukan hanya berakhir dengan lengsernya Sultan Hamengkubuwana II, tetapi juga diikuti penjarahan besar-besaran terhadap harta kerajaan. Uang perbendaharaan, pusaka, hingga naskah-naskah penting milik Kesultanan Yogyakarta dibawa pergi oleh pasukan penyerbu. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi menunjukkan bahwa konflik bermula setelah Inggris merebut Pulau Jawa dari Belanda pada 1811. Berbeda dengan sejumlah kerajaan lain yang memilih bekerja sama, Sultan Hamengkubuwana II menolak tunduk kepada pemerintahan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles. Sang sultan menganggap Inggris sebagai kekuatan asing yang mengancam kedaulatan Mataram. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. **Penggunaan Artileri**: Pasukan Inggris berhasil merebut Istana Yogyakarta setelah tembakan artileri. “1.200 prajurit berkebangsaan Eropa dan Sepoy India yang didukung 800 prajurit Legiun Mangkunegaran berhasil merebut Istana Yogyakarta setelah tembakan artileri,” ungkap Ricklefs. 2. **Dampak pada Sultan**: Hamengkubuwana II ditangkap, dilengserkan dari takhta, lalu diasingkan ke Penang. “Sultan sendiri, bersama-sama dengan para kerabatnya, ditangkap dengan cara yang sangat terhina setelah mereka gagal dalam upaya mereka untuk menuntut diadakannya perdamaian,” tulis Peter Carey. 3. **Penjarahan Besar-Besaran**: Berbagai barang berharga milik kerajaan diangkut keluar dari keraton, mulai dari uang tunai, emas, pusaka, naskah kuno, dokumen penting, hingga koleksi perpustakaan yang menyimpan catatan sejarah Jawa. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penjarahan tersebut memiliki dampak yang signifikan pada operasional Kesultanan Yogyakarta. Dana perbendaharaan ludes tak tersisa, sehingga operasional kerajaan terganggu. Bagi kalangan bangsawan Jawa, peristiwa itu menjadi pukulan yang sangat besar. Untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah, Keraton Yogyakarta berhasil direbut melalui serangan langsung pasukan pemerintah Eropa. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kerajaan Yogyakarta masih belum pulih dari dampak penjarahan tersebut. Sejumlah manuskrip dan koleksi yang berasal dari Keraton Yogyakarta kini tersimpan di berbagai lembaga di Inggris, termasuk British Library. Namun, kerajaan tersebut masih memiliki harapan untuk merebut kembali harta karun yang telah hilang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260724150524-25-753629/keraton-yogyakarta-dirampok-uang-tunai-emas-raib, without altering the facts of the original article.