IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,17% ke Level 6.141: “IHSG Menguat 0,17%, Berharap Kenaikan Ini Tidak Berakhir
**IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,17% ke Level 6.141: “IHSG Menguat 0,17%, Berharap Kenaikan Ini Tidak Berakhir** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pertama di level 0,17% ke 6.141 adalah kabar baik bagi investor. Meskipun kenaikan ini tidak terlalu signifikan, namun masih menunjukkan arah yang positif bagi pasar saham. IHSG telah mengalami pergerakan yang stabil dalam beberapa hari terakhir, dan kenaikan ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada perdagangan Rabu (29/7/2026), nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu. Menurut data Refinitiv, per pukul 09.02 WIB, rupiah harus terdepresiasi sebesar 0,25% ke posisi Rp18.100/US$. Pelemahan ini membuat mata uang Garuda kembali menyentuh level psikologisnya. Selain itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,01% ke posisi 101,405. Pergerakan ini merupakan lanjutan dari koreksi sebesar 0,12% pada perdagangan sebelumnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah, penantian terhadap keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), serta langkah stabilisasi nilai tukar yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Meskipun cenderung melemah, greenback tetap mendapat dukungan dari permintaan terhadap aset aman setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Namun, pergerakan mata uang global cenderung terbatas pada awal perdagangan Asia. Pelaku pasar memilih menahan diri menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari WIB. Pasar saat ini memperhitungkan peluang sebesar 33% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bank Indonesia (BI) kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan transisi kepemimpinan bank sentral. Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan stabilitas menjadi prasyarat utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” papar Erwin. Menurut Erwin, upaya menjaga rupiah tidak hanya dilakukan melalui suku bunga kebijakan. BI juga terus mempertajam penggunaan instrumen moneter lainnya. “Berbagai instrumen, termasuk triple intervention di pasar valas (spot, NDF, dan DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter seperti SRBI yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging, terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing,” ujarnya. BI juga terus menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. Penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) akan disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas sekaligus diarahkan untuk mendukung masuknya aliran modal asing. Dengan demikian, pergerakan rupiah dan pasar saham akan terus dipantau dan dianalisis oleh investor dan analis. Meskipun kenaikan IHSG pada sesi perdagangan pertama tidak terlalu signifikan, namun masih menunjukkan arah yang positif bagi pasar saham.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260729083048-17-754626/rupiah-dibuka-melemah-dolar-as-sentuh-rp18100-pagi-ini, without altering the facts of the original article.