Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas: Geger di Jalan

**Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas: Geger di Jalan** **Pembuka** Judul ini menggambarkan kejadian yang mengejutkan di kalangan pejabat, yaitu Baharuddin Lopa, Jaksa Agung ke-17 RI, yang memilih naik angkutan kota (angkot) saat akhir pekan. Ini berbeda dari kebiasaan masyarakat umum, terutama pejabat yang sering menggunakan mobil dinas untuk berbagai keperluan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Baharuddin Lopa, Jaksa Agung ke-17 RI, dikenal sebagai sosok sederhana dan berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Pada 1980-an, Lopa pernah menjadi bahan perhatian di sebuah pesta pernikahan ketika dia turun dari angkot dan berjalan memasuki lokasi acara seperti tamu lainnya. Ketika ditanya mengapa tidak menggunakan mobil dinas, Lopa menjawab dengan tenang bahwa itu hari Minggu dan bukan acara dinas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Lopa tidak pernah memiliki mobil pribadi dalam waktu yang lama, bahkan setelah menjadi jaksa pada 1958. Mobil pribadinya baru dibeli pada akhir 1980-an melalui Jusuf Kalla, seorang pebisnis mobil di Sulawesi Selatan. 2. Lopa membeli mobil seharga sekitar Rp50 juta dengan cara mencicil setiap bulan. Dia menolak tawaran harga khusus dari Kalla karena tidak ingin diistimewakan. 3. Rumahnya di Makassar dan Pondok Labu, Jakarta, tidak memiliki perabot mahal. Kesederhanaan ini berjalan beriringan dengan ketegasannya dalam memberantas korupsi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesederhanaan dan keberanian Lopa dalam berpegang teguh pada prinsip membuatnya dikenal sebagai sosok yang tidak dapat dibeli. Ini juga berdampak pada kegiatan memberantas korupsi yang dilakukannya. Bahkan, setelah dilantik sebagai Jaksa Agung, Lopa langsung memberkas penyelidikan berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan pengusaha dan pejabat tinggi negara. Namun, masa baktinya sebagai Jaksa Agung berlangsung sangat singkat karena dia meninggal dunia pada 3 Juli 2001. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kesederhanaan dan keberanian Lopa merupakan contoh yang dapat diikuti oleh pejabat lainnya. Mereka dapat belajar dari contoh Lopa bahwa menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah sesuatu yang haram. Dengan demikian, kejadian seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi pejabat RI untuk terus meningkatkan integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas negara. **Referensi** – Baharuddin Lopa, 1001 Kisah Baharuddin Lopa (2001) – Ali Said, Kompas (17 April 1983) – Suara Pembaruan (4 Juli 2001)

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *