Kerugian Besar Keraton Yogyakarta, Uang Tunai dan Emas Disita Penjahat
**Kerugian Besar Keraton Yogyakarta, Uang Tunai dan Emas Disita Penjahat** Pada subuh 20 Juni 1812, pasukan Inggris melancarkan serangan ke Keraton Yogyakarta, membawa kehancuran besar-besaran terhadap harta kerajaan. Uang perbendaharaan, pusaka, hingga naskah-naskah penting milik Kesultanan Yogyakarta dibawa pergi oleh pasukan penyerbu. Kerugian ini masih dapat dirasakan hingga hari ini, dan merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Indonesia. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pembukaan pasukan Inggris ke Yogyakarta tidak dapat dipungkiri sebagai akibat dari konflik yang terjadi setelah Inggris merebut Pulau Jawa dari Belanda pada 1811. Sultan Hamengkubuwana II menolak tunduk kepada pemerintahan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles, menyebabkan hubungan kedua pihak semakin memburuk. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam Sejarah Indonesia Modern (1999), sejarawan M.C. Ricklefs mengungkapkan bahwa pasukan Inggris berhasil merebut Istana Yogyakarta setelah tembakan artileri. Selain itu, pasukan Inggris juga berhasil menangkap Sultan Hamengkubuwana II, dilengserkan dari takhta, dan diasingkan ke Penang. Lebih dari itu, penjarahan besar-besaran terhadap harta kerajaan juga dilakukan, termasuk uang tunai, emas, pusaka, naskah kuno, dokumen penting, dan koleksi perpustakaan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penjarahan besar-besaran terhadap harta kerajaan tidak hanya berdampak pada Keraton Yogyakarta, tetapi juga pada bangsawan Jawa. Operasional Kesultanan Yogyakarta sempat terganggu karena dana perbendaharaan ludes tak tersisa. Lebih dari itu, jejak penjarahan ini masih dapat ditemukan hingga hari ini, dengan sejumlah manuskrip dan koleksi yang berasal dari Keraton Yogyakarta kini tersimpan di berbagai lembaga di Inggris, termasuk British Library. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa abad terakhir, Keraton Yogyakarta telah menjalani perjalanan panjang untuk memulihkan harta kerajaan yang telah dirampas. Namun, perlu diingat bahwa penjarahan besar-besaran ini tidak hanya berdampak pada Keraton Yogyakarta, tetapi juga pada bangsawan Jawa dan sejarah Indonesia sebagai keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengingat dan menghargai sejarah yang telah terjadi, serta untuk memulihkan dan melestarikan harta budaya yang telah dirampas. **Keyword utama:** Kerugian Besar Keraton Yogyakarta, Uang Tunai dan Emas Disita Penjahat **Keyword tambahan:** – Pembukaan pasukan Inggris ke Yogyakarta – Penjarahan besar-besaran terhadap harta kerajaan – Sultan Hamengkubuwana II – Keraton Yogyakarta – Sejarah Indonesia – Bangsawan Jawa – Perpustakaan dan arsip – Benda berharga – Penang
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260724150524-25-753629/keraton-yogyakarta-dirampok-uang-tunai-emas-raib, without altering the facts of the original article.