Rusia Bom CIA-Inggris Waspada 24 Jam, Perang AS-Iran Membuat Dunia Bergetar

**Rusia Bom CIA-Inggris Waspada 24 Jam, Perang AS-Iran Membuat Dunia Bergetar** **Momen Penentu di Menit Akhir** Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan serangan ke Iran, memanasnya situasi di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump juga sesumbar akan menyerang kelompok Houthi di Yaman, membuat harga minyak melonjak hingga US$ 100 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi harga minyak sejak 22 Mei. **APA YANG TERJADI** Dalam pernyataan Jumat pagi, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan gelombang “serangan ke-13” sudah diluncurkan ke Iran. “Ini adalah malam ke-13 berturut-turut serangan yang bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan mengurangi ancaman dari Korps Garda Revolusi Islam terhadap pelayaran komersial,” tulis militer AS tersebut. Serangan dilancarkan usai Trump memberi sinyal bahwa ia belum siap untuk menegosiasikan gencatan senjata baru dengan Iran. Kantor berita Fars Iran melaporkan bahwa beberapa ledakan telah terdengar di ibu kota provinsi Khuzestan, Ahvaz. Namun sayangnya, hingga berita diturunkan, lokasi dan asal ledakan yang tepat saat ini belum diketahui. Meski begitu, merujuk Al-Jazeera, dilaporkan pula terjadi ledakan di Pulau Qeshm. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan dua ledakan di dekat desa Mosan di pulau yang terletak di dekat Selat Hormuz tersebut. Tasnim mengaitkan ledakan tersebut dengan serangan rudal AS. tetapi laporan ini belum dikonfirmasi. Trump sesumbar bahwa setiap kerusakan yang terjadi pada kapal dan kargo yang melintasi di Laut Timur Tengah akan dibayar oleh uang Iran. Postingan ini muncul usai Houthi, kelompok pro Iran di Yaman, menargetkan sejumlah kapal Arab Saudi di Laut Merah, seiring ketegangan keduanya. “Kerusakan ini mungkin sangat besar, namun demikian, ini adalah hal yang adil dan wajar untuk dilakukan,” kata Trump dalam postingan Truth Social. **MENGAPA & DAMPAK** Konflik yang meluas di Timur Tengah, di sekitar Selat Hormuz dan pintu masuk Laut Merah yakni Selat Bab al-Mandeb, meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan volatilitas di pasar global. Minyak mentah Brent, patokan minyak global, naik sekitar 7% menjadi US$100,69 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi Brent sejak 22 Mei. WTI, patokan AS, naik 6,17%, menjadi $92,19 per barel. Ini adalah penutupan tertinggi WTI sejak 4 Juni. Kenaikan harga minyak telah mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Januari 2025. Wall Street juga mencatat penurunan. Indeks Dow Jones turun 550 poin (lebih dari 1%), S&P 500 turun 1,4%, dan Nasdaq Composite anjlok 2,5%. Trump memberi isyarat bahwa dia belum siap untuk merundingkan gencatan senjata baru dengan Iran. Mengutip CNN International, Trump mengatakan bahwa “mereka membutuhkan lebih banyak hal yang sama” setelah serangan udara beberapa hari berturut-turut. “Kami melakukannya dengan sangat baik melawan Partai Republik Islam Iran, kami melakukannya dengan sangat baik,” kata Trump di “acara AS. “Mereka ingin melakukan sesuatu, tapi menurut saya mereka belum siap. Mereka membutuhkan lebih banyak hal yang sama,” katanya. Intelijen AS sedang menyelidiki apakah Rusia membantu Iran menemukan dan menyerang fasilitas CIA di Teluk, termasuk kedutaan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Situasi di Timur Tengah semakin memanas, dan konflik ini dapat memiliki dampak besar pada pasar global. Harga minyak yang melonjak dapat meningkatkan inflasi dan volatilitas di pasar global. Selain itu, konflik ini juga dapat mempengaruhi keamanan dan stabilitas di region tersebut. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan negara-negara lain untuk berusaha menyelesaikan konflik ini dengan cara damai dan konstruktif. Jalan panjang yang masih harus ditempuh untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengikuti perkembangan kejadian ini dan berusaha menyelesaikan konflik ini dengan cara damai dan konstruktif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724071328-4-753442/siaga-1-perang-as-iran-jadi-pd-3-rusia-bom-cia-inggris-waspada-24-jam, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *