FHI 2026 Dorong Industri Kuliner yang Inklusif, dari Sampah Makanan hingga Barista Down Syndrome
Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 Dorong Industri Kuliner yang Inklusif, dari Sampah Makanan hingga Barista Down Syndrome Momen Penentu di Menit Akhir ——————————– Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka pada 21-24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo). Pameran business-to-business (B2B) tersebut menyoroti komitmen industri terhadap keberlanjutan dan inklusivitas. FHI 2026 tidak hanya menghadirkan inovasi produk makanan, minuman, dan hospitality, tapi juga menunjukkan bagaimana pelaku usaha mulai menerapkan praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta membuka ruang bagi kelompok difabel. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda ——————————————– FHI 2026 mengadopsi Better Stands Programme yang mendorong penggunaan material pameran yang lebih berkelanjutan. Program ini bertujuan mengurangi limbah konstruksi yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pameran berskala besar. Pengelolaan limbah pameran juga dilakukan bersama Ecoloop agar material yang masih layak dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu, FHI 2026 juga menggandeng FoodCycle Farm untuk mengolah limbah makanan menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah organik yang dihasilkan selama penyelenggaraan acara. Apa Artinya Ini ke Depan? ————————— Penghadiran FHI 2026 juga menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas melalui program Beyond Coffee yang bekerja sama dengan Kopi Kamu dan POTADS. Program tersebut melibatkan barista penyandang down syndrome untuk menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang dalam membangun karier di industri kopi. Program ini juga membuka ruang interaksi yang lebih luas antara pelaku industri, pengunjung, dan penyandang disabilitas dalam suasana yang setara. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh —————————————– Menurut Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, industri makanan, minuman, dan hospitality memiliki peran penting dalam membangun pengalaman wisata yang berkualitas. “Pariwisata Indonesia saat ini tidak hanya menawarkan destinasi, tapi juga pengalaman melalui gastronomi dan kualitas layanan hospitality yang telah menjadi aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia,” sebutnya. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2026. Pertumbuhan tersebut mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan hospitality dan industri makanan yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi nasional. Dalam kesimpulan, FHI 2026 tidak hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, tapi juga menjadi katalis lahirnya inovasi, investasi, dan kemitraan strategis yang akan menentukan arah pertumbuhan industri ini ke depan. Dengan demikian, industri kuliner yang inklusif dan berkelanjutan dapat menjadi kenyataan di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8253116/fhi-2026-dorong-industri-kuliner-yang-inklusif-dari-sampah-makanan-hingga-barista-down-syndrome, without altering the facts of the original article.