Mantan Dubes AS-Iran Minta Indonesia Fokus Benahi Dalam Negeri Daripada Jadi Mediator
Mantan Dubes AS-Iran Minta Indonesia Fokus Benahi Dalam Negeri Daripada Jadi Mediator
Panasnya konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memunculkan wacana agar Indonesia mengambil peran lebih besar dalam mendorong penyelesaian konflik di Timur Tengah. Namun, sejumlah pengamat menilai, pemerintah sebaiknya lebih fokus mengantisipasi dampak perang terhadap kepentingan nasional dibanding memaksakan diri tampil sebagai mediator.
Kondisi geopolitik saat ini membuat beberapa pihak berharap Indonesia dapat berperan sebagai penengah untuk menyelesaikan konflik antara AS dan Iran. Namun, mantan Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai Indonesia saat ini belum memiliki daya ungkit yang cukup untuk memengaruhi arah penyelesaian konflik tersebut.
“Tolong Indonesia tidak usah gagah-gagahan. Kita harus mawas diri. Kita tidak punya daya ungkit (leverage). Yang namanya Non-Blok, yang namanya OKI lupakan. Yang namanya kita berpartisipasi dalam peacekeeping lupakan, karena negara seperti Fiji juga bisa berpartisipasi kok dalam peacekeeping. Enggak usah dibanggakan,” ujar Dian dalam siaran Overview, Rabu (22/7/2026).
Menurut Dian, kondisi geopolitik saat ini membuat Indonesia harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Indonesia harus memprioritaskan kepentingan nasional dan tidak memaksakan diri untuk menjadi mediator dalam konflik antara AS dan Iran.
“Kita harus memahami bahwa konflik antara AS dan Iran adalah masalah besar yang melibatkan banyak negara. Kita tidak bisa memaksakan diri untuk menjadi penengah dalam konflik tersebut. Kita harus lebih fokus mengantisipasi dampak perang terhadap kepentingan nasional,” kata Dian.
Mantan Dubes AS-Iran tersebut juga menekankan bahwa Indonesia harus memiliki daya ungkit yang cukup untuk memengaruhi arah penyelesaian konflik. “Kita tidak punya daya ungkit yang cukup untuk memengaruhi arah penyelesaian konflik. Kita harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan,” ujar Dian.
Dian juga menilai bahwa Indonesia harus lebih fokus mengembangkan kekuatan nasional dibanding memaksakan diri untuk menjadi mediator. “Kita harus lebih fokus mengembangkan kekuatan nasional. Kita harus memiliki daya ungkit yang cukup untuk memengaruhi arah penyelesaian konflik,” kata Dian.
Mantan Dubes AS-Iran tersebut juga menekankan bahwa Indonesia harus memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada. “Kita harus memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada. Kita harus lebih fokus mengembangkan kekuatan nasional,” kata Dian.
Dalam kesimpulan, mantan Dubes AS-Iran tersebut menilai bahwa Indonesia harus lebih fokus mengantisipasi dampak perang terhadap kepentingan nasional dibanding memaksakan diri tampil sebagai mediator. “Kita harus lebih fokus mengantisipasi dampak perang terhadap kepentingan nasional. Kita tidak bisa memaksakan diri untuk menjadi penengah dalam konflik tersebut,” kata Dian.
Demikian informasi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/internasional/7858076/mantan-dubes-minta-indonesia-benahi-dalam-negeri-jangan-gagah-gagahan-jadi-mediator-as-iran, without altering the facts of the original article.