Bos Pajak Menerima Ancaman Santet, Benda Mistik Ditemukan di Kantor DJP, Kasus Ini Bikin Banyak Orang Takut

**Bos Pajak Menerima Ancaman Santet, Benda Mistik Ditemukan di Kantor DJP, Kasus Ini Bikin Banyak Orang Takut** Penjabat Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) Mar’ie Muhammad pernah menghadapi ancaman santet pada tahun 1988. Ancaman tersebut muncul ketika Mar’ie baru saja ditunjuk Menteri Keuangan J.B. Sumarlin sebagai Dirjen Pajak untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak setelah pemasukan dari minyak dan gas bumi merosot tajam. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada masa Dirjen Pajak sebelumnya, Salamun Alfian Tjakradiwirja, kantor DJP pernah ditemukan benda-benda berbau mistik seperti bunga-bunga tanpa diketahui siapa pengirimnya. Pengalaman tersebut membuat sejumlah pejabat khawatir ancaman serupa akan kembali terjadi saat Mar’ie mulai melakukan pembenahan di DJP. Dari situ muncul usulan agar DJP meminta bantuan “orang pintar” untuk menangkal kemungkinan serangan santet terhadap Mar’ie. Bahkan, sempat ada keinginan meminta bantuan salah satu keluarga Mar’ie yang berasal dari daerah yang dikenal kental dengan ilmu hitam. Namun, usulan itu langsung ditolak Mar’ie. “Pak Mar’ie itu Islamnya kuat, jadi bantuan seperti itu dikesampingkan dulu. ‘Bismillah saja, Pak,'” tutur Bambang Wiwoho, salah satu pejabat pajak yang hadir dalam rapat tersebut, dikutip dari autobiografi Mr. Clean: Mar’ie Muhammad (2025). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Mar’ie memilih mengandalkan doa dan keyakinan pribadinya. Dia percaya langkah yang ditempuhnya akan berjalan lancar tanpa harus meminta bantuan supranatural. Ancaman tersebut muncul bukan tanpa alasan. Saat itu Mar’ie baru saja ditunjuk Menteri Keuangan J.B. Sumarlin menjadi Dirjen Pajak. Dalam autobiografi J.B Sumarlin: Cabe Rawit yang Lahir di Sawah (2012), Sumarlin menjelaskan pengangkatan Mar’ie bertujuan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak setelah pemasukan dari minyak dan gas bumi merosot tajam. Presiden Soeharto pun memerintahkan agar pemerintah mulai “memasyarakatkan pajak” sehingga penerimaan negara tidak lagi bergantung pada migas. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Reformasi yang dilakukan Mar’ie mulai membuahkan hasil. Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak meningkat, terlebih setelah pemerintah memberikan penghargaan kepada wajib pajak terbesar dan berbagai insentif bagi masyarakat yang taat membayar pajak. Kiprah Mar’ie sebagai Dirjen Pajak berakhir pada 1993. Berkat keberhasilannya meningkatkan penerimaan negara sekaligus membenahi sistem perpajakan, dia kemudian dipercaya menjabat Menteri Keuangan pada periode 1993-1998. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kasus ancaman santet yang dialami Mar’ie Muhammad menunjukkan bahwa penolakan terhadap kebijakan pemerintah dapat datang lewat cara-cara yang di luar nalar. Namun, dengan keyakinan dan doa, Mar’ie berhasil mengatasi ancaman tersebut dan melanjutkan reformasi besar-besaran di tubuh DJP. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa jalan panjang yang harus ditempuh untuk membenahi sistem perpajakan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714091448-25-750600/bos-pajak-dapat-ancaman-santet-benda-mistik-ditemukan-di-kantor-djp, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *