Bahlil Minta SPBU Sesuaikan Harga BBM Jika Harga Minyak Dunia Turun
Bahlil Minta SPBU Sesuaikan Harga BBM Jika Harga Minyak Dunia Turun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berjanji akan menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jika harga minyak dunia turun. Hal ini dilakukan untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga BBM yang tidak perlu.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pada bulan Juni 2026, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price / ICP) ditetapkan pada US$ 83,45 per barel. Angka ini mengalami penurunan dari ICP bulan sebelumnya yang dipatok sebesar US$ 106,56 per barel. Penurunan harga minyak mentah acuan di pasar internasional antara lain dipengaruhi oleh meredanya ketegangan di Timur Tengah yang sebelumnya sempat memicu gejolak di pasar minyak dunia.
Momen Penentu di Menit Akhir
Ketika ditanya kemungkinan penurunan produk BBM non-subsidi seperti Pertamax pada bulan depan, Bahlil menyatakan sedang melakukan perhitungan terhadap harga minyak dunia. “Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan. Karena teman-teman tahu kab bahwa harga kadang-kadang harga ICP hari ini besok turun tidak sama 2 hari naik lagi,” tuturnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Mengapa harga BBM non-subsidi perlu ditinjau ulang? Menurut Bahlil, karena 20% kuota BBM non-subsidi adalah untuk saudara-saudara kita yang mampu, tapi juga tidak boleh memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan. “Kita juga memastikan bahwa kenaikan terhadap BBM subsidi Insya Allah enggak ada kenaikan sama sekali. Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM yang ketika harga dunia akan turun kita sudah mulai meminta kepada badan usaha swasta termasuk Pertamina untuk segera melakukan penyesuaian,” kata Bahlil.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak akan langsung terjadi. Bahlil berjanji akan melakukan perhitungan terhadap harga minyak dunia dan melakukan rapat dengan badan usaha untuk menentukan harga yang tepat. “Kita akan melihat, saya sudah menghitung dan saya akan melakukan rapat dengan badan usaha dari Pertamina maupun beberapa badan usaha lain. Ketika harga minyak dunia turun, kita akan menyesuaikan,” kata Bahlil.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini merupakan langkah yang tepat untuk melindungi konsumen dari kenaikan harga BBM yang tidak perlu. Pemerintah telah menetapkan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan Juni 2026, dan sekarang adalah waktunya untuk menyesuaikan harga BBM non-subsidi dengan harga minyak dunia yang turun.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260721061542-4-752396/jika-harga-minyak-dunia-turun-bahlil-minta-spbu-sesuaikan-harga-bbm, without altering the facts of the original article.