4 Skenario Konflik AS-Iran dari Guru Besar UI, dari Meja Perundingan hingga Pergantian Rezim
Konflik AS-Iran: 4 Skenario yang Berpotensi Menentukan Arah Konflik
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih terus memanas dengan aksi saling serang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pusat Komando AS (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terbaru terhadap target Iran. “Hari ini pukul 4 sore ET, pasukan AS memulai putaran serangan baru terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi. Serangan-serangan ini dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” tulis CENTCOM di X, Selasa (21/7/2026) pukul 03.16 WIB.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof. Hikmahanto Juwana, memetakan empat skenario yang berpotensi menentukan arah konflik ke depan. Skenario pertama adalah konflik berlanjut tanpa akhir. Menurut Prof. Hikmahanto, konflik ini akan terus berlangsung dengan intensitas yang meningkat seiring waktu. “Sikap keras kedua pemimpin membuat eskalasi konflik semakin sulit dihindari,” kata Prof. Hikmahanto dalam wawancara Kompas Malam.
Skenario kedua adalah konflik menyebar ke wilayah lain. Prof. Hikmahanto berpendapat bahwa konflik antara AS dan Iran dapat menyebar ke wilayah lain, seperti Timur Tengah dan Afrika. “Dengan adanya konflik antara AS dan Iran, negara-negara lain di wilayah tersebut dapat terganggu dan berpotensi terlibat dalam konflik,” kata Prof. Hikmahanto.
Skenario ketiga adalah Amerika Serikat mengambil langkah lebih jauh, seperti melancarkan serangan udara atau darat terhadap Iran. Prof. Hikmahanto berpendapat bahwa langkah lebih jauh ini dapat membuat konflik semakin parah dan berpotensi menimbulkan korban jiwa yang banyak. “Langkah lebih jauh ini dapat membuat Iran semakin marah dan berpotensi melancarkan serangan balasan yang lebih dahsyat,” kata Prof. Hikmahanto.
Skenario keempat adalah pergantian rezim di Iran. Prof. Hikmahanto berpendapat bahwa konflik antara AS dan Iran dapat membuat situasi keamanan di Iran semakin tidak stabil dan berpotensi menimbulkan pergantian rezim di negara tersebut. “Dengan adanya konflik, situasi keamanan di Iran dapat semakin tidak stabil dan berpotensi menimbulkan pergantian rezim,” kata Prof. Hikmahanto.
Karenanya, Prof. Hikmahanto berpendapat bahwa kedua negara harus segera kembali ke meja perundingan untuk mencari jalan keluar dari konflik ini. “Kedua negara harus segera kembali ke meja perundingan untuk mencari jalan keluar yang adil dan menyenangkan bagi semua pihak,” kata Prof. Hikmahanto.
Dengan demikian, konflik antara AS dan Iran masih terus memanas dan berpotensi menimbulkan konsekuensi yang serius. Karenanya, perlu segera diambil langkah-langkah untuk mencari jalan keluar yang adil dan menyenangkan bagi semua pihak.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/internasional/7856841/4-skenario-konflik-as-iran-menurut-guru-besar-ui-dari-meja-perundingan-hingga-pergantian-rezim, without altering the facts of the original article.