Zhafira, Siswi SLB yang Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan untuk Sukses
Zhafira Lutfiadinda, atau yang akrab disapa Dinda, adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukan halangan untuk sukses. Siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Santi Rama ini berhasil lolos ke Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dinda, yang merupakan penyandang disabilitas tuli sejak lahir, membuktikan bahwa impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat terwujud.
Momen Penentu di Menit Akhir
Perjalanan Dinda menuju kampus impiannya tidaklah mudah. Berdasarkan data Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, sebanyak 806.242 siswa mengikuti SNBP, dengan hanya 189.017 kursi tersedia di 146 perguruan tinggi negeri. Di tengah persaingan yang begitu ketat, Dinda berhasil mengamankan satu kursi di FSRD ITB yang memiliki tingkat keketatan sekitar enam hingga tujuh persen.
Dinda mengaku bahwa ia memang sejak awal ingin melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi sebelum memasuki dunia kerja. “Saya ingin memiliki gelar S1 dulu sebelum bekerja, karena kalau bekerja itu minimal persyaratannya harus S1. Selain itu, saya ingin melanjutkan untuk S2 lagi,” ujarnya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Di balik keberhasilan tersebut tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi latihan, ketekunan, dan deretan prestasi. Sejak duduk di bangku sekolah, Dinda aktif mengikuti berbagai perlombaan seni. Bakatnya terus diasah melalui latihan, termasuk mengikuti kursus seni di GridScovila. Portofolio karya yang ia bangun selama bertahun-tahun kemudian menjadi bekal utama saat mendaftar melalui jalur prestasi.
“Saya mengikuti banyak lomba-lomba di bidang seni, saya juga mengikuti les di GridScovila. Ini hasil karya saya untuk syarat SNBP,” katanya sambil menunjukkan karya yang menjadi bagian dari portofolionya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kecintaannya terhadap seni bukan tanpa tujuan. Dinda telah memiliki cita-cita yang jelas setelah lulus kuliah. “Saya ingin bekerja di bidang animasi, ingin bekerja dalam tim membuat film animasi di Indonesia,” tuturnya.
Keberhasilan Dinda ini juga memberikan inspirasi bagi banyak orang. “Akhirnya, saya menjadi mahasiswa ITB seperti Abi dan Abang saya,” ungkap Dinda melalui bahasa isyarat. Ia membuktikan bahwa keterbatasan dapat diatasi dengan kerja keras dan ketekunan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan keberhasilan ini, Dinda masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Ia harus terus berusaha untuk mencapai cita-citanya dan membuktikan bahwa dirinya dapat sukses di bidang yang dipilihnya. Namun, dengan semangat dan ketekunan yang dimiliki, Dinda siap menghadapi tantangan ke depan.
Dinda berharap dapat menjadi contoh bagi banyak orang bahwa keterbatasan bukan halangan untuk sukses. Ia membuktikan bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, impian dapat terwujud.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178691/kisah-inspiratif-zhafira-siswi-slb-yang-berhasil-tembus-fsrd-itb-keterbatasan-tak-jadi-halangan, without altering the facts of the original article.