Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Global: Dolar AS Tetap di Rp17.980
Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tetap di level Rp17.980/US$. Stabilitas ini terjadi di tengah gejolak global yang mempengaruhi pasar mata uang.
Momen Penentu di Menit Akhir
Merujuk data Refinitiv, nilai tukar rupiah dibuka tidak berubah dan masih bertahan di posisi Rp17.980/US$. Posisi tersebut bertahan setelah rupiah menguat tajam 0,44% pada penutupan perdagangan sebelumnya yang sekaligus membuat rupiah menguat dibawah level Rp18.000/US$. Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau bergerak stabil di posisi 100,753 pada pukul 09.00 WIB.
Setelah di perdagangan sebelumnya, DXY menguat 0,28%. Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global dan perkembangan konflik di Timur Tengah.
Apa yang Mempengaruhi Stabilitas Rupiah?
Dolar AS cenderung stabil pada perdagangan Jumat, tetapi berada di jalur pelemahan secara mingguan. Data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan membuat pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat. Data lain juga menunjukkan perekonomian AS masih cukup kuat, terutama dari kondisi pasar tenaga kerja yang stabil.
Meski demikian, ekonom memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini setelah inflasi konsumen AS melandai pada Juni. Namun, pejabat The Fed masih berhati-hati karena perbaikan inflasi baru terlihat dalam satu bulan, setelah sebelumnya bergerak naik selama beberapa bulan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli kini berada di level 11%, turun dari 25% pada pekan lalu. Pasar juga memperkirakan kenaikan suku bunga sekitar 26 basis poin hingga Desember, lebih rendah dibandingkan 44 basis poin pada awal pekan ini.
Sentimen pasar turut dibayangi kembali memanasnya konflik antara Iran dan AS. Kedua negara saling meningkatkan serangan dalam sepekan terakhir hingga membuat kesepakatan gencatan senjata bulan lalu nyaris runtuh. Eskalasi tersebut mendorong permintaan terhadap aset aman, termasuk dolar AS, sekaligus membawa harga minyak mendekati posisi tertinggi dalam satu bulan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pelaku pasar juga menanti pidato Presiden AS Donald Trump yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah konflik tersebut. Dengan demikian, rupiah dan dolar AS kemungkinan masih akan mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu ke depan.
Rupiah dan pasar keuangan Indonesia masih harus terus memantau perkembangan global dan domestik untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya. Stabilitas rupiah saat ini merupakan sinyal positif, namun tantangan masih ada di depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717082443-17-751496/rupiah-tak-bergerak-dolar-as-stabil-di-level-rp17980-pagi-ini, without altering the facts of the original article.