Rebound IHSG: Saham-Saham Ini Layak Dikoleksi Lagi, Ada Potensi Cuan Besar

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada perdagangan Kamis (16/7), investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1,22 triliun di seluruh pasar. Arus dana asing didorong oleh peningkatan transaksi pada saham sektor perbankan dan emiten komoditas, termasuk transaksi negosiasi terkait pengambilalihan saham PKPK senilai lebih dari Rp1 triliun. Kondisi tersebut turut mendorong penguatan ETF EIDO sebesar 1,33% dan MSCI Indonesia sebesar 1,55%.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dari sisi aksi korporasi, ada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) yang berencana menambah kegiatan usaha baru melalui layanan Network Access Point (NAP) yang akan dijalankan oleh anak usahanya, PT Tower Bersama. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem infrastruktur digital Perseroan di luar bisnis utama penyewaan menara telekomunikasi. Berhubung kontribusi Tower Bersama terhadap pendapatan konsolidasian melebihi 20%, maka rencana tersebut dikategorikan sebagai transaksi material dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 24 Agustus.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Model bisnis NAP akan difokuskan sebagai penyedia layanan wholesale IP transit dengan target pelanggan penyelenggara jasa internet (ISP) Tier 2–3 dan segmen korporasi. Pengembangan bisnis ini akan memanfaatkan sinergi aset grup yang meliputi jaringan serat optik lebih dari 60.000 kilometer, menara telekomunikasi, serta pusat data. Perseroan menyiapkan investasi awal sekitar Rp47,40 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal sehingga tidak mengubah struktur permodalan maupun menambah utang. Berdasarkan studi kelayakan independen untuk periode proyeksi 2026–2041, rencana pengembangan tersebut menghasilkan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 18,65%, Net Present Value (NPV) positif Rp37,83 miliar, Profitability Index 1,86 kali, serta estimasi periode pengembalian investasi sekitar 7 tahun 4 bulan. Lalu, ada PT Pinago Utama Tbk (PNGO) yang tengah memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang dilakukan oleh pengendali barunya, AEP Nusantara Holdings Limited. Penawaran dilakukan atas maksimal 13,59 juta saham atau sekitar 1,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga Rp3.584 per saham. Nilai transaksi maksimal MTO diperkirakan mencapai sekitar Rp48,69 miliar. Periode penawaran berlangsung mulai 16 Juli hingga 14 Agustus 2026, setelah AEP Nusantara menyelesaikan akuisisi 767,66 juta saham atau sekitar 98,26% kepemilikan PNGO senilai Rp2,75 triliun pada 4 Mei lalu.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan demikian, penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut, terutama didorong oleh kenaikan saham-saham besar seperti ASII, BMRI, dan BBCA. Selain itu, ada beberapa saham yang terlihat layak dikoleksi lagi, seperti TBIG dan PNGO, yang memiliki potensi cuan besar ke depan. Oleh karena itu, investor perlu memantau pergerakan IHSG dan saham-saham tersebut untuk menentukan strategi investasi yang tepat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717083036-17-751498/ihsg-masih-rebound-deretan-saham-ini-menarik-buat-dilirik, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *