Proyek Masela Dimulai, Prabowo: Segera Rampung Sebelum Pilpres
Momen Penentu di Menit Akhir
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh perusahaan migas asal Jepang, Inpex yang bekerja sama dengan Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$ 20,9 miliar atau Rp 376,2 triliun. Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan kondensat sekitar 35.000 barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional. Setelah melalui proses pengembangan selama hampir tiga dekade sejak penandatanganan kontrak pada 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Proyek ini telah melalui proses panjang dan telah mencapai progres Front End Engineering Design (FEED) sebesar 79,56%, melampaui target yang direncanakan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, proyek ini bisa dieksekusi setelah 28 tahun mangkrak. “Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini tepat 16 Juli 2026 kita menandai babak baru, proyek abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu, enam presiden. Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa eksekusi ini,” ujar Bahlil dalam acara yang sama.
Apa Artinya Ini ke Depan?
MENGAPA proyek ini penting? Proyek ini telah menjadi perdebatan panjang karena masih adanya perdebatan apakah proyek ini dilaksanakan di laut atau di darat. Namun, menurut Bahlil, atas arahan dari Presiden Prabowo untuk segera dilakukan eksekusi guna meningkatkan ketahanan energi dan meningkatkan perekonomian Indonesia. “Saya harus sampaikan kepada bapak presiden karena proyek ini sudah terkatung-katung di darat atau di laut. Dan ini perdebatan yang panjang tapi atas bimbingan dan arahan bapak Presiden untuk segera mengeksekusi, melakukan asistensi dan memberikan penegasan kepada seluruh konsesi-konsesi perizinan minyak dan gas yang telah diberikan yang sudah selesai POD tapi tidak bisa dilaksanakan, segera diberikan instruksi cepat,” papar Bahlil. DAMPAK dari proyek ini adalah peningkatan ketahanan energi nasional dan peningkatan perekonomian Indonesia. Dengan proyek ini, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan produksi energi dan mengurangi ketergantungan pada impor energi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Proyek ini masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh sebelum dapat beroperasi secara penuh. Namun, dengan dimulainya konstruksi, diharapkan proyek ini dapat selesai sesingkat-singkatnya dan memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia. Presiden Prabowo Subianto berharap proyek ini dapat rampung sebelum Pilpres, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan proyek ini dengan cepat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/energi/d-8577170/pembangunan-proyek-masela-dimulai-prabowo-minta-segera-rampung, without altering the facts of the original article.