NASA Ungkap Temuan Laut Bercahaya Misterius yang Bikin Ilmuwan Bingung

NASA telah mengungkap temuan laut bercahaya misterius yang membingungkan ilmuwan selama lebih dari 400 tahun. Fenomena yang dikenal sebagai “milky seas” atau “laut susu” ini dapat diamati dari luar angkasa berkat satelit NASA. Namun, penyebab pasti kemunculannya masih menjadi teka-teki bagi ilmuwan.

Apa yang Terjadi?

Para pelaut telah melaporkan fenomena aneh berupa hamparan laut yang bercahaya terang pada malam hari selama lebih dari 400 tahun. Dengan kemajuan teknologi, para ilmuwan dapat memantau fenomena ini dari luar angkasa menggunakan sensor Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit NOAA dan NASA. Dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2021, tim yang dipimpin Steven Miller, profesor atmosfer di Colorado State University, berhasil mengidentifikasi 12 kejadian milky seas dari data satelit yang dikumpulkan antara 2012 hingga 2021.

Salah satu kejadian milky seas yang paling terkenal terjadi pada 2019 dengan luas hampir sebesar Islandia dan bertahan selama lebih dari 40 malam berturut-turut. Ilmuwan telah mengetahui organisme yang menghasilkan cahaya tersebut, yaitu bakteri bercahaya Vibrio harveyi. Namun, yang masih menjadi misteri adalah mengapa bakteri tersebut dapat berkumpul dalam jumlah luar biasa besar hingga membuat permukaan laut tampak menyala dari luar angkasa.

Mengapa dan Dampak

Menurut Justin Hudson, mahasiswa doktoral di Colorado State University, memahami fenomena milky seas dapat membuka banyak pengetahuan baru tentang lautan. “Milky seas bisa menjadi tanda ekosistem yang sangat sehat. Bisa juga justru menunjukkan ekosistem yang tidak sehat. Sampai sekarang kami belum mengetahuinya,” ujar Hudson. Ia menambahkan bahwa kemampuan memprediksi kapan dan di mana fenomena tersebut muncul akan membantu ilmuwan memahami perannya dalam sistem Bumi secara keseluruhan.

Dari analisis terhadap seluruh laporan sejarah, para peneliti menemukan sebagian besar milky seas terjadi di kawasan Laut Arab dan Asia Tenggara. Mereka menduga fenomena ini berkaitan dengan sistem iklim besar seperti Indian Ocean Dipole dan El Niño Southern Oscillation (ENSO), meski hubungan tersebut masih perlu dipastikan melalui penelitian lanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bagi Steven Miller, mempelajari laut bercahaya bukan hanya penting untuk memahami ekosistem Bumi, tetapi juga dapat membantu pencarian kehidupan di luar planet kita. “Di mana posisi fenomena ini dalam alam? Apa yang bisa diajarkan tentang kehidupan di lautan? Bakteri merupakan bentuk kehidupan yang sangat sederhana, dan jika kita dapat memahami bagaimana mereka berkumpul dalam jumlah besar, maka kita dapat memahami bagaimana kehidupan dapat muncul di tempat lain di alam semesta,” ujar Miller.

Dengan demikian, penelitian tentang milky seas masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Namun, dengan kemajuan teknologi dan penelitian yang terus dilakukan, diharapkan dapat mengungkap misteri di balik fenomena laut bercahaya ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/science/d-8577463/nasa-temukan-laut-bercahaya-misterius-yang-membingungkan-ilmuwan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *