Kemenkeu Salurkan Bantuan Becak Kayuh Listrik Wisata di Yogyakarta, Dorong Ekowisata

Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) menyalurkan bantuan ekosistem Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) di Yogyakarta, sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan transportasi wisata khas Yogyakarta. Bekalista dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi wisata tanpa menghilangkan identitas budaya Yogyakarta. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pengayuh becak, serta memperkuat pariwisata hijau atau ekoturism melalui moda rendah emisi dan minim polusi suara. Kementerian Keuangan juga melengkapi operasional sistem tersebut dengan satu unit bengkel bergerak atau mobile workshop, 12 stasiun pengisian daya, dan delapan unit baterai cadangan.

Pembangunan Ekosistem Bekalista

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, mengatakan bahwa pembangunan ekosistem Bekalista melibatkan 100 persen tenaga lokal dari Yogyakarta, mulai dari tenaga profesional di bidang teknik fabrikasi, perakitan, kelistrikan kendaraan listrik, hingga sekolah kejuruan untuk memperkuat teaching factory. Penyerahan simbolis ekosistem Bekalista dilakukan kepada 15 perwakilan dari 80 pengayuh becak di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Mengapa Bekalista Dibutuhkan?

Bekalista dibutuhkan karena becak dan andong telah ditetapkan sebagai kendaraan tradisional melalui Peraturan Daerah DIY Nomor 5 Tahun 2016, dan Peraturan Gubernur (Pergub) DIY Nomor 39 Tahun 2024. Regulasi tersebut membuka ruang inovasi becak kayuh berbantuan motor listrik. Dengan demikian, Bekalista diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan transportasi wisata, serta mengurangi beban listrik terutama bagi pengayuh berusia lanjut.

Dampak Bekalista ke Depan

Diharapkan, Bekalista dapat memperkaya pengalaman wisata dan mendorong belanja wisatawan pada produk serta jasa lokal. Namun, untuk menjamin keberlangsungan program becak kayuh listrik wisata tersebut, maka harus didukung dengan tiga pilar, yaitu penguatan tata kelola komunitas melalui koperasi mobilitas nasional Indonesia, kemandirian pemeliharaan aset melalui peningkatan kapasitas mekanik lokal dan fasilitasi bengkel bergerak, serta integrasi teknologi informasi melalui transaksi digital dan memanfaatkan platform Jogjakita untuk memperluas pemasaran serta akses layanan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk ke depan, Kemenkeu berharap program Bekalista dapat berkelanjutan dan memiliki dampak positif yang signifikan pada masyarakat dan lingkungan. Dengan demikian, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring secara terus-menerus untuk memastikan program ini berjalan efektif dan efisien. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan cara penggunaan Bekalista, sehingga program ini dapat diterima dan dimanfaatkan secara optimal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5652859/kemenkeu-salurkan-bantuan-becak-kayuh-listrik-wisata-di-yogyakarta, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *