Kabar Duka dari Labuan Bajo: Turis China Tewas Saat Snorkeling, Polisi Lakukan Investigasi
Turis China tewas saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 15 Juli 2024, ketika gelombang tinggi menghantam kedua korban yang sedang melakukan snorkeling. Guo Xingyou dan Sha Gingyang, keduanya warga negara China, menjadi korban kejadian ini.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kedua korban sedang melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, namun naas gelombang tinggi menghantam ke dua korban dan tenggelam. Guo Xingyou ditemukan lebih dulu pada pukul 12.45 Wita dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban langsung mendapat tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dari wisatawan lain di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi Guo Xingyou ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Labuan Bajo.
Sayangnya, nyawa Guo Xingyou tidak tertolong. “Saat sampai di RSUD Komodo dan diberi penanganan, Dokter menyatakan bahwa korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator.
Sementara itu, Sha Gingyang sempat dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Pada pukul 16.44 Wita, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua di kedalaman 23 meter dengan kondisi meninggal dunia. Sha Gingyang ditemukan pada jarak 0,21 nautical mile atau mil laut (sekitar 300 meter) dari lokasi kejadian.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Kejadian ini menyoroti pentingnya keselamatan wisatawan saat melakukan aktivitas snorkeling. Kedua korban tidak mengenakan jaket keselamatan saat melakukan snorkeling. “Kedua korban berenang tanpa mengenakan jaket keselamatan (life jacket). Tidak ada yang melakukan pengawasan langsung saat mereka berada di dalam air,” kata AKBP Christian Kadang, Kapolres Manggarai Barat.
Diduga kuat, kedua korban terseret arus laut yang kencang dari sisi barat pulau hingga mengalami kelelahan ekstrem. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan keselamatan kapal wisata. Kapal wisata Rinca Story yang membawa kedua korban ke Pulau Kelor telah mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari KSOP Labuan Bajo.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini akan berdampak pada industri pariwisata di Labuan Bajo. Pemerintah daerah dan pihak terkait harus meningkatkan keselamatan wisatawan dan memastikan bahwa semua kapal wisata memenuhi standar keselamatan. Selain itu, wisatawan juga harus lebih waspada dan memperhatikan keselamatan saat melakukan aktivitas snorkeling.
Kapal wisata Rinca Story yang membawa kedua korban ke Pulau Kelor telah memenuhi standar keselamatan, namun kejadian ini tetap menjadi perhatian serius. “Mereka sudah turun ke pulau,” kata Stephanus Risdiyanto, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah dan pihak terkait harus bekerja sama untuk meningkatkan keselamatan wisatawan dan memastikan bahwa semua kapal wisata memenuhi standar keselamatan. Dengan demikian, kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8577326/kabar-duka-turis-china-tewas-saat-snorkeling-di-labuan-bajo, without altering the facts of the original article.