Inggris Vs Argentina Memanas, Pemerintah Inggris Desak FIFA Hukum Messi Cs
Pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium pada Kamis (16/7/2026) berakhir dengan kemenangan dramatis bagi Argentina 2-1. Kemenangan ini tidak hanya membawa Argentina ke final, tetapi juga memicu kontroversi terkait spanduk yang dibawa oleh pemain Argentina yang menyinggung isu politik dengan Inggris, yaitu sengketa wilayah Malvinas. Pemerintah Inggris pun mendesak FIFA untuk mengambil tindakan terhadap pemain Argentina.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pertandingan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir. Inggris unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina bangkit dengan dua gol dalam lima menit terakhir. Enzo Fernandez menyamakan skor dengan tendangan jarak jauh pada menit ke-85, sementara Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina pada menit ke-90+2. Kemenangan ini dirayakan dengan emosional oleh para pemain Argentina.
Dalam perayaan kemenangan, pemain Argentina membentangkan spanduk yang berisi pesan ‘Malvinas adalah Argentina’. Tindakan ini merupakan referensi langsung ke sengketa wilayah antara Argentina dan Inggris terkait Kepulauan Falkland atau Malvinas. Argentina mengklaim wilayah ini sebagai milik mereka, meskipun hasil referendum tahun 2013 menyatakan mayoritas penduduk setempat ingin tetap berada di bawah kekuasaan Inggris.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pertama, sengketa wilayah Malvinas telah menjadi isu sensitif antara Argentina dan Inggris sejak 1982. Kedua, kemenangan Argentina atas Inggris dalam pertandingan ini menambah dimensi politik dalam rivalitas sepak bola kedua negara. Ketiga, tindakan pemain Argentina membawa spanduk politik ke lapangan pertandingan melanggar aturan FIFA, khususnya pasal 34.3 yang melarang pemain menampilkan pesan atau slogan politik apa pun sebelum, selama, atau setelah pertandingan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Tindakan pemain Argentina berpotensi mengakibatkan sanksi dari FIFA. Pemerintah Inggris, melalui Sekretaris Negara untuk Bisnis dan Perdagangan, Peter Kyle, mendesak FIFA untuk menyelidiki dan mengambil tindakan terhadap pemain Argentina. Kyle menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap aturan yang melarang aktivitas politik dalam sepak bola.
“Kami berharap FIFA akan melakukan penyelidikan atas hal ini. Saya pikir itu pasti akan terjadi karena itu merupakan pelanggaran berat terhadap aturan yang melarang aktivitas politik sebagai bagian dari sepakbola,” ujar Kyle.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemenangan Argentina membawa mereka ke final Piala Dunia, namun juga membawa konsekuensi potensial berupa sanksi dari FIFA. Kasus ini menambah babak baru dalam rivalitas sepak bola dan politik antara Argentina dan Inggris. Sementara itu, kedua negara masih harus menempuh jalan panjang dalam menyelesaikan sengketa wilayah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Argentina dan Inggris kini harus menantikan keputusan FIFA terkait tindakan pemain Argentina. Apakah sanksi akan dijatuhkan, dan bagaimana dampaknya terhadap pertandingan final yang akan datang? Yang jelas, insiden ini telah menambah dimensi baru dalam pertandingan sepak bola yang sering kali melampaui batas lapangan hijau.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-8577646/pemerintah-inggris-minta-fifa-hukum-argentina-soal-spanduk-malvinas, without altering the facts of the original article.