Dedi Mulyadi Kritik Rekayasa Jalan Diponegoro, Sebut Akan Berujung Kemacetan
Dedi Mulyadi Kritik Rekayasa Jalan Diponegoro, Sebut Akan Berujung Kemacetan. Penutupan ruas Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate, Bandung, menimbulkan beragam komentar dari masyarakat. Dedi Mulyadi, seorang tokoh masyarakat, memberikan tanggapannya terkait rekayasa jalan tersebut.
Momen Penentu di Jalan Diponegoro
Sejak adanya pengerjaan jalan di kawasan Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan Monumen Perjuangan, ruas Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate ditutup sementara. Penutupan jalan ini memicu komentar dari masyarakat, terutama di media sosial. Dedi Mulyadi, yang dikenal sebagai tokoh masyarakat, memberikan pandangannya tentang rekayasa jalan tersebut.
“Awalnya, dari Jalan Diponegoro tidak bisa langsung ke Jembatan Pasupati, sekarang setelah melingkar, tidak perlu lagi lewat Hotel Pullman. Jadi sekarang tidak perlu memutar lagi, sekarang sudah nyaman, saya sudah tiga kali melewati jalur itu,” kata Dedi Mulyadi, Rabu (15/7/2026).
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pantauan pada Kamis (16/7/2026) menunjukkan bahwa dari arah Taman Lansia menuju Gedung Sate, jalan di depan Gedung Sate masih ditutup. Kendaraan dialihkan ke Jl Sentot Alibasyah. Namun, kini ada lajur baru di Jalan Sentot Alibasyah dan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor, meskipun proses pengerjaan masih berlangsung di sisi lapangan Gasibu.
Trotoar Gasibu yang ada di Jalan Surapati pun terlihat sudah menjadi lajur baru dan bisa langsung mengarah ke Jembatan Pasupati. Pada papan informasi proyek penataan halaman depan Gedung Sate Gasibu, tertulis tentang batas waktu penutupan Jalan Diponegoro (depan Gedung Sate) hingga 7 September 2026.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Bagi kendaraan yang datang dari arah Taman Lansia menuju Jl. Trunojoyo dan Jl Cilamaya, maka bisa melalui jalur alternatif ke Jl. Sentot Alibasyah menuju Jl Surapati, lalu belok ke arah Jl Majapahit. Dedi Mulyadi khawatir bahwa rekayasa jalan ini akan berujung pada kemacetan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perencanaan yang matang untuk menghindari dampak negatif.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan adanya penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas, masyarakat diharapkan untuk lebih sabar dan memahami bahwa proses pembangunan infrastruktur memerlukan waktu dan perencanaan yang tepat. Dedi Mulyadi berharap bahwa pemerintah dapat memantau dan mengevaluasi hasil rekayasa jalan ini untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178685/soal-rekayasa-jalan-diponegoro-dedi-mulyadi-menuju-flyover-pasupati-tanpa-harus-lewat-pullman, without altering the facts of the original article.