5 Aplikasi Android Populer yang Sebaiknya Dihindari, Menurut Ahli Keamanan
Jakarta – Ahli keamanan siber mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam mengunduh aplikasi Android, terutama yang populer dan memiliki jumlah unduhan yang besar. Salah satu ahli keamanan, Pankil Shah, seorang Hardware Engineer di Cisco Systems, mengungkapkan bahwa angka unduhan suatu aplikasi tidak dapat dijadikan patokan keamanan. Berikut adalah 5 aplikasi Android populer yang sebaiknya dihindari karena alasan privasi, keamanan, atau fiturnya sudah tersedia di Android.
Turbo VPN: Aplikasi VPN yang Berpotensi Bahaya
Turbo VPN adalah salah satu aplikasi VPN yang paling populer, dengan jumlah unduhan yang mencapai ratusan juta. Namun, Shah mengingatkan bahwa aplikasi ini tidak memiliki rekam jejak yang bersih. Selama bertahun-tahun, telah ada beberapa laporan tentang praktik data yang dipertanyakan dan hubungannya dengan entitas yang berbasis di China. “Sejujurnya, Turbo VPN hanyalah satu contoh. Saya rasa hal yang sama berlaku untuk sebagian besar VPN gratis yang menawarkan data tak terbatas. Itu karena menjalankan layanan VPN tidak murah, jadi jika Anda tidak membayarnya, perusahaan tersebut mendapatkan keuntungannya di tempat lain,” terangnya.
LastPass: Pengelola Kata Sandi yang Tidak Direkomendasikan
LastPass adalah aplikasi pengelola kata sandi yang populer, namun Shah tidak lagi mempercayainya. Menurutnya, beberapa masalah yang dialami LastPass beberapa tahun terakhir membuatnya sulit direkomendasikan. “Masalah terbesar dengan LastPass adalah rekam jejak keamanannya. Pelanggaran keamanan tahun 2022 sangat serius. Dalam insiden tersebut, penyerang berhasil mencuri data pelanggan dan bahkan mendapatkan akses ke arsitektur keamanan LastPass,” kata Shah. Shah merekomendasikan aplikasi pengelola kata sandi lain seperti Bitwarden yang bersifat open-source dan terjangkau.
Truecaller: Aplikasi yang Berpotensi Membahayakan Privasi
Truecaller adalah aplikasi yang membantu mengidentifikasi penelepon yang tidak dikenal, memblokir spam, dan dapat menyelamatkan user dari menjawab panggilan telemarketing di waktu yang tak pas. Namun, Shah mengingatkan bahwa aplikasi ini memiliki potensi bahaya privasi. “Masalah terbesar saya dengan Truecaller adalah basis data besar yang dibangun menggunakan informasi yang disumbangkan oleh penggunanya. Ini dapat membahayakan privasi pengguna,” terangnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengunduh aplikasi Android. Angka unduhan suatu aplikasi tidak dapat dijadikan patokan keamanan. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih selektif dalam memilih aplikasi yang aman dan dapat dipercaya. Shah juga mengingatkan bahwa ada banyak aplikasi lain yang lebih baik dan aman daripada aplikasi-aplikasi yang disebutkan di atas.
Dalam beberapa tahun terakhir, keamanan siber telah menjadi isu yang sangat penting. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih waspada dalam menggunakan aplikasi Android. Dengan memilih aplikasi yang aman dan dapat dipercaya, masyarakat dapat melindungi diri sendiri dari potensi bahaya keamanan siber.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/security/d-8577673/5-aplikasi-yang-tak-direkomendasikan-ahli-android-meski-jutaan-diunduh, without altering the facts of the original article.