Potensi Kebakaran Hutan Meningkat, Pemerintah Gencarkan Langkah Pencegahan

Potensi kebakaran hutan meningkat signifikan di tengah fenomena El Nino, membuat pemerintah gencarkan langkah pencegahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) mencatat 37 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode Juni-Juli 2026. Kenaikan potensi terjadinya kebakaran di tengah fenomena El Nino juga makin besar. Kebakaran hutan dan lahan ini diprediksi masih akan terus terjadi sepanjang El Nino masih berlangsung.

Momen Peningkatan Kasus Karhutla

Menurut Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, kebakaran hutan dan lahan terjadi sebanyak 37 kali, sedangkan jika ditambah dengan kebakaran gedung dan rumah, angka tersebut bisa mencapai 205 kali, terhitung sejak 5 Juni sampai 12 Juli. Peta sebaran karhutla di Jateng ada di 16 kabupaten dan kota, dengan kasus terbanyak terjadi di Blora dan Sukoharjo. Kebanyakan kasus tersebut merupakan kebakaran lahan, yakni ladang tebu.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Bergas menduga bahwa kebakaran lahan tebu terjadi karena sengaja dibakar untuk mengurangi biaya operasional pascapanen. “Kalau lahan itu lebih cenderung dikarenakan sengaja dibakar, maksudnya yang tebu, ya. Ini rata-rata lahan tebu di mana istilahnya operasional pembersihannya itu lebih murah dibandingkan secara manual dengan manusia,” ungkapnya. Soal kebakaran lahan ilalang, Bergas menduga ada kaitannya dengan El Nino Godzilla. Sebab, ilalang yang bergesekan pada saat panas matahari melanda akan menyebabkan munculnya api.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kebakaran hutan dan lahan diprediksi masih akan terus terjadi sepanjang El Nino masih berlangsung. Oleh karena itu, BPBD Jateng terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar tebu yang telah dipanen. Pemerintah daerah setempat juga diminta untuk mensosialisasikan kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan perkebunan. “Harapannya ini tidak bisa di BPBD semata ya. Kalau imbauannya kita kepada pemerintah daerah untuk edukasi masyarakat kembali berkaitan dengan pemanenan lahan perkebunan supaya tidak dilakukan pembakaran,” tegasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk mengantisipasi terjadinya karhutla, BPBD Jateng terus melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah-daerah yang rawan terjadi kebakaran.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8575877/potensi-kebakaran-hutan-meningkat-langkah-pencegahan-digencarkan, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *