Iseng Berujung Petaka, Peneror SDN di Srengseng Sawah Jadi Tersangka

Momen Penentu di Menit Akhir

Ancaman bom tersebut terjadi pada Senin (13/7) di hari pertama masuk sekolah. Saat para siswa sudah bersiap melaksanakan upacara, sebuah pesan masuk ke nomor WhatsApp guru menyampaikan bahwa sekolah tersebut akan meledak dalam hitungan menit. Pelaku juga sempat melakukan miscall lantaran pesan ancamannya itu tak dibalas. Dalam pesan tersebut, si pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik. “SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK…!!!

Apa yang Terjadi

Ancaman bom tersebut menimbulkan kepanikan murid dan para orang tua di hari pertama masuk sekolah. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) langsung dibubarkan. “Sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak,” ujar Nurma. Dari video yang diterima, tampak pihak kepolisian menyisir sejumlah kelas dan setiap sudut di SD itu. Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror diterjunkan untuk melakukan penyisiran. Dari video juga tampak siswa dikumpulkan di lapangan sebelum dibubarkan. Polisi juga mencoba menenangkan dan memberi penjelasan kepada orang tua siswa yang panik karena ancaman itu.

Mengapa dan Dampak

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku mengaku iseng saat mengirimkan ancaman teror itu. Namun, polisi juga menemukan bahwa pelaku terlilit utang pinjaman online (pinjol). “Ada juga (pinjaman online), tapi nggak nyambung kenapa dia ancam sekolah. Kemarin kan dia ngomong aja, sekarang lagi sama psikolog forensik,” imbuh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah. Iskandarsyah menambahkan bahwa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 601 KUHP terkait ancaman teror.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Kamtono memastikan kondisi sekolah kembali aman. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, sudah kembali berjalan normal pascateror bom. “Ya, dari hari ini MPLS hari kedua berjalan dengan lancar. Teman-teman tadi sudah melihat kita mengadakan senam bareng, kemudian alhamdulillah didatangi ya Bapak Menteri Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ya,” kata Kamtono. Kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut kini berjalan normal kembali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8574535/dalih-iseng-berujung-tersangka-bagi-peneror-sdn-di-srengseng-sawah, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *