Ancaman Santet Menghantui, Benda Mistik Ditemukan di Kantor DJP Bos Pajak

Ancaman santet atau black magic pernah menghantui Mar’ie Muhammad saat menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) pada 1988. Benda-benda mistik bahkan ditemukan di kantor DJP, yang menjadi latar belakang bagi upaya pembenahan yang dilakukannya. Mar’ie Muhammad, yang kemudian menjadi Menteri Keuangan, melakukan reformasi besar-besaran di tubuh DJP, termasuk mengubah sistem pemungutan pajak dan membenahi internal lembaga tersebut.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada masa Dirjen Pajak sebelumnya, Salamun Alfian Tjakradiwirja, kantor DJP pernah ditemukan benda-benda berbau mistik seperti bunga-bunga tanpa diketahui siapa pengirimnya. Pengalaman tersebut membuat sejumlah pejabat khawatir ancaman serupa akan kembali terjadi saat Mar’ie mulai melakukan pembenahan di DJP. Dalam sebuah rapat internal, para petinggi pajak bahkan membahas tentang cara mencegah serangan santet, termasuk usulan untuk meminta bantuan “orang pintar” untuk menangkal kemungkinan serangan tersebut.

Namun, Mar’ie Muhammad menolak usulan tersebut dan memilih mengandalkan doa dan keyakinan pribadinya. Dia percaya bahwa langkah yang ditempuhnya akan berjalan lancar tanpa harus meminta bantuan supranatural. “Pak Mar’ie itu Islamnya kuat, jadi bantuan seperti itu dikesampingkan dulu. ‘Bismillah saja, Pak,'” tutur Bambang Wiwoho, salah satu pejabat pajak yang hadir dalam rapat tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ancaman santet di kantor DJP menjadi berbeda:

Pertama, pengangkatan Mar’ie Muhammad sebagai Dirjen Pajak bertujuan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak setelah pemasukan dari minyak dan gas bumi merosot tajam. Presiden Soeharto memerintahkan agar pemerintah mulai “memasyarakatkan pajak” sehingga penerimaan negara tidak lagi bergantung pada migas.

Kedua, Mar’ie Muhammad diberi tugas membersihkan praktik-praktik kotor di lingkungan DJP yang saat itu dikenal sebagai “lahan basah”. Upaya menarik pajak kerap menghadapi perlawanan, baik dari dalam maupun luar institusi.

Ketiga, reformasi besar-besaran yang dilakukan Mar’ie Muhammad di tubuh DJP, termasuk mengubah sistem pemungutan pajak dari pola pemerintah aktif mengejar wajib pajak menjadi sistem self-assessment, di mana masyarakat menghitung, melaporkan, dan membayar pajaknya secara mandiri.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ancaman santet di kantor DJP pada 1988 menjadi pengingat bahwa upaya pembenahan dan perubahan dalam sebuah institusi dapat menghadapi tantangan yang tidak terduga. Namun, dengan keyakinan dan doa, Mar’ie Muhammad berhasil melakukan reformasi besar-besaran di tubuh DJP dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak.

Kini, DJP terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dan membenahi internal lembaga tersebut. Dengan memahami sejarah dan pengalaman masa lalu, DJP dapat lebih siap menghadapi tantangan ke depan dan meningkatkan kinerja lembaga tersebut.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah melakukan reformasi besar-besaran, DJP masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membenahi internal lembaga tersebut. Dengan terus berupaya meningkatkan kinerja dan pelayanan, DJP dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714091448-25-750600/bos-pajak-dapat-ancaman-santet-benda-mistik-ditemukan-di-kantor-djp, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *