Pemimpin Tertinggi Iran Beri Pujian, Ternyata Pidato Jokowi yang Bikin Terkesan

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang baru saja meninggal dunia pada 28 Februari 2026, meninggalkan sejumlah kenangan dan inspirasi melalui pidato-pidato dan tulisan-tulisannya. Salah satu yang paling menarik adalah ketika Khamenei mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Pidato Soekarno yang menjadi inspirasi bagi Khamenei ini membahas tentang pentingnya persatuan di tengah perbedaan agama dan ideologi.

Apa yang Terjadi?

Pada 3 Juli 2026, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disemayamkan di Mosalla Agung Teheran sebelum nantinya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli 2026. Semasa hidup, Khamenei pernah berbagi pengalaman dalam memoar Cell No. 14 (2021), yang menceritakan pengalamannya sebagai tahanan politik pada era pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi pada dekade 1970-an.

Dalam memoarnya, Khamenei menceritakan bahwa dia pernah berbagi sel dengan seorang pemuda yang merupakan jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh. Pemuda tersebut sangat pendiam dan selalu menghindari pembicaraan mengenai dirinya. Khamenei kemudian melihat kondisi mental pemuda itu semakin tertekan setelah ditangkap. Dia jarang makan dan tampak kehilangan semangat.

Mengapa dan Dampak

Menurut Khamenei, perbedaan keyakinan tidak menjadi masalah dalam persatuan. Dia menegaskan bahwa orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu. Untuk menjelaskan pandangannya, Khamenei mengutip pidato Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. “Dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’,” tulis Khamenei dalam memoarnya.

Pandangan Soekarno ini juga menggambarkan keadaan para tahanan politik di penjara. Meski memiliki latar belakang agama, ideologi, dan pandangan politik yang berbeda, mereka sama-sama menghadapi penindasan dari rezim Shah. “Persatuan seperti itulah yang menghubungkan kita sekarang. Masalah yang kita hadapi sama, dan nasib kita tidak pasti. Agama seharusnya tidak menjadi faktor pemisah di antara kita,” lanjutnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kematian Ayatollah Ali Khamenei meninggalkan sejumlah pertanyaan tentang masa depan Iran dan pengaruhnya terhadap dunia. Namun, melalui pidato-pidato dan tulisan-tulisannya, Khamenei meninggalkan warisan inspirasi tentang pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menghadapi kesulitan. Bagi Indonesia, pengalaman Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung juga menjadi pengingat tentang pentingnya kerja sama dan persatuan di antara negara-negara berkembang.

Dalam konteks yang lebih luas, inspirasi dari Khamenei dan Soekarno ini dapat menjadi pengingat bahwa perbedaan agama, ideologi, dan budaya tidak harus menjadi penghalang dalam mencapai tujuan bersama. Sebaliknya, kesatuan kebutuhan dan kepentingan dapat menjadi dasar yang kuat untuk membangun kerja sama dan persatuan di antara bangsa-bangsa.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Di tengah perubahan global yang cepat dan kompleks, inspirasi dari Khamenei dan Soekarno ini tetap relevan dan dapat menjadi panduan bagi para pemimpin dan masyarakat di seluruh dunia. Melalui pengalaman dan warisan inspirasi ini, kita dapat terus membangun kerja sama dan persatuan dalam menghadapi kesulitan dan mencapai tujuan bersama. Jalan panjang ini masih harus ditempuh, namun dengan kesatuan dan kerja sama, kita dapat mencapai masa depan yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260707113053-25-748708/pemimpin-tertinggi-iran-kutip-pidato-presiden-ri-bilang-begini, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *