Heboh Warga Israel Masuk Istana Merdeka, Ternyata Nyaris Bertemu Jokowi

Hebohnya warga Israel masuk Istana Merdeka pada 1971 silam masih menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Kejadian ini terjadi ketika Ted Lurie, seorang wartawan dari Jerusalem Post, berhasil memasuki Istana Merdeka dan nyaris bertemu dengan Presiden Soeharto. Padahal, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik hingga saat ini.

Momen Penentu di Menit Akhir

Ted Lurie datang ke Indonesia pada Agustus 1971 untuk menghadiri kongres Press Foundation of Asia di Bali. Selama mengikuti kongres di Bali, kehadiran Lurie tidak menimbulkan persoalan. Namun, masalah baru muncul ketika dia bersama sekitar 15 wartawan peserta kongres melakukan lawatan ke Jakarta, termasuk berkunjung ke Istana Merdeka. Saat rombongan tiba, identitas Lurie sebagai warga negara Israel diketahui, yang langsung mengundang tanda tanya karena pemerintah Indonesia saat itu tidak mengizinkan warga negara Israel masuk ke Indonesia.

Lurie sendiri mengaku sempat memasuki Istana Merdeka dan menandatangani buku tamu. Namun, sebelum bertemu Presiden Soeharto, dia memilih mengundurkan diri karena menyadari kehadirannya dapat menimbulkan persoalan. “Saya memahami bahwa kehadiran saya akan menyusahkan rekan-rekan saya. Jadi saya menarik diri meskipun sudah menandatangani buku tamu,” kata Lurie.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Meski batal bertemu Presiden Soeharto, kabar tersebut telanjur menyebar luas. Muncul pertanyaan besar, bagaimana seorang warga negara Israel bisa memperoleh izin memasuki Indonesia hingga mencapai Istana Merdeka. Pihak Istana membenarkan Lurie memang sempat berada di Istana Merdeka, namun mereka menegaskan tidak pernah terjadi pertemuan dengan Presiden Soeharto.

Pemerintah pun melakukan penelusuran. Direktorat Jenderal Imigrasi mengaku tidak mengetahui bagaimana Lurie dapat memasuki Indonesia. Di sisi lain, panitia Press Foundation of Asia menjelaskan Lurie hadir sebagai perwakilan sebuah institusi pers, bukan mewakili negara atau pemerintah Israel. Meski mengetahui kewarganegaraannya, panitia mengaku tidak mungkin menolak peserta yang telah diundang.

Mengapa dan Dampak

Kejadian ini memicu reaksi di Timur Tengah. Sejumlah kalangan mempertanyakan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. “Masuknya wartawan Israel adalah sangat bertentangan dengan ketetapan MPRS,” ungkap Dubes Mesir, Ali Shawki El-Hadidi.

Dari sini, Presiden Soeharto memerintahkan dilakukan pengusutan. Hasil penyelidikan akhirnya mengungkap bahwa Lurie memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Press Foundation of Asia di Bali. “Lurie telah diizinkan masuk Indonesia berdasarkan surat khusus yang dikeluarkan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Yayasan Pers Asia di Bali minggu lalu,” ungkap pemerintah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang harus ditempuh dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel. Meskipun Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, namun kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kedua negara. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengertian antara kedua negara, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708151505-25-749177/geger-warga-israel-masuk-istana-merdeka-nyaris-bertemu-presiden-ri, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *