Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Biosolar B50, Ini Harga Terbaru

Pertamina resmi menaikkan harga BBM Biosolar B50, sebuah langkah strategis dalam meningkatkan pemanfaatan biodiesel di Indonesia. Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar dengan campuran 50% minyak sawit atau dikenal dengan Biodiesel (B50) pada Kamis (9/07/2026). Harga BBM Biosolar B50 ini dibanderol sebesar Rp 6.800 per liter, sama dengan harga BBM Solar subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Momen Penentu di Menit Akhir

Peluncuran B50 ini merupakan peningkatan pemanfaatan biodiesel dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menjadi 50% dari sebelumnya sebesar 40% atau B40 yang sudah dijalankan sejak awal 2025 lalu. Dengan diluncurkannya program ini, Indonesia resmi menjadi negara di dunia yang menerapkan mandatori Biodiesel B50. Menurut Prabowo, ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri.

Apa yang Terjadi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa implementasi mandatori biodiesel B50 ini akan menghemat devisa negara sebesar Rp 170 triliun, naik dari Rp 133,3 triliun dari penerapan kebijakan B40. Kebutuhan biodiesel atau FAME untuk B50 ini naik menjadi 16,7-18 juta kilo liter, naik dari kebutuhan saat B40 yang sebesar 14,9 juta kl. Sementara dari sisi kebutuhan minyak sawit (CPO) naik menjadi 15,2-16,3 juta ton saat B50, dari 13,6 juta ton pada saat B40.

Mengapa dan Dampak

Penerapan B50 memiliki dampak signifikan pada penghematan devisa negara dan penyerapan tenaga kerja. Bahlil menjelaskan bahwa dengan implementasi B50, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor Solar. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kemandirian energi nasional. Selain itu, penerapan B50 juga akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 44,46 juta ton CO2 dari 39,66 juta ton CO2 pada saat B40.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertamina dan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah dalam memastikan ketersediaan bahan baku dan infrastruktur pendukung untuk produksi B50. Namun, dengan peluncuran B50, Indonesia telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil. Ke depan, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring secara terus-menerus untuk memastikan keberhasilan implementasi B50 dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713083312-4-750270/resmi-harga-bbm-biosolar-b50-di-spbu-pertamina, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *