Negara Ini Resmi Tolak Dolar, Pilih Yuan sebagai Dana Cadangan Bank Sentral

Angola resmi menambahkan yuan China ke dalam daftar mata uang yang dapat digunakan bank-bank lokal untuk memenuhi kewajiban dana cadangan atau permodalan di bank sentral. Langkah ini memperkuat posisi yuan di Afrika sekaligus menjadi sinyal berlanjutnya upaya sejumlah negara berkembang untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Yuan menjadi salah satu mata uang yang dapat digunakan sebagai cadangan wajib, bersama dengan dolar AS, euro, dan rand Afrika Selatan.

Keputusan Bank Sentral Angola

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Bank Sentral Angola pada Minggu (12/7/2026). Cadangan wajib merupakan dana yang harus disimpan bank-bank komersial di bank sentral sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mengelola likuiditas perbankan. Dengan pengakuan yuan sebagai mata uang cadangan, Angola semakin menegaskan posisinya sebagai negara yang mendukung penggunaan yuan dalam transaksi keuangan.

Apa yang Terjadi?

Angola merupakan salah satu pemasok utama minyak mentah bagi China. Sebagai imbal balik, China telah menggelontorkan pinjaman bernilai miliaran dolar AS untuk mendanai berbagai proyek pembangunan dan infrastruktur di negara Afrika tersebut. Hubungan ekonomi antara Angola dan China sendiri terbilang erat, sehingga tidak mengherankan jika Angola memutuskan untuk mengakui yuan sebagai salah satu mata uang cadangan perbankan.

Mengapa dan Dampak

Keputusan Angola mengakui yuan sebagai salah satu mata uang cadangan perbankan dinilai menjadi bagian dari tren dedolarisasi yang semakin terlihat di sejumlah negara berkembang, khususnya yang memiliki hubungan dagang dan investasi yang kuat dengan China. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara berkembang mulai berupaya melakukan diversifikasi mata uang dan mengurangi ketergantungan pada dolar. Tren tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari risiko sanksi ekonomi AS, biaya transaksi lintas negara, hingga perubahan peta kekuatan ekonomi global.

Dampak dari keputusan ini tentunya akan memperkuat posisi yuan di Afrika dan meningkatkan penggunaan yuan dalam transaksi keuangan di kawasan tersebut. Selain itu, hal ini juga dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk melakukan diversifikasi mata uang dan mengurangi ketergantungan pada dolar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski yuan mendapat pengakuan baru, dolar AS masih menjadi mata uang cadangan dan transaksi perdagangan internasional yang dominan di dunia. Namun, dengan semakin meningkatnya pengaruh yuan di Afrika dan negara-negara berkembang lainnya, maka tidak dapat dipungkiri bahwa yuan akan semakin memainkan peran penting dalam transaksi keuangan global. Oleh karena itu, kita harus terus memantau perkembangan ini dan melihat bagaimana dampaknya terhadap perekonomian global ke depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260712184639-17-750204/negara-ini-mulai-buang-dolar-resmi-jadikan-yuan-dana-cadangan-bank, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *