148 Ribu Pemasok Pangan Lokal Dilibatkan, Menko Pangan Ungkap Strategi MBG

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok pangan lokal dan akan terus diperkuat melalui sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) guna memperluas penyerapan hasil produksi masyarakat.

Program MBG dan Pemasok Pangan Lokal

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM.

Menurut Zulhas, Indonesia tidak hanya mengandalkan beras, tetapi juga memiliki keragaman pangan lokal yang perlu terus dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat terserap oleh Program MBG dan KDMP sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM.

Sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Pemerintah terus mendorong agar kebutuhan bahan baku Program MBG dipenuhi dari hasil produksi lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa. Zulhas menjelaskan sinergi antara MBG dan KDMP akan memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka pasar yang berkelanjutan bagi komoditas pangan lokal.

Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pasar bagi hasil produksi masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa. Badan Gizi Nasional (BGN) pada April 2026 mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Mengapa Program MBG Penting?

Program MBG penting karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi pangan lokal yang besar. Dengan melibatkan pemasok pangan lokal, Program MBG dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi desa.

Ketersediaan air, tanah yang subur, dan ekosistem yang terjaga merupakan modal utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional. Oleh karena itu, ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar produktivitas sektor pangan dapat terus terjaga dalam jangka panjang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pemerintah berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya sistem pangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Program MBG dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi desa.

Dalam jangka panjang, Program MBG diharapkan dapat menjadi contoh bagi program-program lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi desa. Oleh karena itu, pemerintah harus terus mendorong dan mendukung program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi desa.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5647001/menko-pangan-sebut-mbg-libatkan-148-ribu-pemasok-pangan-lokal, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *