Strategi Penguatan UMKM: Kunci Jakarta Menuju 50 Kota Global

Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif merupakan strategi penting untuk membawa Jakarta masuk dalam jajaran 50 kota global pada tahun 2030. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengatakan bahwa penguatan sektor riil melalui UMKM menjadi faktor penting guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Penguatan UMKM sebagai Fondasi Ekonomi Kreatif

Sebuah kota global tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan investasi, tetapi juga membutuhkan fondasi ekonomi masyarakat yang kuat. UMKM dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menghasilkan inovasi, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan program JakPreneur.

Melalui program ini, Dinas PPKUKM mengintegrasikan pengembangan kapasitas usaha, memberikan pendampingan, membantu akses pembiayaan, memperluas akses pasar, hingga mempercepat transformasi digital. Berdasarkan data per 10 Juli 2026, total usaha binaan Jakarta Entrepreneur (JakPreneur) telah mencapai 422.617 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 344.704 anggota atau 81,56 persen berstatus aktif.

Mengapa Penguatan UMKM Penting?

Penguatan UMKM penting karena dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya penguatan UMKM, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi. Selain itu, UMKM juga dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas yang dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Dampak Penguatan UMKM terhadap Ekonomi Jakarta

Tingginya jumlah usaha binaan aktif menunjukkan bahwa ekosistem kewirausahaan yang tumbuh di Jakarta semakin kuat. Ini sebagai modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas. Data Dinas PPKUKM juga menunjukkan bahwa pelaku ekonomi kreatif mendominasi ekosistem UMKM binaan tersebut. Subsektor kuliner menjadi yang terbesar dengan 198.581 pelaku usaha (46,99 persen), disusul oleh fesyen dengan 24.116 usaha, kriya (craft) 9.073 usaha, seni 1.267 usaha, desain 693 usaha, fotografi 20 usaha, dan gim 11 usaha.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam upaya memperluas akses pasar dan efisiensi usaha di era ekonomi digital, Dinas PPKUKM terus mempercepat transformasi digital UMKM. Saat ini, sebanyak 278.155 peserta JakPreneur (65,82 persen) telah terdigitalisasi, sedangkan 144.462 peserta lainnya (34,18 persen) masih menjalani proses pendampingan. Dengan melihat progres yang signifikan tersebut, Ratu optimistis bahwa UMKM yang kuat akan melahirkan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kompetitif.

Kami terus menjalankan arahan Bapak Gubernur Pramono dengan memastikan UMKM Jakarta menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, inovatif, dan masuk dalam jajaran 50 kota global dunia pada 2030. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, diharapkan visi tersebut dapat terwujud dan membawa manfaat bagi masyarakat Jakarta.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5645029/penguatan-umkm-strategi-penting-bawa-jakarta-menuju-50-kota-global, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *