Rusia Kembali ke Sepak Bola Internasional, UEFA dan FIFA Siap-siap untuk Bentrokan Baru

Momen Penentu di Menit Akhir

The Guardian melaporkan, perbedaan sikap tersebut berpotensi memicu ketegangan baru antara FIFA dan UEFA. Hingga kini UEFA belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sumber dari sejumlah asosiasi sepak bola nasional menyebut hampir tidak ada peluang realistis bagi tim-tim Rusia untuk kembali tampil di kompetisi Eropa. Donny Budiarto, Pelatih sekaligus Manager Timnas Renang Indonesia di 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 (AOWSC) menilai pembinaan atlet di renang perairan terbuka cukup baik karena ada potensi dari atlet-atlet muda. Kondisi itu juga berdampak pada peluang Rusia tampil di Piala Dunia. Meski turnamen tersebut berada di bawah FIFA, babak kualifikasi zona Eropa diselenggarakan oleh UEFA.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Sejumlah federasi besar di Eropa Barat, termasuk Inggris, Jerman, dan Prancis, disebut masih menolak keras kemungkinan Rusia kembali berkompetisi. Tiga tahun lalu, UEFA sempat membatalkan rencana mengizinkan tim-tim Rusia kembali tampil di kompetisi kelompok umur setelah mendapat penolakan dari sedikitnya 12 anggota. UEFA disebut tidak ingin menghadapi situasi serupa. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, juga akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan tahun depan sehingga dinilai tidak mungkin mengambil langkah yang berpotensi membuat sebagian besar pemilihnya kecewa. Di sisi lain, FIFA disebut lebih terbuka terhadap kemungkinan mengembalikan Rusia ke kompetisi internasional. Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya juga telah menyatakan menyambut baik apabila Rusia kembali tampil.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Infantino diketahui memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Keduanya bekerja sama saat Rusia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018. Infantino juga membantu memfasilitasi keikutsertaan Timnas Rusia U-15 pada Piala Dunia kelompok umur yang digelar di Azerbaijan pada Oktober. Dalam wawancara dengan Sky News pada Februari lalu, Infantino mengatakan FIFA akan mempertimbangkan kembali integrasi tim-tim Rusia. “Larangan ini tidak menghasilkan apa pun. Larangan itu hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian,” ujar Infantino.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski begitu, apabila FIFA mengizinkan Rusia mengikuti kualifikasi Piala Dunia melalui konfederasi lain, seperti Israel yang berkompetisi di zona Eropa, langkah tersebut belum tentu menyelesaikan persoalan. Sejumlah tim Eropa disebut dapat mengancam memboikot Piala Dunia jika Rusia berhasil lolos ke putaran final. Persoalan Rusia berpotensi menjadi sumber perselisihan baru antara dua organisasi paling berpengaruh dalam sepak bola dunia tersebut. Sebelumnya, UEFA dan FIFA juga berselisih secara terbuka setelah Komite Disiplin FIFA mencabut hukuman skors Folarin Balogun sebelum Amerika Serikat kalah dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. UEFA menilai keputusan FIFA tersebut telah melewati “garis merah” dan merusak integritas Piala Dunia. Sebaliknya, FIFA membalas dengan menuding UEFA bersikap munafik. Rusia berpotensi menjadi titik balik baru dalam sepak bola internasional. Kembalinya Rusia ke kompetisi internasional akan menjadi langkah besar dalam memulihkan citra sepak bola Rusia yang terkena dampak sanksi internasional. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum Rusia dapat kembali berkompetisi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bola.com/dunia/read/8242206/kembalinya-rusia-ke-sepak-bola-internasional-bisa-picu-bentrokan-baru-uefa-vs-fifa, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *