Gaji Guru PPPK Cirebon Turun Rp271 Ribu, Kisah Pilu di Balik Kenaikan Status

Gaji guru PPPK di Cirebon turun drastis sebesar Rp271 ribu per bulan setelah dipotong iuran BPJS. Ironisnya, penurunan ini terjadi setelah mereka resmi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ratusan guru PPPK paruh waktu pun mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Cirebon untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Kenyataan Pahit di Balik Kenaikan Status

Usman, Koordinator Guru PPPK Paruh Waktu Kecamatan Susukan, mengungkapkan bahwa gaji yang diterima saat ini jauh lebih kecil dibandingkan ketika dirinya dan rekan-rekannya masih berstatus tenaga honorer. Saat masih menjadi honorer, para guru bisa memperoleh penghasilan lebih dari Rp1 juta setiap bulan yang dibayarkan oleh sekolah. Namun, setelah menjadi PPPK paruh waktu, gaji yang bersumber dari APBD hanya sebesar Rp300 ribu. “Gaji dari APBD hanya Rp300 ribu. Setelah dipotong BPJS, yang kami terima tinggal Rp271 ribu,” ujar Usman usai audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Jumat (10/7/2026).

Apa yang Terjadi?

Menurut Usman, terdapat sekitar 750 guru PPPK paruh waktu yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon. Sebagian guru memang masih menerima tunjangan profesi sekitar Rp2 juta per bulan dari pemerintah pusat karena telah memiliki sertifikat pendidik. Namun, tunjangan tersebut merupakan hak profesi dan tidak bisa disamakan dengan gaji yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Mengapa dan Dampaknya

Mengapa hal ini terjadi? Pemerintah Kabupaten Cirebon masih harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerahnya. Namun, para guru berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan mereka. Kenaikan gaji dan percepatan pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu merupakan harapan yang paling mendesak. Mereka juga meminta adanya kebijakan afirmasi apabila kuota pengangkatan PPPK penuh waktu masih terbatas, dengan memprioritaskan guru berdasarkan usia, masa pengabdian, serta yang telah masuk dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dampaknya, para guru PPPK paruh waktu ini harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan gaji yang sangat minim. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kualitas hidup dan kinerja mereka sebagai pendidik. Oleh karena itu, perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, para guru PPPK paruh waktu ini masih harus menunggu jawaban dari pemerintah daerah terkait aspirasi mereka. Apakah pemerintah akan menaikkan gaji dan mempercepat pengangkatan mereka menjadi PPPK penuh waktu? Ataukah mereka masih harus terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan gaji yang sangat minim? Yang jelas, perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1178178/ironi-pppk-cirebon-status-naik-gaji-guru-malah-turun-rp271-ribu, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *