Gaji Rp 12 Miliar Tak Cukup Buat Bahagia, Karyawan Google Pilih Resign dan Mulai Lagi dari Nol
Gaji Rp 12 Miliar Tak Cukup Buat Bahagia, Karyawan Google Pilih Resign dan Mulai Lagi dari Nol. Yousuf Imran, seorang Account Executive (AE) di Google, memiliki penghasilan yang fantastis dengan gaji pokok sebesar US$170.000 (Rp3 miliar) per tahun dan komisi penjualan yang mencapai US$986.000 (Rp17,8 miliar) sepanjang 2026. Namun, Imran memilih untuk mengundurkan diri dari Google dan memulai lagi dari nol.
Penghasilan yang Tidak Membuat Bahagia
Imran memiliki penghasilan yang sangat besar, tetapi ia tidak merasa bahagia dengan pekerjaannya di Google. Menurutnya, penghasilan jumbo dari Google tidak seberapa dibandingkan dengan tawaran yang ‘mengubah hidup’ (life-changing) dari startup-startup AI lain. Imran juga mulai tidak nyaman bekerja di Google setelah melihat banyak rekan-rekannya yang terkena PHK selama beberapa tahun terakhir.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pada April lalu, Imran memberanikan diri untuk mengundurkan diri dari Google dan meluncurkan startup tool penjualan AI mulai dari nol. Keputusan ini diambilnya setelah Google melakukan PHK ke ribuan karyawan secara global, sejak 2023. Imran tidak ingin menjadi korban berikutnya dan memilih untuk mengambil risiko dengan memulai bisnis sendiri.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keluarnya Imran dari Google menjadi penanda bahwa raksasa teknologi tersebut mulai kehilangan ‘taring’ di era AI. Paket kompensasi dan tunjangan Google selama ini dinilai sangat menarik dan memikat para pencari kerja. Namun, startup AI menawarkan peluang finansial yang lebih besar dan tantangan yang menarik. Mantan karyawan Google menginginkan tantangan yang menarik serta potensi penghasilan sangat tinggi yang bisa didapat dengan bergabung di startup AI yang sedang berkembang pesat atau dengan mendirikan startup AI mereka sendiri.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Google telah lama menjadi tolok ukur utama bagi fasilitas istimewa di Silicon Valley, dengan memadukan gaji tinggi dan tunjangan mewah yang mengaburkan batas antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Google secara sistematis memangkas berbagai fasilitas mewahnya demi menghemat biaya dan beroperasi secara lebih efisien. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Google untuk mempertahankan posisinya sebagai perusahaan teknologi terkemuka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260709144555-37-749475/gaji-rp-12-miliar-tak-cukup-karyawan-google-pilih-resign-mulai-dari-0, without altering the facts of the original article.