Bandara Husein Kembali Beroperasi, tapi BIJB Malah Jadi Bengkel Hercules, Ada Apa?
Bandara Husein Sastranegara Bandung dijadwalkan kembali beroperasi melayani penerbangan komersial berjadwal secara penuh mulai 17 September 2026 mendatang. Namun, rencana pemerintah untuk mengoperasikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sebagai fasilitas pertahanan dan reparasi pesawat alutsista seperti Hercules dinilai melenceng jauh dari skenario awal pembangunan infrastruktur kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelumnya, Bandara Husein Sastranegara resmi ditutup untuk penerbangan komersial pesawat jet pada akhir Oktober 2023. Sejak itu, layanan penerbangan komersial dialihkan sepenuhnya ke Bandara Internasional Kertajati. Setelah tiga tahun, Bandara Husein dijadwalkan untuk kembali beroperasi melayani penerbangan komersial berjadwal secara penuh.
Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai alih fungsi BIJB sebagai fasilitas pertahanan justru menyimpang dari tujuan awal pembangunan bandara tersebut. “Saya kira itu sudah keluar dari ide dasar dan juga rencana awal. Itu menunjukkan pemerintah tidak punya strategi yang komprehensif,” katanya, Kamis (9/7/2026).
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Menurut Acuviarta, BIJB Kertajati sejatinya merupakan infrastruktur yang telah disiapkan untuk menjadi bandara utama di Jawa Barat dalam jangka panjang. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. “Sebenarnya dalam jangka panjang, kita bisa menggunakan Bandara Kertajati yang jauh lebih siap,” ujar Acuviarta.
Ia menilai persoalan utama BIJB bukan terletak pada fasilitas bandaranya, melainkan konektivitas menuju kawasan Bandung Raya yang masih terbatas. Selain itu, insentif bagi maskapai penerbangan juga dinilai belum cukup menarik untuk membuka lebih banyak rute.
Apa Artinya Ini ke Depan?
“Problemnya semua sudah tahu, bagaimana transportasi dari bandara ke Bandung Raya masih sangat terbatas. Kemudian insentif bagi perusahaan jasa penerbangan juga menjadi persoalan,” katanya. Karena itu, ia menilai jika BIJB dialihkan menjadi bandara pertahanan yang berfokus pada kegiatan MRO pesawat Hercules, langkah tersebut justru menjauh dari skenario awal pembangunan.
“Kalau kemudian beralih fungsi sebagai bandara pertahanan, kaitannya dengan reparasi Hercules dan sebagainya, itu sudah melenceng dari skenario awal dan itu menunjukkan ketidakmampuan pemerintah,” ujarnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kini, pemerintah harus mempertimbangkan kembali rencana pengoperasian BIJB Kertajati sebagai bandara pertahanan dan mencari solusi untuk meningkatkan konektivitas menuju kawasan Bandung Raya. Dengan demikian, Bandara Husein Sastranegara dapat beroperasi secara optimal dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1178085/bandara-husein-direaktivasi-bijb-jadi-bengkel-hercules-pengamat-pemerintah-tak-punya-strategi, without altering the facts of the original article.