Ancaman Perang dengan Iran Masih Ada, Trump Klaim Tehran Ingin Damai
Serangan Militer AS Terhadap Iran
Serangan militer AS terhadap Iran merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya kembali melancarkan serangan pada Rabu untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal dagang dan pelaut sipil di Selat Hormuz. Sebelumnya, militer AS juga menyerang sekitar 170 target militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz. Pemerintah AS turut mencabut pengecualian yang sebelumnya memungkinkan Iran tetap menjual minyaknya, sehingga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Mengapa Konflik AS-Iran Masih Berlanjut
Konflik antara AS dan Iran masih berlanjut karena adanya perbedaan pendapat tentang kesepakatan damai. Trump menyatakan bahwa AS akan terus merespons setiap serangan Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar. “Saya katakan kita menyerang mereka 20 banding 1. Setiap kali mereka menyerang kita, kita akan menyerang mereka 20 kali lipat, dan kita melakukannya tadi malam,” katanya. Ia menambahkan bahwa apabila perang kembali pecah, Washington akan “memenangkannya dengan sangat cepat” karena, menurutnya, AS sudah unggul secara militer.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Konflik antara AS dan Iran masih memiliki dampak besar pada pasar energi global. Pada perdagangan Kamis pagi, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertahan di atas US$78 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di US$73,55 per barel. Kenaikan harga mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa konflik di kawasan, terutama di sekitar Selat Hormuz, masih berpotensi mengganggu pasokan energi dunia. Selain itu, konflik ini juga dapat mempengaruhi stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Presiden Trump masih belum dapat memastikan apakah konflik antara AS dan Iran akan berakhir atau justru meningkat menjadi perang skala penuh. “Saya tidak tahu,” katanya ketika ditanya tentang kemungkinan perang skala penuh. Namun, ia menegaskan bahwa AS akan terus mempertahankan kemampuan militernya untuk menghadapi setiap ancaman dari Iran. Dengan demikian, jalan panjang yang masih harus ditempuh dalam menyelesaikan konflik antara AS dan Iran masih belum dapat diprediksi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260710074714-4-749652/trump-klaim-iran-ingin-damai-tapi-ancaman-perang-masih-ada, without altering the facts of the original article.