RI Berencana Produksi 15 Antigen Secara Mandiri, Menteri Kesehatan Beri Deadline 2029
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berencana untuk memproduksi 15 antigen vaksin secara mandiri sebelum tahun 2029. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menargetkan bahwa 11 antigen vaksin bisa dibuat melalui riset dan pengembangan oleh Indonesia, sehingga 15 antigen bisa diproduksi secara mandiri. Saat ini, Indonesia hanya mampu memproduksi empat antigen secara mandiri.
Rencana Pengembangan Vaksin Mandiri
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengimpor vaksin dari China dan India, kemudian hanya melakukan proses perakitan. Ia tidak puas dengan cara ini dan ingin Indonesia memiliki teknologi untuk mengembangkan vaksin secara mandiri. “Kita bakal pensiun tahun 2031. Bisakah kita membuatnya lebih cepat? ‘Pengembangan vaksin bisa lama’. Saya tidak percaya. COVID-19, kita bisa melakukannya dalam 18 bulan, 20 bulan. Kenapa saya selalu menerima jawaban ‘kami butuh 5-10 tahun?'” kata Budi.
Saat ini, Indonesia belum memiliki teknologi viral factor technology seperti AstraZeneca, dan mRNA. Sehingga, ada dua hal yang ingin dicapai, yakni melakukan riset dan pengembangan agar vaksin-vaksin itu bisa 100 persen dibuat Indonesia. Kemudian, meningkatkan kapasitas domestik dalam pengembangan vaksin dari antigen atau bibit virus menggunakan kedua teknologi tersebut.
Momen Penentu di Menit Akhir
Budi menargetkan kemandirian vaksin tersebut tercapai sebelum Presiden Prabowo Subianto menyelesaikan masa jabatannya. Ia pun meminta bantuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan industri seperti Bio Farma, serta mitra-mitra guna mendorong transfer teknologi. “Hal bagus dari ini, bukan cuma melakukan riset dan pengembangan. Anda buat juga produk-produknya. Dan ada orang di luar sana yang siap beli dan menggelontorkan uang untuk membeli produk-produk Anda. Jadi bagus kan? Itu situasi yang ideal,” kata Budi.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kemandirian vaksin ini akan memiliki dampak besar bagi Indonesia ke depan. Dengan memiliki teknologi untuk mengembangkan vaksin secara mandiri, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor vaksin dari negara lain. Hal ini juga akan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan vaksin yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengembangan vaksin mandiri juga akan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam bidang riset dan pengembangan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Namun, Budi juga mengungkapkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai target ini. Ia berharap bahwa dengan kerja sama antara pemerintah, industri, dan akademisi, target ini dapat tercapai sebelum tahun 2029. “Jadi saya tunggu sebelum 2031, atau sebelum 2030, sebelum jabatan saya selesai, sehingga perusahaan pembuat vaksin bisa memproduksi 15 antigen ini. Dan disetujui Pak (Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan) Taruna Ikrar,” kata Budi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5641299/menkes-targetkan-ri-bisa-buat-15-antigen-secara-mandiri-sebelum-2029, without altering the facts of the original article.