Krisis Siswa Baru, 35 SMP Negeri di Cirebon Kewalahan, SMPN 3 Plered Paling Parah

Momen Penentu di Menit Akhir

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, H Ronianto, membenarkan masih banyak sekolah negeri yang kekurangan peserta didik pada pelaksanaan SPMB tahun ini. “Iya, memang masih ada beberapa sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan SPMB. Karena itu kami melakukan program optimalisasi keterserapan daya tampung SPMB SMP Negeri Tahun 2026,” ujar Ronianto saat diwawancarai, Rabu (8/7/2026). Program optimalisasi tersebut akan berlangsung hingga 11 Juli 2026. Melalui mekanisme itu, sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa dapat menerima calon peserta didik yang sebelumnya belum tertampung di sekolah lain.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Selain SMPN 3 Plered, Roni menyebut, SMPN 2 Babakan juga masih mengalami kekurangan siswa. Sekolah tersebut masih membutuhkan sekitar 60 peserta didik untuk memenuhi daya tampungnya. “Kalau SMPN 2 Babakan kekurangannya sekitar 60 siswa. Sisanya tidak terlalu banyak, paling satu dua atau di angka puluhan,” jelas dia. Menurut Roni, program optimalisasi diberlakukan khusus bagi 35 SMP Negeri yang belum memenuhi kuota.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kekurangan siswa di 35 SMP Negeri di Cirebon ini menimbulkan pertanyaan tentang penyebabnya. Apakah sekolah-sekolah tersebut kurang diminati oleh masyarakat, ataukah ada faktor lain seperti kualitas pendidikan yang tidak kompetitif? “Masih banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kualitas pendidikan, fasilitas sekolah, dan lokasi sekolah,” ungkap Roni. Beliau menambahkan bahwa Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti kekurangan siswa dan mencari solusi yang tepat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon masih memiliki pekerjaan rumah yang panjang untuk menyelesaikan masalah kekurangan siswa di 35 SMP Negeri. Dengan program optimalisasi yang sedang berjalan, diharapkan sekolah-sekolah tersebut dapat memenuhi kuota penerimaan siswa baru. “Harapannya sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota bisa segera terpenuhi,” ucap Roni. Pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempromosikan sekolah-sekolah negeri agar lebih diminati oleh masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177990/35-smp-negeri-di-cirebon-krisis-siswa-baru-smpn-3-plered-paling-sepi-baru-terisi-separuh-kuota, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *