Banyak Pengusaha AS Pilih China, Trump Geram dan Lakukan Ini

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya geram dengan banyaknya pengusaha AS yang memilih China sebagai mitra bisnis mereka, terutama dalam sektor teknologi kecerdasan buatan (AI). Fenomena baru menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS mulai meninggalkan model-model AI unggulan dari Anthropic dan OpenAI dan beralih ke model-model AI buatan China seperti Zai dan DeepSeek.

Peralihan ke Model AI China

Menurut data OpenRouter, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan token model-model asal China oleh perusahaan-perusahaan AS. Pangsa pasarnya meningkat di atas 30% setiap minggunya sejak 8 Februari 2026, dan mencapai angka tertinggi sebesar 46%. Model-model AI China sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan AS saat ini, seiring meningkatkan biaya AI [untuk model-model buatan AS].

Sebelumnya, perusahaan-perusahaan AS memprioritaskan adopsi AI, kini mereka lebih sadar dengan biaya yang harus dikeluarkan. Meningkatnya penggunaan model AI buatan China mendapat respons negatif dari pemangku kebijakan di AS. Dua komite DPR AS sedang melakukan penyelidikan terkait tren tersebut.

Mengapa Perusahaan AS Beralih ke China?

Meningkatnya penggunaan model AI buatan China oleh perusahaan-perusahaan AS menimbulkan kekhawatiran serius. Model-model AI tersebut dirancang untuk memajukan narasi Beijing, menyensor perbedaan pendapat, serta mencerminkan ideologi dan nilai-nilai Partai Komunis China. Juru bicara Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Inggris menyatakan pihaknya menentang tuduhan tak berdasar dan fitnah jahat terhadap pengembangan AI-nya.

Sektor AI China yang berkembang pesat dibangun di atas kemandirian serta kekuatan sains dan teknologi. Para pembuat kebijakan AS sedang mempertimbangkan cara untuk membatasi makin maraknya penggunaan model AI buatan China oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik terkait penerapan AI.

Apa Artinya Ini ke Depan?

AI muncul sebagai titik persaingan utama antara AS dan China, di mana kedua negara saling berlomba untuk mencapai keunggulan di bidang tersebut. Model-model AI asal China makin diminati oleh perusahaan-perusahaan AS karena mampu memperkecil kesenjangan kinerja dibandingkan pesaing dari AS, sekaligus menawarkan biaya penggunaan yang lebih rendah.

Pada April lalu, pemerintahan Trump menuduh entitas-entitas China melakukan “kampanye berskala industri” untuk meniru sistem AI AS, dan menyatakan akan menjajaki cara untuk meminta pertanggungjawaban pihak asing. Sementara itu, Beijing dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk membatasi akses luar negeri terhadap model-model AI unggulan China.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, persaingan antara AS dan China di sektor AI diprediksi akan semakin sengit. Perusahaan-perusahaan AS harus mempertimbangkan biaya dan kinerja model-model AI yang mereka gunakan, sementara pemerintah AS harus mempertimbangkan cara untuk membatasi penggunaan model AI buatan China oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri.

Dengan demikian, jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh AS dan China dalam persaingan AI masih akan terus berlanjut. Kedua negara harus terus meningkatkan kemampuan dan teknologi mereka untuk mencapai keunggulan di bidang tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260708161257-37-749220/banyak-pengusaha-as-kabur-ke-china-trump-langsung-bertindak, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *