Nasib Afiliator TikTok Shop Kini Tak Pasti, Komisi Dibekukan Imbas Gratis Ongkir
Nasib afiliator TikTok Shop kini tak pasti setelah kebijakan pembekuan komisi diterapkan sebagai imbas dari program gratis ongkir. Sejumlah afiliator mengeluhkan pembekuan komisi hingga 30 hari setelah akun mereka dinilai melakukan pelanggaran berulang. Salah satunya dialami afiliator bernama Lisa yang mengaku komisinya ditahan meski akun miliknya masih bisa beroperasi dan tetap melakukan siaran langsung (live).
Kronologi Pembekuan Komisi
Lisa, yang mengelola akun afiliasi yang menjual produk tisu dengan bantuan lima host live, menerima notifikasi pelanggaran pada 1 Juli 2026. Ia langsung mengajukan banding melalui aplikasi, namun sehari kemudian TikTok Shop menolak permohonannya. Dalam tangkapan layar yang dibagikan Lisa, TikTok Shop menyebut jadwal penarikan komisi untuk live ditangguhkan mulai 1 Juli 2026 hingga 31 Juli 2026. Pada perincian pelanggaran, TikTok Shop mencantumkan alasan berupa “Pelanggaran Klaim Produk Tidak Konsisten – Pengiriman dan Logistik (LIVE)”.
Platform menyatakan siaran langsung tersebut mengandung klaim mengenai pengiriman atau logistik yang tidak konsisten dengan informasi pada halaman produk. Namun, Lisa membantah telah memberikan informasi yang menyesatkan. Menurutnya, host saat itu hanya menjelaskan bahwa program gratis ongkir tidak berlaku sama untuk seluruh pengguna.
Mengapa Pembekuan Komisi Dilakukan?
Menurut Lisa, host saat itu hanya menjelaskan bahwa program gratis ongkir tidak berlaku sama untuk seluruh pengguna. “Alasan kena hanya karena aturan baru tidak boleh bilang ada gratis ongkir dan host saat itu menjelaskan ke penonton bahwa sekarang gratis ongkir tergantung akun masing-masing. Malah kena pelanggaran. Seharusnya yang dikatakan oleh host sudah benar, tapi banding kami ditolak,” jelas Lisa.
Kasus serupa juga dialami oleh afiliator lain. Mereka mengaku komisi ditangguhkan selama 31 hari setelah menerima sanksi. Lisa menyebut, selama tanggal 1 hingga 7 Juli diperkirakan komisi yang ia terima sekitar Rp 3 juta. Artinya, dengan asumsi perkiraan jumlah komisi yang sama setiap minggu, Lisa rugi sekitar Rp 12 juta.
Dampak Pembekuan Komisi
Pembekuan komisi ini berdampak signifikan pada afiliator TikTok Shop. Mereka tidak hanya kehilangan penghasilan, tetapi juga harus menanggung biaya operasional untuk menjalankan akun mereka. “Hari ini masih live karena saya baru sadar komisi tidak masuk, tapi besok masih belum tau. Ada kemungkinan mau off dulu. Karena belum tau apakah komisi benar-benar akan cair setelah satu bulan atau tidak,” jelas Lisa.
Kebijakan pembekuan komisi ini juga memicu reaksi dari DPR. Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil sejumlah ecommerce untuk menyelesaikan masalah dalam ekosistem perdagangan digital, termasuk pada para pelaku UMKM.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kasus pembekuan komisi afiliator TikTok Shop masih harus ditempuh. Afiliator masih menanti kepastian apakah komisi mereka akan dicairkan setelah masa penangguhan berakhir. “Banyak yang mengalami hal yang sama di bulan Juni dan Juli. Karena itu saya juga belum tahu apakah dana benar-benar cair atau tidak. Sepertinya ini kebijakan baru,” terang Lisa.
Dalam situasi ini, afiliator TikTok Shop harus bersabar dan menunggu keputusan dari TikTok Shop. Namun, mereka juga harus mempertimbangkan untuk mencari alternatif lain untuk meningkatkan penghasilan mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260707152842-37-748834/nasib-afiliator-tiktok-shop-komisi-dibekukan-perkara-gratis-ongkir, without altering the facts of the original article.