Iran Soroti Pidato Presiden RI, Pemimpin Tertinggi: ‘Kata-Kata Bijak
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, semasa hidupnya pernah mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, untuk menjelaskan pentingnya persatuan di tengah perbedaan agama dan ideologi. Khamenei mengutip pidato Soekarno dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955, yang menyatakan bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’.
Kisah di Balik Penjara
Menurut memoar Cell No. 14 (2021), Khamenei pernah berbagi sel dengan beberapa tahanan, termasuk seorang pemuda yang belakangan diketahui merupakan jurnalis yang memiliki keterkaitan dengan Partai Komunis Tudeh. Pemuda tersebut sangat pendiam dan selalu menghindari pembicaraan mengenai dirinya. Khamenei kemudian melihat kondisi mental pemuda itu semakin tertekan setelah ditangkap.
Khamenei berusaha membantunya, bahkan beberapa kali menyuapinya agar mau makan. Beberapa waktu kemudian, pemuda itu akhirnya mengungkap alasan mengapa selalu menjaga jarak. Dia mengaku khawatir Khamenei akan mengajaknya bergabung dengan organisasi Islam. Jika gerakan Islam berhasil mendirikan republik, dia merasa akan menghadapi persoalan karena tidak mempercayai agama.
Momen Penentu di Menit Akhir
Mendengar pengakuan itu, Khamenei tidak mempersoalkan perbedaan keyakinan. Sebaliknya, dia menegaskan bahwa orang-orang yang menghadapi kesulitan yang sama seharusnya tetap bisa bersatu. Untuk menjelaskan pandangannya, Khamenei kemudian mengutip pidato Presiden pertama RI, Soekarno, dalam Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955.
“Tahukah kamu bahwa Presiden Sukarno dari Indonesia pernah mengatakan pada Konferensi Bandung bahwa dasar persatuan negara-negara berkembang bukanlah kesamaan agama, sejarah, atau budaya, melainkan ‘kesatuan kebutuhan’,” tulis Khamenei dalam memoarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kematian Khamenei meninggalkan dampak besar pada politik Iran. Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, dia memainkan peran penting dalam membentuk kebijakan negara. Penerusnya akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas dan menghadapi tekanan internasional.
Selain itu, pidato Soekarno yang dikutip oleh Khamenei juga menjadi relevan dalam konteks global saat ini. Persatuan dan kesatuan kebutuhan menjadi penting dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pandemi, dan ketidaksetaraan ekonomi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kematian Khamenei juga meninggalkan pertanyaan tentang masa depan Iran. Apakah negara tersebut akan melanjutkan kebijakan yang sama atau melakukan perubahan? Bagaimana hubungan Iran dengan negara-negara lain di kawasan?
Dalam konteks Indonesia, pidato Soekarno yang dikutip oleh Khamenei juga menjadi relevan. Persatuan dan kesatuan kebutuhan menjadi penting dalam menghadapi tantangan nasional seperti korupsi, kemiskinan, dan ketidaksetaraan.
Pemerintah Indonesia harus memperhatikan pentingnya persatuan dan kesatuan kebutuhan dalam menghadapi tantangan nasional dan global. Dengan demikian, Indonesia dapat memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas dan menghadapi tekanan internasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260707113053-25-748708/pemimpin-tertinggi-iran-kutip-pidato-presiden-ri-bilang-begini, without altering the facts of the original article.