Ilmuwan Ungkap Alasan Kutub Selatan Membeku Lebih Cepat Daripada Utara, Tanda Kiamat Baru?

Ilmuwan telah mengungkap alasan mengapa Kutub Selatan membeku lebih cepat daripada Kutub Utara, sebuah fenomena yang terjadi puluhan juta tahun yang lalu. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa peristiwa kunci terjadi ketika benua raksasa Gondwana perlahan terpecah, memisahkan Antartika dari Amerika Selatan dan Australia. Hal ini melahirkan Arus Lingkar Antartika, aliran laut terkuat di dunia yang berputar terus mengelilingi benua selatan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut penelitian, sekitar 34 juta tahun yang lalu, Antartika terpisah dari Amerika Selatan dan Australia, membuka jalur laut bernama Selat Drake dan Jalur Tasmania. Pemisahan ini melahirkan Arus Lingkar Antartika, aliran laut terkuat di dunia yang berputar terus mengelilingi benua selatan. Arus ini berfungsi seperti “pagar alami” yang mencegah air hangat dari samudra di sekitar khatulistiwa mencapai pantai Antartika. Tanpa pasokan panas itu, suhu benua terus merosot hingga salju dan es tidak lagi meleleh, lalu membentuk lapisan es raksasa.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Selain pergeseran lempeng, dua faktor lain mempercepat pembekuan Antartika. Kadar CO2 atau karbon dioksida turun drastis dari sekitar 1.200 ppm menjadi 600-700 ppm, sehingga melemahkan efek rumah kaca global. Lalu ada faktor ketinggian tanah. Gerakan mantel bumi mengangkat dataran tinggi di Antartika Timur hingga lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Makin tinggi permukaan berarti udara makin dingin sehingga menciptakan kondisi ideal untuk pembentukan gletser abadi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penemuan ini mengubah pandangan lama soal “kiamat” perubahan iklim. Sebelumnya ilmuwan mengira penurunan kadar CO2 adalah satu‑satunya penyebab utama. Kini, terbukti bahwa geologi dan arus laut menentukan seberapa cepat perubahan iklim berlangsung. “Memahami mengapa Antartika membeku duluan membantu kita memrediksi cara kedua kutub akan merespons pemanasan global hari ini,” tulis tim peneliti. Jika dulu perubahan arus laut bisa membekukan benua, sebaliknya gangguan arus akibat pemanasan kini bisa mencairkan es jauh lebih cepat dari perkiraan awal.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan pemahaman baru ini, pandangan baru muncul soal perubahan iklim tidak hanya bergantung pada emisi gas, tetapi juga pada struktur dasar bumi dan cara samudra mendistribusikan panas. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami lebih lanjut tentang dinamika perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan demikian, kita dapat lebih siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260707153920-37-748839/alasan-kutub-selatan-beku-sebelum-utara-ungkap-tanda-kiamat-baru, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *