Geger Australia Terapkan Aturan Mirip Indonesia, Hasilnya Tak Disangka
Australia menemukan masalah penerapan dalam aturan pembatasan usia penggunaan media sosial yang dimulai akhir tahun lalu. Sebuah studi mengungkapkan larangan itu menemukan celah dan membuat anak-anak yang berusia 16 tahun ke bawah masih bisa menggunakan media sosial. Aturan di Australia melarang anak di bawah usia 16 tahun untuk mengakses media sosial. Pihak platform diminta untuk mengambil sejumlah langkah untuk mematuhinya, begitu juga pemerintah yang memberikan rekomendasi beberapa metode pengecekan menentukan usia.
Momen Penentu di Menit Akhir
Untuk mengukur penerapannya, sebuah tim penguji software melakukan uji coba dengan membuat 50 akun media sosial dengan pengguna berusia 16 tahun. Semua akun disebarkan pada sembilan media sosial yang seharusnya melarang anak mengakses platformnya. Hasil studi mengungkapkan platform tidak meminta verifikasi usia pada 50 akun usia 16 tahun yang mereka buat setelah aturan berlaku.
Studi itu juga menemukan beberapa akun menerima iklan produk perbankan untuk kaum muda. Termasuk sebuah akun yang mendaftar di akun X mendapatkan konten pornografi. Platform live streaming Kick dari Australia jadi satu-satunya platform yang menolak mengizinkan pengguna membuat akun tanpa bukti usia.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Masalah ini menunjukkan bahwa aturan pembatasan usia penggunaan media sosial di Australia belum efektif. Anak-anak masih bisa mengakses platform media sosial yang seharusnya dilarang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak penggunaan media sosial pada anak-anak, seperti peningkatan risiko cyberbullying, konten berbahaya, dan kecanduan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menyoroti soal fenomena manipulasi usia yang dilakukan anak dan mudah dilakukan siapapun. Kerja sama dengan platform juga tengah dilakukan untuk bisa memberikan solusi teknologi. Uji coba teknologi dilakukan oleh platform sebagai solusi masalah ini, termasuk Age Inferential. Age Inferential merupakan teknologi algoritma untuk melakukan profiling pengguna.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah dan platform media sosial harus bekerja sama untuk menemukan solusi efektif dalam mengatasi masalah ini. Teknologi Age Inferential dapat membantu dalam menentukan usia pengguna, namun masih perlu dikembangkan dan disempurnakan. Selain itu, perlu juga dilakukan edukasi kepada anak-anak dan orang tua tentang pentingnya penggunaan media sosial yang aman dan bertanggung jawab.
Kedepannya, diharapkan aturan pembatasan usia penggunaan media sosial dapat lebih efektif dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan media sosial. Dengan kerja sama antara pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat, diharapkan dapat menciptakan lingkungan media sosial yang lebih aman dan sehat bagi semua pengguna.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260708081652-37-748984/australia-terapkan-aturan-indonesia-tak-terduga-begini-hasilnya, without altering the facts of the original article.