Buah Asli Indonesia Ini Lebih Mahal dari Barang Mewah di Eropa
Siapa sangka, buah durian yang kini sering dijual di pinggir jalan dan asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ini pernah dihargai lebih mahal dibanding salah satu barang mewah di Eropa. Durian, dengan aromanya yang tajam, menjadi buah yang sangat dicari oleh orang Eropa pada abad ke-19. Bahkan, harga satu durian bisa melampaui harga selusin nanas, buah yang sangat mahal dan identik dengan status sosial serta kemewahan di Eropa.
Momen Penentu di Abad ke-19
Pada awal abad ke-19, penjelajah asal Skotlandia, John Crawfurd, mencatat bahwa harga satu durian bisa melampaui harga selusin nanas. Crawfurd sendiri menjadi salah satu orang Eropa yang sangat menyukai durian. Awalnya, dia terganggu oleh ukuran buah yang besar dan aromanya yang menyengat. Namun, semua kesan tersebut berubah setelah dia mulai mencicipi isi buahnya. “Daging buah putih ini bagian yang saya suka! Durian lebih enak dibanding buah lain. Makan ini tidak membosankan atau mengurangi selera makan. Malah, nafsu makan makin bertambah. Biji durian pun bisa dimakan. Saat dipanggang rasanya mirip kastanye,” ungkap John Crawfurd.
Kecintaan orang Eropa terhadap buah durian sebenarnya sudah muncul jauh sebelum Crawfurd menuliskan pengalamannya. Pada 1599, penjelajah bernama Linschott menyebut durian memiliki rasa yang sangat enak, bahkan menurutnya lebih nikmat dibanding buah lain di dunia. Popularitas durian di kalangan orang Eropa kemudian semakin meningkat setelah peneliti Rumphius menerbitkan Herbarium Amboinense pada 1741. Dalam catatannya, dia menggambarkan durian sebagai buah berukuran besar dengan duri tajam dan aroma menyengat, tetapi memiliki rasa yang sangat lezat ketika dicicipi.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Beberapa fakta lain yang membuat durian menjadi buah yang sangat istimewa di Eropa pada abad ke-19 adalah:
Durian tercatat di Borobudur sejak tahun 824 Masehi, menunjukkan bahwa buah ini telah dikenal di Indonesia sejak lama. Alfred Russel Wallace, seorang naturalis terkemuka dunia, juga menyebut durian sebagai salah satu buah terbaik dengan rasa yang tak tertandingi. Atas dasar itulah, Wallace kemudian menjuluki durian sebagai raja buah-buahan, sebutan yang bertahan hingga sekarang.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kini durian mungkin hanya dianggap sebagai buah musiman yang dijual di pinggir jalan. Namun, ratusan tahun lalu, buah asal Indonesia ini pernah menjadi barang mewah yang dihargai lebih mahal dibanding salah satu simbol kemewahan masyarakat Eropa. Durian masih menjadi buah yang sangat dicari oleh banyak orang, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Dengan sejarahnya yang kaya dan rasanya yang unik, durian akan terus menjadi buah yang sangat istimewa.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Durian masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor Indonesia. Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, Indonesia dapat memanfaatkan durian sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Selain itu, durian juga dapat menjadi salah satu simbol budaya Indonesia yang dapat dikenal di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita harus terus melestarikan dan mengembangkan durian sebagai salah satu buah nasional Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260624112746-25-745306/buah-asli-ri-ini-dijual-lebih-mahal-dari-barang-mewah-di-eropa, without altering the facts of the original article.